KEKUATAN ISTIGHFAR
Page 1 of 2 • Share •
Page 1 of 2 • 1, 2 
KEKUATAN ISTIGHFAR
Salam, ok...mari kita bincang sekejap ttg istighfar...anda semua tau kn apa itu istighfar...Istighfar adalah sebuah permohonan keampunan kepada Allah,
dan cara bacaan boleh b'bagai cara..Bacaan sederhana dari istighfar adalah “Astaghfirulloh” (Ya Allah ampunilah aku). Dari sisi spiritual, istighfar mempunyai kuasa yg sangat hebat, Istighfar ini membantu membersihkan tubuh energi dari berbagai karma negatif atau energi negatif yang merugikan. Bila kita sering membaca istighfar, lebih2 lg time meditasi, maka efek yang dihasilkan sungguh luar biasa.
Fuh!.. Hebat tu...
(tambah lagi..) Tubuh energi kita akan semakin terang, dan akses ke energi positif menjadi lebih baik. kita sndiri perlu sentiasa beristighfar...Ini kerana manusia xkn pernah lari dari kesilapan & dosa.. BetoL tak?...
Bahkan Rasulullah s.a.w. sendiri pernah menyampaikan bahawa dirinya dalam sehari beristighfar tidak kurang dari 80 kali. Seseorang yang sering beristighfar dalam dirinya akan merasakan kedamaian yang sulit diungkapkan, dan apabila dibaca saat bermeditasi maka efeknya akan lebih bagus lagi.
tak percaya ye?.....
coba aja sendiri !
hehe..
salam
dan cara bacaan boleh b'bagai cara..Bacaan sederhana dari istighfar adalah “Astaghfirulloh” (Ya Allah ampunilah aku). Dari sisi spiritual, istighfar mempunyai kuasa yg sangat hebat, Istighfar ini membantu membersihkan tubuh energi dari berbagai karma negatif atau energi negatif yang merugikan. Bila kita sering membaca istighfar, lebih2 lg time meditasi, maka efek yang dihasilkan sungguh luar biasa.
Fuh!.. Hebat tu...
(tambah lagi..) Tubuh energi kita akan semakin terang, dan akses ke energi positif menjadi lebih baik. kita sndiri perlu sentiasa beristighfar...Ini kerana manusia xkn pernah lari dari kesilapan & dosa.. BetoL tak?...
Bahkan Rasulullah s.a.w. sendiri pernah menyampaikan bahawa dirinya dalam sehari beristighfar tidak kurang dari 80 kali. Seseorang yang sering beristighfar dalam dirinya akan merasakan kedamaian yang sulit diungkapkan, dan apabila dibaca saat bermeditasi maka efeknya akan lebih bagus lagi.
tak percaya ye?.....
coba aja sendiri !
hehe..
salam

MaNN RoyaL- Semakin Aktif

-

Number of posts: 362
Age: 22
Location: SabaH
Registration date: 2008-05-23
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
erm.. nanti aku banyak kan istighfar semasa meditasi.. nice post man 

catmeow- Moderator

-

Number of posts: 451
Age: 24
Location: Miri
Registration date: 2008-02-12
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
lg bagus sentiasa sebut kalimah2 Allah...mcm Allahuakbar....Alhamdulillah...InsyAllah..n macm2 lg ye... 

MaNN RoyaL- Semakin Aktif

-

Number of posts: 362
Age: 22
Location: SabaH
Registration date: 2008-05-23
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
YA.. SESUNGGUHNYA KALIMAH-KALIMAH INI DI SUKAI OLEH ALLAH DANN MEMPUNYAI SEJUTA SATU KEGUNAAN DAN KEBAIKAN.. JADI SAMA-SAMALAH KITA MEMBASAHI BIBIR DENGAN BACAAN-BACAAN ZIKRULLAH... AMIN.. 
wiro sableng 212- Rakan Baru

-

Number of posts: 33
Age: 32
Location: pulau jawa
Registration date: 2008-06-08

MaNN RoyaL- Semakin Aktif

-

Number of posts: 362
Age: 22
Location: SabaH
Registration date: 2008-05-23
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
astaghfirullah.....

Temma- Sangat Aktif

-

Number of posts: 762
Age: 23
Location: Telipok, Kota Kinabalu
Registration date: 2008-03-25
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
Temma wrote:astaghfirullah.....
MAsyaAllah...knp Temma ada masalah ka? hehehe
..........................................................................................................................................................................................

Life Like This. Me Like That.

Chaz.e- Webmaster

-

Number of posts: 1116
Age: 24
Location: Kota Kinabalu
Registration date: 2008-02-12
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
mmg c temma ada masalah tu......ntah masih sepi lg dia ka ato x....hehehe.... 

MaNN RoyaL- Semakin Aktif

-

Number of posts: 362
Age: 22
Location: SabaH
Registration date: 2008-05-23
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
MaNN RoyaL wrote:mmg c temma ada masalah tu......ntah masih sepi lg dia ka ato x....hehehe....
mslh negara ka temma hehehe..
aku rasala kan man c temma tu sepi menyepi lagi tersepi...slalu tgk filem sepi hehe
besa la kan..org yg byk kpentingan ni..org bz la katakan..
ba papun truskan idup..CHOOSE HAPINESSS..


mata besar- Semakin Aktif

-

Number of posts: 369
Age: 25
Location: bumi
Registration date: 2008-04-23
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
hehehe...betol ko mata BESAR.....sy sukung.....c temma ni, jgn tlampau sepi....jgn plak ko p panggung wayang tgk filem SEPI tu....hahahahaha....tambah sepi nnt ko...



MaNN RoyaL- Semakin Aktif

-

Number of posts: 362
Age: 22
Location: SabaH
Registration date: 2008-05-23
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
huhu...ku jurus mentadak la jugak kamu ni.. 

Temma- Sangat Aktif

-

Number of posts: 762
Age: 23
Location: Telipok, Kota Kinabalu
Registration date: 2008-03-25
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
Jangan lupa beristighfar
http://nurjeehan.wordpress.com/2007/02/08/jangan-lupa-beristighfar/
http://nurjeehan.wordpress.com/2007/02/08/jangan-lupa-beristighfar/
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
ISTIGHFAR, MENGHAPUS DUKA DAN MENGUNDANG REZEKI
“Barang siapa memperbanyak Istighfar maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan, dan memberinya jalan keluar bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.”
(Riwayat Abu Dawud).
Istighfar artinya memohon ampun kepada Allah SWT. Islam mengajarkan kepada umatnya agar memperbanyak istighfar. Rasulallah SAW sendiri sehari minimal 70 kali mengucapkan Istighfar (Riwayat Bukhari). Rasuallah yang sudah dijamin suci dari dosa (ma’sum) masih melakukan hal itu, apalagi kita, mestinya lebih banyak lagi beristighfar, karena jelas tidak dijamin suci. Bahkan mungkin lebih banyak dosanya ketimbang pahalanya.
Selain menghapus dosa, istighfar juga memberi manfaat lain. Ia bisa membuka pintu rezeki. Alquran mengatakan demikian. “ Maka Aku berkata (kepada mereka), Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Mahapengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu fan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai”. (S.Nuh [71]: 10-12).
Berkaitan dengan ayat di atas, dalam Tafsir Al-Maraghi ada cerita menarik. Hasan Al Basri adalah salah satu generasi tabi’in (ulama yang pernah bertemu dengan sahabat). Ia ulama berilmu dan shaleh. Banyak orang dating kepadanya bertanya soal agama dan minta nasehat atas berbagai persolan. Suatu kali datang kepadanya seorang laki-laki mengadu tentang masa paceklik yang menimpanya. Hasan pun menerima pengaduan itu dengan penuh perhatian. Tapi nasihat yang diberikan tidak panjang-panjang. Ia hanya berucap “Beristighfarlah kepada Allah SWT”.
Tak berapa lama datang laki-laki lain yang mengeluh soal kemelaratan yang menderanya. Ulama yang masyhur itu juga hanya bilang “Beristighfarlah kepada Allah SWT”. Ada pula laki-laki lain yang berkata “Doakanlah aku agar Allah memberiku anak”. Lagi-lagi Hasan Cuma bilang “Beristighfarlah kepada Allah SWT”. Datang lagi laki-laki lain yang mengeluh kebunnya mengalami kekeringan. Jawaban Hasan tetap sama “Beristighfarlah kepada Allah SWT”.
Sikap Hasan tadi rupanya menjadi perhatian seseorang. Orang itu bingung, ditanya berbagai persolan, eh…jawabannya itu-itu saja. Memangnya semua persoalan itu bisa dipecahkan dengan hanya membaca Istighfar, kira-kira begitu pikiran orang itu. Tak tahan menahan keheranan, ia pun bertanya kepada Hasan, “Beberapa orang laki-laki mendatangimu mengeluhkan berbagai persoalan, tetapi engkau hanya menyuruh mereka semua untuk membaca istighfar!”. Hasan menjawab tenang “Aku sama sekali tidak mengatakan apapun dari diriku sendiri. Sesungguhnya Allah SWT berfirman (seperti itu)”. Ulama yang namany masyhur hingga kini itu lalu mengutip surat Nuh ayat 10-12 seperti dikutip di atas.
Anak, Hujan dan Rezeki.
Kisah ini terdapat dalam Musnad Abu Hanifah. Dari kitab yang ditulis oleh imam Hanafi, salah satu imam mahzab, disebutkan sebuah riwayat dari Jabir bin Abdullah. Suatu ketika, ada seseorang yang dating menemui Nabi SAW. Orang ini belum dikaruniai anak, karena itu ia ingin mendapat keturunan. Rasuallah SAW lalu berkata “Engkau memperbanyak Istighfar dan sedekah maka engkau akan diberi rizki dengan lantaran keduanya.” Laki-laki itu lalu memperbanyak Istighfar dan sedekah. Jabir mengatakan bahwa laki-laki itu akhirnya dikaruniai sembilan anak laki-laki.
Ini kisah lain lagi, dituturkan Syaikh ‘Aidh al-Qarni, penulis buku best seller La Tahzan. Ada seorang yang tak kunjung dikarunia anak. Sementara para dokter sudah angkat tangan tidak mampu mengobatinya dan obat-obatan pun sudah tidak mempan lagi. Orang itu akhirnya bertanya kepada salah seorang ulama yang kemudian menyarankan kepadanya, “Hendaklah engkau memperbanyak Istighfar di kala subuh dan sore hari, sesungguhnya Allah SWT mengatakan perihal orang-orang yang beristighfar, ‘Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu.’ (Nuh[71]:12). Lelaki itu kemudian memperbanyak Istighfar secara terus menerus. Akhirnya dengan izin Allah SWT dan kasih sayang Nya, ia pun mendapatkan keturunan yang shaleh-shaleh.
Umar bin Khaththab, salah satu sahabat Rasuallah SAW yang pernah menjadi Amirul Mukminin memegang erat ayat-ayat tersebut ketika ia meminta supaya Allah SWT menurunkan hujan. Mathraf meriwayatkan dari cerita asy-Sya’bi bahwa suatu ketika Umar keluar dari rumahnya untuk berkumpul bersama orang-orang meminta hujan turun. Namun, Umar hanya membaca Istighfar dan tidak lebih dari itu, sampai akhirnya ia pulang. Ada orang berkata kepadanya, “Aku tidak mendengar engkau memohon supaya turun hujan.” Umar berkata, “Aku memohon supaya didatangkan bintang majadin di langit yang biasanya turun membawa hujan. Setekah itu ia membaca ayat (dalam surat Nuh ayat 10-12), Maka aku katakana kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada tuhanmu, sesungguhnya Dia maha pengampun niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.”
Allah SWT berfirman dalam kitab Nya yang mulia, “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhamnu dan bertaubat kepadaNya, (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan…”(Hud[11]:3).
Ayat tersebut menyatakan janji Allah SWT yang akan memberikan kenikmatan bagi orang yang memohon ampunan dan bertaubat. Adapun yang dimaksud “Dia akan memeberi kenikmatan yang baik”,menurut Ibnu Abbas adalah memeberi anugerah berupa rezeki dan kelapangan.
Al Qurtubi mengatakan, itulah buah dari Istighfar dan taubat, yaitu Allah SWT memberi kenikmatan dan berupa manfaat berupa luasnya rezeki dan kesenangan.
Adapun lafal istighfar itu macam-macam, sebagaimana terdapat dalam Hadis-hadis Shahih. Ada yang pendek dan ada pula yang panjang. Lafal-lafal itu antara lain, “Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” (Mutafaq’alaih).
“Aku Memohon ampuna kepada Allah, zat yang tiada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup lagi Maha Menegakkan dan aku bertaubat kepadan-Nya.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmizi, Hakim).
Namun jika semua hal itu telah dilakukan, lalu pertolonga Allah SWT tak kunjung dating, tak layak bagi seorang beriman bersikap putus asa, hingga mengaggapnya sebagai ketidakadilan Tuhan. Naudzubillah mindzalik. Boleh jadi yang demikian itu merupakan cara “terbaik” Allah SWT menyayangi dan menyelamatkan hamba-Nya.
Nah, marilah kita beristighfar sebanyak-banyaknya dengan niat mengikuti perintah Nabi SAW. Semoga Allah SWT memberikan jalan keluar atas persoalan yang kita hadapi. Amin. Wallahu a’lam.
Dikutip dari Majalah Suara Hidayatullah Edisi Januari 2009.
Oleh Bambang Subagyo.
http://www.facebook.com/topic.php?uid=7627611203&topic=7560
“Barang siapa memperbanyak Istighfar maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan, dan memberinya jalan keluar bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.”
(Riwayat Abu Dawud).
Istighfar artinya memohon ampun kepada Allah SWT. Islam mengajarkan kepada umatnya agar memperbanyak istighfar. Rasulallah SAW sendiri sehari minimal 70 kali mengucapkan Istighfar (Riwayat Bukhari). Rasuallah yang sudah dijamin suci dari dosa (ma’sum) masih melakukan hal itu, apalagi kita, mestinya lebih banyak lagi beristighfar, karena jelas tidak dijamin suci. Bahkan mungkin lebih banyak dosanya ketimbang pahalanya.
Selain menghapus dosa, istighfar juga memberi manfaat lain. Ia bisa membuka pintu rezeki. Alquran mengatakan demikian. “ Maka Aku berkata (kepada mereka), Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Mahapengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu fan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai”. (S.Nuh [71]: 10-12).
Berkaitan dengan ayat di atas, dalam Tafsir Al-Maraghi ada cerita menarik. Hasan Al Basri adalah salah satu generasi tabi’in (ulama yang pernah bertemu dengan sahabat). Ia ulama berilmu dan shaleh. Banyak orang dating kepadanya bertanya soal agama dan minta nasehat atas berbagai persolan. Suatu kali datang kepadanya seorang laki-laki mengadu tentang masa paceklik yang menimpanya. Hasan pun menerima pengaduan itu dengan penuh perhatian. Tapi nasihat yang diberikan tidak panjang-panjang. Ia hanya berucap “Beristighfarlah kepada Allah SWT”.
Tak berapa lama datang laki-laki lain yang mengeluh soal kemelaratan yang menderanya. Ulama yang masyhur itu juga hanya bilang “Beristighfarlah kepada Allah SWT”. Ada pula laki-laki lain yang berkata “Doakanlah aku agar Allah memberiku anak”. Lagi-lagi Hasan Cuma bilang “Beristighfarlah kepada Allah SWT”. Datang lagi laki-laki lain yang mengeluh kebunnya mengalami kekeringan. Jawaban Hasan tetap sama “Beristighfarlah kepada Allah SWT”.
Sikap Hasan tadi rupanya menjadi perhatian seseorang. Orang itu bingung, ditanya berbagai persolan, eh…jawabannya itu-itu saja. Memangnya semua persoalan itu bisa dipecahkan dengan hanya membaca Istighfar, kira-kira begitu pikiran orang itu. Tak tahan menahan keheranan, ia pun bertanya kepada Hasan, “Beberapa orang laki-laki mendatangimu mengeluhkan berbagai persoalan, tetapi engkau hanya menyuruh mereka semua untuk membaca istighfar!”. Hasan menjawab tenang “Aku sama sekali tidak mengatakan apapun dari diriku sendiri. Sesungguhnya Allah SWT berfirman (seperti itu)”. Ulama yang namany masyhur hingga kini itu lalu mengutip surat Nuh ayat 10-12 seperti dikutip di atas.
Anak, Hujan dan Rezeki.
Kisah ini terdapat dalam Musnad Abu Hanifah. Dari kitab yang ditulis oleh imam Hanafi, salah satu imam mahzab, disebutkan sebuah riwayat dari Jabir bin Abdullah. Suatu ketika, ada seseorang yang dating menemui Nabi SAW. Orang ini belum dikaruniai anak, karena itu ia ingin mendapat keturunan. Rasuallah SAW lalu berkata “Engkau memperbanyak Istighfar dan sedekah maka engkau akan diberi rizki dengan lantaran keduanya.” Laki-laki itu lalu memperbanyak Istighfar dan sedekah. Jabir mengatakan bahwa laki-laki itu akhirnya dikaruniai sembilan anak laki-laki.
Ini kisah lain lagi, dituturkan Syaikh ‘Aidh al-Qarni, penulis buku best seller La Tahzan. Ada seorang yang tak kunjung dikarunia anak. Sementara para dokter sudah angkat tangan tidak mampu mengobatinya dan obat-obatan pun sudah tidak mempan lagi. Orang itu akhirnya bertanya kepada salah seorang ulama yang kemudian menyarankan kepadanya, “Hendaklah engkau memperbanyak Istighfar di kala subuh dan sore hari, sesungguhnya Allah SWT mengatakan perihal orang-orang yang beristighfar, ‘Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu.’ (Nuh[71]:12). Lelaki itu kemudian memperbanyak Istighfar secara terus menerus. Akhirnya dengan izin Allah SWT dan kasih sayang Nya, ia pun mendapatkan keturunan yang shaleh-shaleh.
Umar bin Khaththab, salah satu sahabat Rasuallah SAW yang pernah menjadi Amirul Mukminin memegang erat ayat-ayat tersebut ketika ia meminta supaya Allah SWT menurunkan hujan. Mathraf meriwayatkan dari cerita asy-Sya’bi bahwa suatu ketika Umar keluar dari rumahnya untuk berkumpul bersama orang-orang meminta hujan turun. Namun, Umar hanya membaca Istighfar dan tidak lebih dari itu, sampai akhirnya ia pulang. Ada orang berkata kepadanya, “Aku tidak mendengar engkau memohon supaya turun hujan.” Umar berkata, “Aku memohon supaya didatangkan bintang majadin di langit yang biasanya turun membawa hujan. Setekah itu ia membaca ayat (dalam surat Nuh ayat 10-12), Maka aku katakana kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada tuhanmu, sesungguhnya Dia maha pengampun niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.”
Allah SWT berfirman dalam kitab Nya yang mulia, “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhamnu dan bertaubat kepadaNya, (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan…”(Hud[11]:3).
Ayat tersebut menyatakan janji Allah SWT yang akan memberikan kenikmatan bagi orang yang memohon ampunan dan bertaubat. Adapun yang dimaksud “Dia akan memeberi kenikmatan yang baik”,menurut Ibnu Abbas adalah memeberi anugerah berupa rezeki dan kelapangan.
Al Qurtubi mengatakan, itulah buah dari Istighfar dan taubat, yaitu Allah SWT memberi kenikmatan dan berupa manfaat berupa luasnya rezeki dan kesenangan.
Adapun lafal istighfar itu macam-macam, sebagaimana terdapat dalam Hadis-hadis Shahih. Ada yang pendek dan ada pula yang panjang. Lafal-lafal itu antara lain, “Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” (Mutafaq’alaih).
“Aku Memohon ampuna kepada Allah, zat yang tiada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup lagi Maha Menegakkan dan aku bertaubat kepadan-Nya.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmizi, Hakim).
Namun jika semua hal itu telah dilakukan, lalu pertolonga Allah SWT tak kunjung dating, tak layak bagi seorang beriman bersikap putus asa, hingga mengaggapnya sebagai ketidakadilan Tuhan. Naudzubillah mindzalik. Boleh jadi yang demikian itu merupakan cara “terbaik” Allah SWT menyayangi dan menyelamatkan hamba-Nya.
Nah, marilah kita beristighfar sebanyak-banyaknya dengan niat mengikuti perintah Nabi SAW. Semoga Allah SWT memberikan jalan keluar atas persoalan yang kita hadapi. Amin. Wallahu a’lam.
Dikutip dari Majalah Suara Hidayatullah Edisi Januari 2009.
Oleh Bambang Subagyo.
http://www.facebook.com/topic.php?uid=7627611203&topic=7560
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
positiveenergy wrote:ISTIGHFAR, MENGHAPUS DUKA DAN MENGUNDANG REZEKI
“Barang siapa memperbanyak Istighfar maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan, dan memberinya jalan keluar bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.”
(Riwayat Abu Dawud).
Istighfar artinya memohon ampun kepada Allah SWT. Islam mengajarkan kepada umatnya agar memperbanyak istighfar. Rasulallah SAW sendiri sehari minimal 70 kali mengucapkan Istighfar (Riwayat Bukhari). Rasuallah yang sudah dijamin suci dari dosa (ma’sum) masih melakukan hal itu, apalagi kita, mestinya lebih banyak lagi beristighfar, karena jelas tidak dijamin suci. Bahkan mungkin lebih banyak dosanya ketimbang pahalanya.
Selain menghapus dosa, istighfar juga memberi manfaat lain. Ia bisa membuka pintu rezeki. Alquran mengatakan demikian. “ Maka Aku berkata (kepada mereka), Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Mahapengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu fan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai”. (S.Nuh [71]: 10-12).
Berkaitan dengan ayat di atas, dalam Tafsir Al-Maraghi ada cerita menarik. Hasan Al Basri adalah salah satu generasi tabi’in (ulama yang pernah bertemu dengan sahabat). Ia ulama berilmu dan shaleh. Banyak orang dating kepadanya bertanya soal agama dan minta nasehat atas berbagai persolan. Suatu kali datang kepadanya seorang laki-laki mengadu tentang masa paceklik yang menimpanya. Hasan pun menerima pengaduan itu dengan penuh perhatian. Tapi nasihat yang diberikan tidak panjang-panjang. Ia hanya berucap “Beristighfarlah kepada Allah SWT”.
Tak berapa lama datang laki-laki lain yang mengeluh soal kemelaratan yang menderanya. Ulama yang masyhur itu juga hanya bilang “Beristighfarlah kepada Allah SWT”. Ada pula laki-laki lain yang berkata “Doakanlah aku agar Allah memberiku anak”. Lagi-lagi Hasan Cuma bilang “Beristighfarlah kepada Allah SWT”. Datang lagi laki-laki lain yang mengeluh kebunnya mengalami kekeringan. Jawaban Hasan tetap sama “Beristighfarlah kepada Allah SWT”.
Sikap Hasan tadi rupanya menjadi perhatian seseorang. Orang itu bingung, ditanya berbagai persolan, eh…jawabannya itu-itu saja. Memangnya semua persoalan itu bisa dipecahkan dengan hanya membaca Istighfar, kira-kira begitu pikiran orang itu. Tak tahan menahan keheranan, ia pun bertanya kepada Hasan, “Beberapa orang laki-laki mendatangimu mengeluhkan berbagai persoalan, tetapi engkau hanya menyuruh mereka semua untuk membaca istighfar!”. Hasan menjawab tenang “Aku sama sekali tidak mengatakan apapun dari diriku sendiri. Sesungguhnya Allah SWT berfirman (seperti itu)”. Ulama yang namany masyhur hingga kini itu lalu mengutip surat Nuh ayat 10-12 seperti dikutip di atas.
Anak, Hujan dan Rezeki.
Kisah ini terdapat dalam Musnad Abu Hanifah. Dari kitab yang ditulis oleh imam Hanafi, salah satu imam mahzab, disebutkan sebuah riwayat dari Jabir bin Abdullah. Suatu ketika, ada seseorang yang dating menemui Nabi SAW. Orang ini belum dikaruniai anak, karena itu ia ingin mendapat keturunan. Rasuallah SAW lalu berkata “Engkau memperbanyak Istighfar dan sedekah maka engkau akan diberi rizki dengan lantaran keduanya.” Laki-laki itu lalu memperbanyak Istighfar dan sedekah. Jabir mengatakan bahwa laki-laki itu akhirnya dikaruniai sembilan anak laki-laki.
Ini kisah lain lagi, dituturkan Syaikh ‘Aidh al-Qarni, penulis buku best seller La Tahzan. Ada seorang yang tak kunjung dikarunia anak. Sementara para dokter sudah angkat tangan tidak mampu mengobatinya dan obat-obatan pun sudah tidak mempan lagi. Orang itu akhirnya bertanya kepada salah seorang ulama yang kemudian menyarankan kepadanya, “Hendaklah engkau memperbanyak Istighfar di kala subuh dan sore hari, sesungguhnya Allah SWT mengatakan perihal orang-orang yang beristighfar, ‘Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu.’ (Nuh[71]:12). Lelaki itu kemudian memperbanyak Istighfar secara terus menerus. Akhirnya dengan izin Allah SWT dan kasih sayang Nya, ia pun mendapatkan keturunan yang shaleh-shaleh.
Umar bin Khaththab, salah satu sahabat Rasuallah SAW yang pernah menjadi Amirul Mukminin memegang erat ayat-ayat tersebut ketika ia meminta supaya Allah SWT menurunkan hujan. Mathraf meriwayatkan dari cerita asy-Sya’bi bahwa suatu ketika Umar keluar dari rumahnya untuk berkumpul bersama orang-orang meminta hujan turun. Namun, Umar hanya membaca Istighfar dan tidak lebih dari itu, sampai akhirnya ia pulang. Ada orang berkata kepadanya, “Aku tidak mendengar engkau memohon supaya turun hujan.” Umar berkata, “Aku memohon supaya didatangkan bintang majadin di langit yang biasanya turun membawa hujan. Setekah itu ia membaca ayat (dalam surat Nuh ayat 10-12), Maka aku katakana kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada tuhanmu, sesungguhnya Dia maha pengampun niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.”
Allah SWT berfirman dalam kitab Nya yang mulia, “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhamnu dan bertaubat kepadaNya, (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan…”(Hud[11]:3).
Ayat tersebut menyatakan janji Allah SWT yang akan memberikan kenikmatan bagi orang yang memohon ampunan dan bertaubat. Adapun yang dimaksud “Dia akan memeberi kenikmatan yang baik”,menurut Ibnu Abbas adalah memeberi anugerah berupa rezeki dan kelapangan.
Al Qurtubi mengatakan, itulah buah dari Istighfar dan taubat, yaitu Allah SWT memberi kenikmatan dan berupa manfaat berupa luasnya rezeki dan kesenangan.
Adapun lafal istighfar itu macam-macam, sebagaimana terdapat dalam Hadis-hadis Shahih. Ada yang pendek dan ada pula yang panjang. Lafal-lafal itu antara lain, “Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” (Mutafaq’alaih).
“Aku Memohon ampuna kepada Allah, zat yang tiada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup lagi Maha Menegakkan dan aku bertaubat kepadan-Nya.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmizi, Hakim).
Namun jika semua hal itu telah dilakukan, lalu pertolonga Allah SWT tak kunjung dating, tak layak bagi seorang beriman bersikap putus asa, hingga mengaggapnya sebagai ketidakadilan Tuhan. Naudzubillah mindzalik. Boleh jadi yang demikian itu merupakan cara “terbaik” Allah SWT menyayangi dan menyelamatkan hamba-Nya.
Nah, marilah kita beristighfar sebanyak-banyaknya dengan niat mengikuti perintah Nabi SAW. Semoga Allah SWT memberikan jalan keluar atas persoalan yang kita hadapi. Amin. Wallahu a’lam.
Dikutip dari Majalah Suara Hidayatullah Edisi Januari 2009.
Oleh Bambang Subagyo.
http://www.facebook.com/topic.php?uid=7627611203&topic=7560
Sungguh menarik posting dari +ve energy. Moga kita sama-sam dapat mengambil iktibar setiap kalimah2 Allah yang Maha Kuasa.
Secara personal, apa yng saya faham tentang Kalimah, setiap manusia mempunyai Bacaan Kalimah tertentu sesuai dengan kesenangan diri masing-masing. Wallahualam.
..........................................................................................................................................................................................

Life Like This. Me Like That.

Chaz.e- Webmaster

-

Number of posts: 1116
Age: 24
Location: Kota Kinabalu
Registration date: 2008-02-12
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
PENGHULU ISTIGHFAR

- Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau.
- Engkaulah yang mencipta segalanya dan aku adalah hamba abdiMu.
- Aku berada dalam perjanjian denganMu dan ikrar kepadaMu yang akan aku laksanakan dengan segala kemampuanku.
- Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari sebarang kejahatan yang telah aku lakukan.
- Aku akui dengan sebenar-benarnya segala nikmatMu ke atasku.
- Aku juga mengakui dosa-dosa terhadapMu. Maka ampunilah aku kerana sesungguhnya tiada yang boleh mengampunkan dosa-dosa (ini) kecuali Engkau, ya Allah.
Syaddad bin Aus r.‘a. meriwayatkan bahawa Nabi s.‘a.w. bersabda: “Penghulu istighfar ialah:“Allahumma anta rabbi…..” Sesiapa membacanya dengan yakin, pada waktu petang tiba-tiba ia mati pada malam itu, pasti ia masuk syurga. Sementara sesiapa membacanya dengan yakin pada waktu pagi, tiba- tiba ia mati pada hari itu, pasti ia masuk syurga.” (Riwayat al-Bukhari dan imam-imam hadis yang lain).
http://tafaqquhfiddin.blogspot.com/2008/11/penghulu-istighfar-ya-allah.html

- Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau.
- Engkaulah yang mencipta segalanya dan aku adalah hamba abdiMu.
- Aku berada dalam perjanjian denganMu dan ikrar kepadaMu yang akan aku laksanakan dengan segala kemampuanku.
- Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari sebarang kejahatan yang telah aku lakukan.
- Aku akui dengan sebenar-benarnya segala nikmatMu ke atasku.
- Aku juga mengakui dosa-dosa terhadapMu. Maka ampunilah aku kerana sesungguhnya tiada yang boleh mengampunkan dosa-dosa (ini) kecuali Engkau, ya Allah.
Syaddad bin Aus r.‘a. meriwayatkan bahawa Nabi s.‘a.w. bersabda: “Penghulu istighfar ialah:“Allahumma anta rabbi…..” Sesiapa membacanya dengan yakin, pada waktu petang tiba-tiba ia mati pada malam itu, pasti ia masuk syurga. Sementara sesiapa membacanya dengan yakin pada waktu pagi, tiba- tiba ia mati pada hari itu, pasti ia masuk syurga.” (Riwayat al-Bukhari dan imam-imam hadis yang lain).
http://tafaqquhfiddin.blogspot.com/2008/11/penghulu-istighfar-ya-allah.html
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
kalau menurut amalan saya..selepas setiap solat sebaik disudahi salam terakhir maka selawat 11x dan ditrusin istighfarnya 100x sehingga masuk keheningan/plong/ kekosongan baru di doain....penyudahnya surah al ikhlas.

rezza- Moderator

-

Number of posts: 404
Age: 23
Location: malaysia
Registration date: 2009-06-04
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
kalau ikut amalan Nabi Muhammad SAW, baginda beristighfar 70 kali sehari...
kalau seratus tu di kira amat bagus
kalau seratus tu di kira amat bagus
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
Bacaan Istighfar setelah tasyahud sebelum salam

‘Ya Allah, sesungguhnya aku amat menganiaya diriku, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosadosa kecuali Engkau. Oleh karena itu, ampunilah dosa-dosaku dan berilah rahmat keapdaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.’ (HR. Bukhari 8/168 dan Muslim 4/2078
http://soele.wordpress.com/2008/01/13/doa-setelah-tasyahud-akhir-sebelum-salam/

‘Ya Allah, sesungguhnya aku amat menganiaya diriku, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosadosa kecuali Engkau. Oleh karena itu, ampunilah dosa-dosaku dan berilah rahmat keapdaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.’ (HR. Bukhari 8/168 dan Muslim 4/2078
http://soele.wordpress.com/2008/01/13/doa-setelah-tasyahud-akhir-sebelum-salam/
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
terima kasih di atas perkongsian saudara... sama2 la kita senantiasa beristighfar....

Bella Luna- Mula Aktif

-

Number of posts: 180
Age: 29
Location: Kota Kinabalu
Registration date: 2009-12-13
Re: KEKUATAN ISTIGHFAR
Sebagai manusia mmg x lari dari melakukan dosa. Dosa membawa kepada kekurangan rezeki. Selalu beristigfar menjadi sebab dimurahkan rezeki. Merendah diri pada Allah SWT akan dinaikkan darjat. Sama-samalah kita beristigfar selalu.

AuraNurShifa- Mula Aktif

-

Number of posts: 286
Age: 27
Location: Kedah PADIland
Registration date: 2010-01-08
Page 1 of 2 • 1, 2 
Similar topics» KEKUATAN ISTIGHFAR
» The Power Of Istighfar..!!
» KEKUATAN TERPENDAM MEMBANGKITKAN TENAGA AKAL DAN INGATAN
» Makanan Eksotik tambah kekuatan spiritual ?
» Mencari Kekuatan Islam
» The Power Of Istighfar..!!
» KEKUATAN TERPENDAM MEMBANGKITKAN TENAGA AKAL DAN INGATAN
» Makanan Eksotik tambah kekuatan spiritual ?
» Mencari Kekuatan Islam
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum