Tafakur dalam perspektif psikologi islam
Qalam Ilahi Wellness Center Malaysia :: Forum Umum | General Forum :: Artikel Ilmu | Knowledge articles
Page 2 of 2 • Share •
Page 2 of 2 •
1, 2
Tafakur dalam perspektif psikologi islam
First topic message reminder :
Setiap kali manusia tafakur merenungkan dirinya, ia akan mendapatkan rahasia-rahasia yang sangat mengejutkan dan menakjubkan menganai bentuk tubuh dan rahasia-rahasia roh serta alam semesta berikut kekuatan yang nampak dan tidak nampak, serta pemahaman tentang benda-benda empiris dan cara menyimpan dan mengingatkannya kembali. Ia akan tahu tempat penyimpanan berbagai persepsi dan pengetahuannya, bagaimana semua gambaran dan pandangan serta hasil penglihatannya dapat terukir dengan jelas.
Hati yang selalu bertautan dan berhubungan dengan Allah serta pandangan yang benar terhadap alan dan manusia, akan melahirkan kesadaran bahwa bulatan bumi dan isinya tidak lain hanya atom kecil yang tidak bernilai dalam kerajaan Allah yang luas. Bertafakur mengenai segaala ciptaan Allah dan isinya tanpa mengenal batas waktu dan tempat, karena dari alam wujud itulah kita dapat merasakan dan mencintai Allah. Karena seorang mukmin tidak boleh memikirkan Zat Allah, manusia hanya boleh memikirkan Allah dari apa yang diciptakannya. Perbedaan individu dalam bertafakur diantaranya :
1. Kedalaman iman
Kedalaman berfikir dan renungan pertama kali tergantung kepada derajat iman seseorang dan hubungannya dengan Allah. Karena hanya Allah dan diri pribadi yang dapat mengetahuinya. Di dapti hal-hal yang menakjubkan jika seseorang sudah menjalani tafakur yang mendalam, ia betul-betul tenggelam dalam tafakurnya sehingga tidak menyadari lagi apa yang ada disekelilingnya.
2. Kemampuan memusatkan pikiran
Kemampuan individu dalam memusatkan pikiran dengan cepat agar tidak mudah capek dan bosan cirri semacam ini banyak ditentukan oleh system saraf yang diberikan Allah swt kepada seseorang. Seseorang yang memiliki daya tangkap sebagai penjaga pintu yang mengatur saref dan urat nadi yang menghubungkannya ke otak.
3. Kondisi emosional dan rasional
Tafakur membutuhkan ketenangan, ketentraman jiwa, serta kesehatan fisik dan psikologis. Seseorang yang sedang mengalami kegelisahan, cemas dan ketakutan tidak dapat memikirkan tentang ciptaan Allah . oleh sebab itu kesehatan fisik dan sikis sangat di butuhkan pada saat bertafakur . karena pada saat bertafakur atau mmecahkan masalah menjadi lemah bersama dengan tambahnya kegelisahan dan depresi. Walaupun hasil yang di dapatkannya hanya rendah.
4. Faktor lingkungan
Pengaruh lingkungan seseorang tinggal, kadars sibuk tidaknya pikiran dengan problem sehari-hari yang dapat menpengaruhi seseorang untuk melakukan tafkur.
5. Tingkatan pengetahuan tentang objek tafakur
Sejauh mana pengetahuan seseorang tentang objek tafakur. Karena seseorang yang memiliki pengetahuan atau ahli mengenai sesuatu akan mempermudahkan ia pada saat bertafakur.
6. Contoh baik dan pengaruh pergaulan
Pengalaman dan contoh yang diperoleh seseorang pad saat bertafakur apakah sudah sesuai dengan kadar dan ukuran pencapaiannya. Karena dikatakan bahwa oaring yang selalu bertafakur dan berzikir akan dibukakan pintu yang luas untuk mendekat, sehingga seolah-olah ia melihat dan menyaksikan apa yang ada di langit dan di bumi.
7. Esensi sesuatu
Esensi dan cirri sesuatu yang menjadi objek renungan dan proses berpikir dalam mentafakuri ciptaan Allah swt.
8. Kadar kebiasaan terhadap objek
Kebiasaan yang dilakukan seseorang untuk melakukan tafakur dapt menjadikan dirinya tertutup matanya, karena dirinya merasa terbiasa dengan apa yang di lakukannya. Seharusny adengan kebiasaanny aitu manusia harus dapat mengembangkan lebih maju.
Alangkah bahagianya jika kita dengan bertafakur dapat lebih mendekatkan diri dengan Allah dan alam ciptaannya, sehingga kita dapat merasakan kenyamanan dan keakraban dengan alam sekitar tidak hanya dengan manusia saja, tetapi ke semua makhluk ciptaan Allah.
url/psikonseling/tafakur-dalam-perspektif-psikologi.html
Setiap kali manusia tafakur merenungkan dirinya, ia akan mendapatkan rahasia-rahasia yang sangat mengejutkan dan menakjubkan menganai bentuk tubuh dan rahasia-rahasia roh serta alam semesta berikut kekuatan yang nampak dan tidak nampak, serta pemahaman tentang benda-benda empiris dan cara menyimpan dan mengingatkannya kembali. Ia akan tahu tempat penyimpanan berbagai persepsi dan pengetahuannya, bagaimana semua gambaran dan pandangan serta hasil penglihatannya dapat terukir dengan jelas.
Hati yang selalu bertautan dan berhubungan dengan Allah serta pandangan yang benar terhadap alan dan manusia, akan melahirkan kesadaran bahwa bulatan bumi dan isinya tidak lain hanya atom kecil yang tidak bernilai dalam kerajaan Allah yang luas. Bertafakur mengenai segaala ciptaan Allah dan isinya tanpa mengenal batas waktu dan tempat, karena dari alam wujud itulah kita dapat merasakan dan mencintai Allah. Karena seorang mukmin tidak boleh memikirkan Zat Allah, manusia hanya boleh memikirkan Allah dari apa yang diciptakannya. Perbedaan individu dalam bertafakur diantaranya :
1. Kedalaman iman
Kedalaman berfikir dan renungan pertama kali tergantung kepada derajat iman seseorang dan hubungannya dengan Allah. Karena hanya Allah dan diri pribadi yang dapat mengetahuinya. Di dapti hal-hal yang menakjubkan jika seseorang sudah menjalani tafakur yang mendalam, ia betul-betul tenggelam dalam tafakurnya sehingga tidak menyadari lagi apa yang ada disekelilingnya.
2. Kemampuan memusatkan pikiran
Kemampuan individu dalam memusatkan pikiran dengan cepat agar tidak mudah capek dan bosan cirri semacam ini banyak ditentukan oleh system saraf yang diberikan Allah swt kepada seseorang. Seseorang yang memiliki daya tangkap sebagai penjaga pintu yang mengatur saref dan urat nadi yang menghubungkannya ke otak.
3. Kondisi emosional dan rasional
Tafakur membutuhkan ketenangan, ketentraman jiwa, serta kesehatan fisik dan psikologis. Seseorang yang sedang mengalami kegelisahan, cemas dan ketakutan tidak dapat memikirkan tentang ciptaan Allah . oleh sebab itu kesehatan fisik dan sikis sangat di butuhkan pada saat bertafakur . karena pada saat bertafakur atau mmecahkan masalah menjadi lemah bersama dengan tambahnya kegelisahan dan depresi. Walaupun hasil yang di dapatkannya hanya rendah.
4. Faktor lingkungan
Pengaruh lingkungan seseorang tinggal, kadars sibuk tidaknya pikiran dengan problem sehari-hari yang dapat menpengaruhi seseorang untuk melakukan tafkur.
5. Tingkatan pengetahuan tentang objek tafakur
Sejauh mana pengetahuan seseorang tentang objek tafakur. Karena seseorang yang memiliki pengetahuan atau ahli mengenai sesuatu akan mempermudahkan ia pada saat bertafakur.
6. Contoh baik dan pengaruh pergaulan
Pengalaman dan contoh yang diperoleh seseorang pad saat bertafakur apakah sudah sesuai dengan kadar dan ukuran pencapaiannya. Karena dikatakan bahwa oaring yang selalu bertafakur dan berzikir akan dibukakan pintu yang luas untuk mendekat, sehingga seolah-olah ia melihat dan menyaksikan apa yang ada di langit dan di bumi.
7. Esensi sesuatu
Esensi dan cirri sesuatu yang menjadi objek renungan dan proses berpikir dalam mentafakuri ciptaan Allah swt.
8. Kadar kebiasaan terhadap objek
Kebiasaan yang dilakukan seseorang untuk melakukan tafakur dapt menjadikan dirinya tertutup matanya, karena dirinya merasa terbiasa dengan apa yang di lakukannya. Seharusny adengan kebiasaanny aitu manusia harus dapat mengembangkan lebih maju.
Alangkah bahagianya jika kita dengan bertafakur dapat lebih mendekatkan diri dengan Allah dan alam ciptaannya, sehingga kita dapat merasakan kenyamanan dan keakraban dengan alam sekitar tidak hanya dengan manusia saja, tetapi ke semua makhluk ciptaan Allah.
url/psikonseling/tafakur-dalam-perspektif-psikologi.html

maza9071- Moderator

-

Number of posts: 479
Age: 34
Location: pahang
Registration date: 2008-05-01
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
hmmm sokong dengan semua statement rakan dan master2 akan fakta2 yang di berikan oleh tn Maza. Cukup berilmu dan cukup mantap. Terima kasih di atas segala perkongsian tn Maza yer 
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
cyber00 wrote:hmmm sokong dengan semua statement rakan dan master2 akan fakta2 yang di berikan oleh tn Maza. Cukup berilmu dan cukup mantap. Terima kasih di atas segala perkongsian tn Maza yer
Berapa lama masa yang diambil tuan Maza kita untuk sampai ke tahap sekarang ni agaknya ye... Orangnya masih muda tapi gayanya seperti dah separuh abad jer...

Omera- Aktif

-

Number of posts: 1170
Age: 38
Location: Kuala Lumpur
Registration date: 2009-12-14
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
saya sependapat dengan tn omera.by Omera Today at 4:03 pm
+
----
-
cyber00 wrote:hmmm sokong dengan semua statement rakan dan master2 akan fakta2 yang di berikan oleh tn Maza. Cukup berilmu dan cukup mantap. Terima kasih di atas segala perkongsian tn Maza yer Smile
Berapa lama masa yang diambil tuan Maza kita untuk sampai ke tahap sekarang ni agaknya ye... Orangnya masih muda tapi gayanya seperti dah separuh abad jer...
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
Teruskan lagi dgn perkongsiannya ya. Semoga teman2 yg lain bisa menambahkan lagi pendapat yg bernas.
..........................................................................................................................................................................................
Salamun Qaulam Mir Rabbin Rahim
http://www.paranorms.org/t767-mengajar-anak-cara-bersedekah-yg-efektif?highlight=mengajar+anak
http://www.paranorms.org/t617-erti-sin-ilahi-yang-sebenar?highlight=erti
http://www.paranorms.org/t618-erti-sebenar-sin-ilahi-double-post-utk-bacaan-bukan-ahli?highlight=erti

cupi_ketchum- Otai Poster

-

Number of posts: 2447
Age: 25
Location: Wilayah Persekutuan Labuan
Registration date: 2010-01-01
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: “Bertafakur sesaat adalah lebih baik daripada beribadat setahun.” Riwayat ad-Dailani.
Tafakur bukan sekadar berfikir biasa tetapi berfikir secara merenung dengan penuh khusyu’ dan suci untuk mendapat rahsia di sebalik rahsia. Al Quran banyak menekankan konsep tafakur bagi mereka yang berakal, dengan tafakur yang benar, manusia akan mendapat kebenaran. Allah menyembunyikan rahsia kehidupan untuk menjadi ujian bagi manusia, kewujudan Allah, alam malaikat, alam jin, alam barzakh, alam akhirat tiada dapat dilihat dengan mata kasar tetapi ditembusi dengan nur akal oleh mereka yang berfikir. Ribuan cendiakawan manusia memeluk Islam setelah mereka membuat kajian secara rasional dan jujur, mereka tiada boleh berbohong dengan fakta kajian walaupun pada awalnya mereka cuba mengkaji untuk mencari kebohongan, namun akhirnya mereka tunduk kepada kebenaran. Kebenaran terserlah bagaikan mereka melihat matahari di hadapan mereka, bagaikan golongan sihir yang melihat dan mengetahui dengan terang secara penyaksian mata mereka bahawa apa yang ditunjuk oleh Nabi Musa A.S bukannya sihir tetapi mukjizat dari Allah, begitu juga para ilmuan yang benar tunduk dan sujud kepada apa yang dibentang oleh Al Quran dan sejarah Rasulullah SAW bukannya dongeng atau sihir tetapi kebenaran dari Tuhan pencipta mereka. Firman Allah swt yang bermaksud;
Alif, Laam, Miim. Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa;Iaitu orang-orang yang beriman kepada perkara-perkara yang ghaib, dan mendirikan (mengerjakan) sembahyang serta membelanjakan (mendermakan) sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Dan juga orang-orang yang beriman kepada Kitab “Al-Quran” yang diturunkan kepadamu (Wahai Muhammad), dan Kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu, serta mereka yakin akan (adanya) hari akhirat (dengan sepenuhnya). Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang Berjaya [Al-Baqarah-5]
Manafaat Tafakur
dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.
QS. Ar Ra'd (13) : 28
Ketentraman adalah sesuatu keadaan hati dan pikiran, dimana terdapat perasaan nyaman, aman, damai (tidak ada kekacauan), serta perasaan tenang. Pada dasarnya ketentraman adalah tujuan hidup dari seluruh umat. Dengan mempunyai rasa ketentraman hati, maka Insya Allah akan meningkatkan, konsentrasi kita dalam beribadah kepada Allah SWT.
Sebab itu ingatlah Aku niscaya Aku ingat ( pula ) kepada kamu.
QS. Al Baqarah (2) : 152
Di sebuah hadis menyebutkan bahwa Jibril AS mengatakan kepada Rasulullah SAW, bahwasanya Allah SWT telah berfirman : Aku telah memberikan kepada umatmu sesuatu yang tidak pernah kuberikan kepada umat lain. Jibril menjawab, pemberian itu adalah firmanNya; Ingatlah kepadaKu, niscaya Aku akan ingat (pula) kepadamu. DIA belum pernah memfirmankan itu kepada umat lain yang manapun.
Mengingat Allah akan membersihkan hati (kalbu) kita, dengan bersumber dari (kalbu) yang baik dan bersih, maka semua sifat ¬perbuatan kita akan menuju kebaikan dan kebenaran dan mendapat Ridha Allah SWT.
Proses pelatihan dan penerapan tafakur di dalam keseharian kita ini, akan dapat membuat kita lebih berkonsentrasi dan khusuk sewaktu kita melaksanakan ibadah shalat dan membaca kitab suci Al Qur'an dan lbadah lainnya.
Difinisi orang yang berbuat kebaikan :
Yaitu orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan
mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
QS. Al Luqman (31) : 4
Jaminan Allah kepada orang yang berbuat baik di dalam Al Qur'an :
Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan
pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebaikan.
QS. Ali Imron (3) : 148
Tujuan/Manfaat Tafakur sekaligus kesimpulan
Tafakur dilakukan oleh seorang hamba bertujuan dalam rangka mengenal ma’rifatullah kepada Zat Allah, sifat-sifatnya serta nama-namaNya. Diriwayatkan Ibunu Abbas bahwa suatu hari Rasul SAW menemui suatu kaum yang sedang bertafakur. Beliau bertanya, “Mengapa kalian tidak berkata kata? “Mereka menjawab, “Kami sedang memikirkan tentang ciptaan Allah SWT.” Beliaupun bersabda, “Kalau begitu lakukanlah. Pikirkanlah tentang ciptaan Allah, tetapi jangan memikirkan Zat-Nya, karena kamu tidak akan sanggup memikirkannya”.
Jadi bila hendak mengenal Allah bukan Dzatnya yang kita tafakuri atau pikirkan, tapi hasil karya atau ciptaannya yang meliputi bumi langit dan seluruh isinya. Dari proses tafakur ini dengan sendirinya kita dapat menemukan berbagai keajaiban dan rahasia yang menunjukkan kebijaksanaan, kekuasaan, kemuliaan dan keagungan Allah, yang Insya Allah dengan sendirinya tidak hanya akan menuntun jalan kita lebih mengenal Allah, tetapi juga pada akhirnya dapat menumbuhkan rasa cinta seorang hamba kepada sang Khalik-Nya.
Jika kita merutinkan tafakur, maka akan muncul kesempuranaan dalam keberagamaan kita. Siapa saja yang melakukannya dengan baik, maka ia akan beroleh kebaikan yang besar. Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, tidak ada ibadah yang sepenting tafakur. Sebab tafakur itu pelita kalbu. Bila ia pergi, tiada cahaya yang menerangi. Tafakur akan menjadikan hatimu hidup, sinarnya akan menerangi seluruh jiwa dengan keimanan dan keyakinan
wallahuallam
berbagai sumber
Tafakur bukan sekadar berfikir biasa tetapi berfikir secara merenung dengan penuh khusyu’ dan suci untuk mendapat rahsia di sebalik rahsia. Al Quran banyak menekankan konsep tafakur bagi mereka yang berakal, dengan tafakur yang benar, manusia akan mendapat kebenaran. Allah menyembunyikan rahsia kehidupan untuk menjadi ujian bagi manusia, kewujudan Allah, alam malaikat, alam jin, alam barzakh, alam akhirat tiada dapat dilihat dengan mata kasar tetapi ditembusi dengan nur akal oleh mereka yang berfikir. Ribuan cendiakawan manusia memeluk Islam setelah mereka membuat kajian secara rasional dan jujur, mereka tiada boleh berbohong dengan fakta kajian walaupun pada awalnya mereka cuba mengkaji untuk mencari kebohongan, namun akhirnya mereka tunduk kepada kebenaran. Kebenaran terserlah bagaikan mereka melihat matahari di hadapan mereka, bagaikan golongan sihir yang melihat dan mengetahui dengan terang secara penyaksian mata mereka bahawa apa yang ditunjuk oleh Nabi Musa A.S bukannya sihir tetapi mukjizat dari Allah, begitu juga para ilmuan yang benar tunduk dan sujud kepada apa yang dibentang oleh Al Quran dan sejarah Rasulullah SAW bukannya dongeng atau sihir tetapi kebenaran dari Tuhan pencipta mereka. Firman Allah swt yang bermaksud;
Alif, Laam, Miim. Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa;Iaitu orang-orang yang beriman kepada perkara-perkara yang ghaib, dan mendirikan (mengerjakan) sembahyang serta membelanjakan (mendermakan) sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Dan juga orang-orang yang beriman kepada Kitab “Al-Quran” yang diturunkan kepadamu (Wahai Muhammad), dan Kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu, serta mereka yakin akan (adanya) hari akhirat (dengan sepenuhnya). Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang Berjaya [Al-Baqarah-5]
Manafaat Tafakur
dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.
QS. Ar Ra'd (13) : 28
Ketentraman adalah sesuatu keadaan hati dan pikiran, dimana terdapat perasaan nyaman, aman, damai (tidak ada kekacauan), serta perasaan tenang. Pada dasarnya ketentraman adalah tujuan hidup dari seluruh umat. Dengan mempunyai rasa ketentraman hati, maka Insya Allah akan meningkatkan, konsentrasi kita dalam beribadah kepada Allah SWT.
Sebab itu ingatlah Aku niscaya Aku ingat ( pula ) kepada kamu.
QS. Al Baqarah (2) : 152
Di sebuah hadis menyebutkan bahwa Jibril AS mengatakan kepada Rasulullah SAW, bahwasanya Allah SWT telah berfirman : Aku telah memberikan kepada umatmu sesuatu yang tidak pernah kuberikan kepada umat lain. Jibril menjawab, pemberian itu adalah firmanNya; Ingatlah kepadaKu, niscaya Aku akan ingat (pula) kepadamu. DIA belum pernah memfirmankan itu kepada umat lain yang manapun.
Mengingat Allah akan membersihkan hati (kalbu) kita, dengan bersumber dari (kalbu) yang baik dan bersih, maka semua sifat ¬perbuatan kita akan menuju kebaikan dan kebenaran dan mendapat Ridha Allah SWT.
Proses pelatihan dan penerapan tafakur di dalam keseharian kita ini, akan dapat membuat kita lebih berkonsentrasi dan khusuk sewaktu kita melaksanakan ibadah shalat dan membaca kitab suci Al Qur'an dan lbadah lainnya.
Difinisi orang yang berbuat kebaikan :
Yaitu orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan
mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
QS. Al Luqman (31) : 4
Jaminan Allah kepada orang yang berbuat baik di dalam Al Qur'an :
Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan
pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebaikan.
QS. Ali Imron (3) : 148
Tujuan/Manfaat Tafakur sekaligus kesimpulan
Tafakur dilakukan oleh seorang hamba bertujuan dalam rangka mengenal ma’rifatullah kepada Zat Allah, sifat-sifatnya serta nama-namaNya. Diriwayatkan Ibunu Abbas bahwa suatu hari Rasul SAW menemui suatu kaum yang sedang bertafakur. Beliau bertanya, “Mengapa kalian tidak berkata kata? “Mereka menjawab, “Kami sedang memikirkan tentang ciptaan Allah SWT.” Beliaupun bersabda, “Kalau begitu lakukanlah. Pikirkanlah tentang ciptaan Allah, tetapi jangan memikirkan Zat-Nya, karena kamu tidak akan sanggup memikirkannya”.
Jadi bila hendak mengenal Allah bukan Dzatnya yang kita tafakuri atau pikirkan, tapi hasil karya atau ciptaannya yang meliputi bumi langit dan seluruh isinya. Dari proses tafakur ini dengan sendirinya kita dapat menemukan berbagai keajaiban dan rahasia yang menunjukkan kebijaksanaan, kekuasaan, kemuliaan dan keagungan Allah, yang Insya Allah dengan sendirinya tidak hanya akan menuntun jalan kita lebih mengenal Allah, tetapi juga pada akhirnya dapat menumbuhkan rasa cinta seorang hamba kepada sang Khalik-Nya.
Jika kita merutinkan tafakur, maka akan muncul kesempuranaan dalam keberagamaan kita. Siapa saja yang melakukannya dengan baik, maka ia akan beroleh kebaikan yang besar. Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, tidak ada ibadah yang sepenting tafakur. Sebab tafakur itu pelita kalbu. Bila ia pergi, tiada cahaya yang menerangi. Tafakur akan menjadikan hatimu hidup, sinarnya akan menerangi seluruh jiwa dengan keimanan dan keyakinan
wallahuallam
berbagai sumber

maza9071- Moderator

-

Number of posts: 479
Age: 34
Location: pahang
Registration date: 2008-05-01
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
Terima kasih tn maza di atas info yang penuh dengan variasi kecintaan hamba kepada Sang Khalik-NYa. Garapan ayat demi ayat diperhalusi dan mempunyai erti dan maksud bagi yang memahami dan mencari jalan2 yang lurus. Subhanallah Maha Suci Allah.....
Terima Kasih yer Tuan.
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
MEDITASI SUFI
Muraqabah adalah meditasi. Meditasi adalah konsentrasi
dan fokus. Meditasi adalah meminta dan mencari jalan
untuk mencapai apa yang Anda cari. MEDITASI SUFI
adalah tingkat terakhir, titik akhir dari
spiritualitas yang mampu kita capai. Meditasi bukannya
duduk di atas kaki Anda, bersila, memejamkan mata
sambil berpikir bahwa Anda telah mencapai apa yang
sedang Anda cari. Hal tersebut hanyalah imitasi, bukan
meditasi sebenarnya.
Meditasi bukanlah bagi pemula. Ini merupakan tingkat
akhir pagi para darwish dalam Thareqat ini, tingkat
tertinggi bagi amalan Sufi. Meditasi bukan untuk semua
orang. Pertama-tama para pemula harus di persiapkan
dan di latih melalui latihan-latihan spiritual lain
yang mengarah pada perkembangan dari berbagai
karakteristik yang diperlukan untuk mencapai
tingkatan meditasi. Dia harus belajar tata cara dan
menguasai metode sufisme untuk mencapai titik itu. Dia
harus di latih.
Latihan ini amat penting, karena meditasi meminta Anda
untuk menghentikan berbagai perasaan dan keinginan.
Anda harus menghilangkannya untuk menyiapkan diri,
bahkan pada tahap awal meditasi. Diri Anda dipenuhi
dengan berbagai hal yang tidak manfaat dan ini harus
disucikan, juga belajar untuk mengendalikan berbagai
pikiran dan perasaan sebelum pelaksanaan meditasi Sufi
Anda berhasil. Meditasi Sufi adalah sebuah ‘koneksi
atau hubungan’, dan fisik Anda harus mampu membawa
‘koneksi’ ini.
Jika melakukan meditasi namun Anda masih di bawah
kontrol nafsu-nafsu, maka meditasi Anda tidak akan
berhasil. Mungkin Anda mengira sedang bermeditasi,
namun sebenarnya hanya menipu diri sendiri. Anda tidak
akan berhasil dalam disiplin ini tanpa mulai dengan
penyucian diri dan belajar bagaimana menghentikan
gangguan-gangguan tersebut. Dalam meditasi Sufi, Anda
harus melepaskan segala keinginan-keinginan selain
cinta pada dia yang sedang menjadi tujuan meditasi
Anda. Lenyapkan segala nafsu keinginan kecuali cinta
pada yang dituju. Jika tersisa keinginan lain, maka
meditasi Anda tak membuahkan apapun. Mungkin Anda
menyatakan kalau Anda mempraktekkan meditasi namun hal
itu tidak berdasar.
Laksana sebuah sungai mengalir ke samudra, setelah
sampai maka merekapun menyatu, maka demikian pula
halnya dengan jalan meditasi Sufi yang mengarahkan
para pencari pada kefanaan di dalam apa yang sedang
dia cari. Bagaimanapun, para pencari harus
mempertahankan pikiran tunggal untuk mencapai tujuan
akhirnya. Hanya jika dia berkemauan dan mampu
meninggalkan segala hal dan kembali ke dalam dirinya
dengan perhatian tak terbagi, maka dia mampu
menjelajahi jalur ini sampai akhir. Jika berhasil,
baru dia akan menemukan apa yang di carinya.
( Syaikh Nurjan MirAhmadi & DR. Hedieh MirAhmadi)
Muraqabah adalah meditasi. Meditasi adalah konsentrasi
dan fokus. Meditasi adalah meminta dan mencari jalan
untuk mencapai apa yang Anda cari. MEDITASI SUFI
adalah tingkat terakhir, titik akhir dari
spiritualitas yang mampu kita capai. Meditasi bukannya
duduk di atas kaki Anda, bersila, memejamkan mata
sambil berpikir bahwa Anda telah mencapai apa yang
sedang Anda cari. Hal tersebut hanyalah imitasi, bukan
meditasi sebenarnya.
Meditasi bukanlah bagi pemula. Ini merupakan tingkat
akhir pagi para darwish dalam Thareqat ini, tingkat
tertinggi bagi amalan Sufi. Meditasi bukan untuk semua
orang. Pertama-tama para pemula harus di persiapkan
dan di latih melalui latihan-latihan spiritual lain
yang mengarah pada perkembangan dari berbagai
karakteristik yang diperlukan untuk mencapai
tingkatan meditasi. Dia harus belajar tata cara dan
menguasai metode sufisme untuk mencapai titik itu. Dia
harus di latih.
Latihan ini amat penting, karena meditasi meminta Anda
untuk menghentikan berbagai perasaan dan keinginan.
Anda harus menghilangkannya untuk menyiapkan diri,
bahkan pada tahap awal meditasi. Diri Anda dipenuhi
dengan berbagai hal yang tidak manfaat dan ini harus
disucikan, juga belajar untuk mengendalikan berbagai
pikiran dan perasaan sebelum pelaksanaan meditasi Sufi
Anda berhasil. Meditasi Sufi adalah sebuah ‘koneksi
atau hubungan’, dan fisik Anda harus mampu membawa
‘koneksi’ ini.
Jika melakukan meditasi namun Anda masih di bawah
kontrol nafsu-nafsu, maka meditasi Anda tidak akan
berhasil. Mungkin Anda mengira sedang bermeditasi,
namun sebenarnya hanya menipu diri sendiri. Anda tidak
akan berhasil dalam disiplin ini tanpa mulai dengan
penyucian diri dan belajar bagaimana menghentikan
gangguan-gangguan tersebut. Dalam meditasi Sufi, Anda
harus melepaskan segala keinginan-keinginan selain
cinta pada dia yang sedang menjadi tujuan meditasi
Anda. Lenyapkan segala nafsu keinginan kecuali cinta
pada yang dituju. Jika tersisa keinginan lain, maka
meditasi Anda tak membuahkan apapun. Mungkin Anda
menyatakan kalau Anda mempraktekkan meditasi namun hal
itu tidak berdasar.
Laksana sebuah sungai mengalir ke samudra, setelah
sampai maka merekapun menyatu, maka demikian pula
halnya dengan jalan meditasi Sufi yang mengarahkan
para pencari pada kefanaan di dalam apa yang sedang
dia cari. Bagaimanapun, para pencari harus
mempertahankan pikiran tunggal untuk mencapai tujuan
akhirnya. Hanya jika dia berkemauan dan mampu
meninggalkan segala hal dan kembali ke dalam dirinya
dengan perhatian tak terbagi, maka dia mampu
menjelajahi jalur ini sampai akhir. Jika berhasil,
baru dia akan menemukan apa yang di carinya.
( Syaikh Nurjan MirAhmadi & DR. Hedieh MirAhmadi)

maza9071- Moderator

-

Number of posts: 479
Age: 34
Location: pahang
Registration date: 2008-05-01
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
Peraturan buat meditasi :
1. Jangan buat meditasi jika badan kita terlalu penat atau letih.
2. Jangan makan terlalu kenyang sebelum meditasi.
3. Makan sekurang-kurangnya 3 jam sebelum meditasi.
4. Jangan meditasi pada tengah hari dan tengah malam.
5. Pastikan minum air yang secukupnya.
6. Pastikan badan dan pakaian bersih.
7. Jangan meditasi ditempat yang kotor.
8. Jangan meditasi dirumah orang atau tempat orang lain .
9. Jangan meditasi dibilik tidur , tempat rehat , tempat makan .
10. Pastikan tempat yang anda meditasi bersih , senyap dan tiada gangguan
11. Sebaik-baiknya Beruduk sebelum bermeditasi
12. Sebelum meditasi sembayang hajat atau baca beberapa surah Al Quraan yang singkat .
13. Sebelum mula meditasi minta kebenaran , perlindungan dan bantuan dari Allah SWT.
14. Gunakan tikar , kain yang tebal untuk duduk semasa meditasi.
15. Jangan duduk dilantai tanpa alas ( Magnetik bumi akan serap energy anda ).
16. Pastikan tulang belakang anda tegak semasa meditasi.
17. Pernafasaan yang tenang dan teratur , tidak terlalu laju atau perlahan.
18. Jangan berfikir semasa meditasi , sama ada yang baik atau buruk
19. Pada permulaan jangan buat terlalu lama 5 minit sudah memandai.
20. Selepas meditasi duduk diam untuk beberapa minit.
21. Mengucap terima kasih kepada Allah SWT selepas meditasi.
Kita akan meditasikan Allah .
Kita akan membawa Allah kedalam diri kita dengan meditasi.
berbagai sumber
1. Jangan buat meditasi jika badan kita terlalu penat atau letih.
2. Jangan makan terlalu kenyang sebelum meditasi.
3. Makan sekurang-kurangnya 3 jam sebelum meditasi.
4. Jangan meditasi pada tengah hari dan tengah malam.
5. Pastikan minum air yang secukupnya.
6. Pastikan badan dan pakaian bersih.
7. Jangan meditasi ditempat yang kotor.
8. Jangan meditasi dirumah orang atau tempat orang lain .
9. Jangan meditasi dibilik tidur , tempat rehat , tempat makan .
10. Pastikan tempat yang anda meditasi bersih , senyap dan tiada gangguan
11. Sebaik-baiknya Beruduk sebelum bermeditasi
12. Sebelum meditasi sembayang hajat atau baca beberapa surah Al Quraan yang singkat .
13. Sebelum mula meditasi minta kebenaran , perlindungan dan bantuan dari Allah SWT.
14. Gunakan tikar , kain yang tebal untuk duduk semasa meditasi.
15. Jangan duduk dilantai tanpa alas ( Magnetik bumi akan serap energy anda ).
16. Pastikan tulang belakang anda tegak semasa meditasi.
17. Pernafasaan yang tenang dan teratur , tidak terlalu laju atau perlahan.
18. Jangan berfikir semasa meditasi , sama ada yang baik atau buruk
19. Pada permulaan jangan buat terlalu lama 5 minit sudah memandai.
20. Selepas meditasi duduk diam untuk beberapa minit.
21. Mengucap terima kasih kepada Allah SWT selepas meditasi.
Kita akan meditasikan Allah .
Kita akan membawa Allah kedalam diri kita dengan meditasi.
berbagai sumber

maza9071- Moderator

-

Number of posts: 479
Age: 34
Location: pahang
Registration date: 2008-05-01
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
maza9071 wrote:Peraturan buat meditasi :
1. Jangan buat meditasi jika badan kita terlalu penat atau letih.
2. Jangan makan terlalu kenyang sebelum meditasi.
3. Makan sekurang-kurangnya 3 jam sebelum meditasi.
4. Jangan meditasi pada tengah hari dan tengah malam.
5. Pastikan minum air yang secukupnya.
6. Pastikan badan dan pakaian bersih.
7. Jangan meditasi ditempat yang kotor.
8. Jangan meditasi dirumah orang atau tempat orang lain .
9. Jangan meditasi dibilik tidur , tempat rehat , tempat makan .
10. Pastikan tempat yang anda meditasi bersih , senyap dan tiada gangguan
11. Sebaik-baiknya Beruduk sebelum bermeditasi
12. Sebelum meditasi sembayang hajat atau baca beberapa surah Al Quraan yang singkat .
13. Sebelum mula meditasi minta kebenaran , perlindungan dan bantuan dari Allah SWT.
14. Gunakan tikar , kain yang tebal untuk duduk semasa meditasi.
15. Jangan duduk dilantai tanpa alas ( Magnetik bumi akan serap energy anda ).
16. Pastikan tulang belakang anda tegak semasa meditasi.
17. Pernafasaan yang tenang dan teratur , tidak terlalu laju atau perlahan.
18. Jangan berfikir semasa meditasi , sama ada yang baik atau buruk
19. Pada permulaan jangan buat terlalu lama 5 minit sudah memandai.
20. Selepas meditasi duduk diam untuk beberapa minit.
21. Mengucap terima kasih kepada Allah SWT selepas meditasi.
Kita akan meditasikan Allah .
Kita akan membawa Allah kedalam diri kita dengan meditasi.
berbagai sumber
mantap panduannya tu tn...tqvm
..........................................................................................................................................................................................

Salam Sejahtera, Semoga Anda dan Semua Makhluk Berbahagia
Senyum, Relax, Pasrah

Paranorms- Moderator

-

Number of posts: 2274
Age: 25
Location: Kota Kinabalu
Registration date: 2008-02-12
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
Peraturan 14 dan 15..
hurmmm.. boleh tolong berikan lebih pencerahan? akan jadi ape jika tak ikut peraturan no 14 dan 15 nie??
hurmmm.. boleh tolong berikan lebih pencerahan? akan jadi ape jika tak ikut peraturan no 14 dan 15 nie??

ifahuzir- Aktif

-

Number of posts: 1858
Age: 32
Location: Kuala Lumpur - Sepang
Registration date: 2010-10-18
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
Kalau tidak di ikut, nanti punggung dan kaki akan tumbuh kematu. Seriously, bukan lawak.
Ini betul2. Ramai pengamal meditasi mempunyai masalah kematu atau kulit keras di tepi kaki (Bukan tapak kaki). Jadi, seelok2 nya gunakan alas utk mengelakkan gejala ini.
Ini betul2. Ramai pengamal meditasi mempunyai masalah kematu atau kulit keras di tepi kaki (Bukan tapak kaki). Jadi, seelok2 nya gunakan alas utk mengelakkan gejala ini.
..........................................................................................................................................................................................
Salamun Qaulam Mir Rabbin Rahim
http://www.paranorms.org/t767-mengajar-anak-cara-bersedekah-yg-efektif?highlight=mengajar+anak
http://www.paranorms.org/t617-erti-sin-ilahi-yang-sebenar?highlight=erti
http://www.paranorms.org/t618-erti-sebenar-sin-ilahi-double-post-utk-bacaan-bukan-ahli?highlight=erti

cupi_ketchum- Otai Poster

-

Number of posts: 2447
Age: 25
Location: Wilayah Persekutuan Labuan
Registration date: 2010-01-01
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
Kalau peraturan 4 pulak mcm mn. Bukankah masa tgh mlm adalah yg terbaik sebab suasana yg lebih hening membantu dlm medit.

ZubaiR Al-Palembani- Rakan Baru

-

Number of posts: 34
Age: 36
Location: Penang
Registration date: 2011-09-01
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
cupi_ketchum wrote:Kalau tidak di ikut, nanti punggung dan kaki akan tumbuh kematu. Seriously, bukan lawak.
Ini betul2. Ramai pengamal meditasi mempunyai masalah kematu atau kulit keras di tepi kaki (Bukan tapak kaki). Jadi, seelok2 nya gunakan alas utk mengelakkan gejala ini.
Owh.. Terima kasih atas pencerahan.. patut lah pengikut ajaran budha bermeditasi dengan kedua telapak kaki di atas peha..

ifahuzir- Aktif

-

Number of posts: 1858
Age: 32
Location: Kuala Lumpur - Sepang
Registration date: 2010-10-18
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
cupi_ketchum wrote:Kalau tidak di ikut, nanti punggung dan kaki akan tumbuh kematu. Seriously, bukan lawak.
Ini betul2. Ramai pengamal meditasi mempunyai masalah kematu atau kulit keras di tepi kaki (Bukan tapak kaki). Jadi, seelok2 nya gunakan alas utk mengelakkan gejala ini.
rasanya bgini pok, soal kematu bkn mslh utama walaupun mmg ada kes jdi bgtu. kalau ikut pengalaman sy, meditasi tanpa alas terutama jika lantai simen akan membuat wap dingin dr simen tu masuk ke tulang2 dan lama-kelamaan menimbulkan reumatik/sakit tulang.
lagi, kalau sistem energy kita blm terhubung baik dgn inti bumi mmg blh jadi energy hasil meditasi tu diserap masuk ke bumi. nda la siok kan.
jadi sebaiknya pakai alas lah lagipun selesa bah itu
..........................................................................................................................................................................................

Salam Sejahtera, Semoga Anda dan Semua Makhluk Berbahagia
Senyum, Relax, Pasrah

Paranorms- Moderator

-

Number of posts: 2274
Age: 25
Location: Kota Kinabalu
Registration date: 2008-02-12
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
Paranorms wrote:cupi_ketchum wrote:Kalau tidak di ikut, nanti punggung dan kaki akan tumbuh kematu. Seriously, bukan lawak.
Ini betul2. Ramai pengamal meditasi mempunyai masalah kematu atau kulit keras di tepi kaki (Bukan tapak kaki). Jadi, seelok2 nya gunakan alas utk mengelakkan gejala ini.
rasanya bgini pok, soal kematu bkn mslh utama walaupun mmg ada kes jdi bgtu. kalau ikut pengalaman sy, meditasi tanpa alas terutama jika lantai simen akan membuat wap dingin dr simen tu masuk ke tulang2 dan lama-kelamaan menimbulkan reumatik/sakit tulang.
lagi, kalau sistem energy kita blm terhubung baik dgn inti bumi mmg blh jadi energy hasil meditasi tu diserap masuk ke bumi. nda la siok kan.
jadi sebaiknya pakai alas lah lagipun selesa bah itu
Lagik tebal lagik selesa... leh guna bantal kekabu yang besar saiz 1mx1m cam org alas punggung pengantin dan tok kadi masa nak menikah tuh..

ifahuzir- Aktif

-

Number of posts: 1858
Age: 32
Location: Kuala Lumpur - Sepang
Registration date: 2010-10-18
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
ifahuzir wrote:Paranorms wrote:cupi_ketchum wrote:Kalau tidak di ikut, nanti punggung dan kaki akan tumbuh kematu. Seriously, bukan lawak.
Ini betul2. Ramai pengamal meditasi mempunyai masalah kematu atau kulit keras di tepi kaki (Bukan tapak kaki). Jadi, seelok2 nya gunakan alas utk mengelakkan gejala ini.
rasanya bgini pok, soal kematu bkn mslh utama walaupun mmg ada kes jdi bgtu. kalau ikut pengalaman sy, meditasi tanpa alas terutama jika lantai simen akan membuat wap dingin dr simen tu masuk ke tulang2 dan lama-kelamaan menimbulkan reumatik/sakit tulang.
lagi, kalau sistem energy kita blm terhubung baik dgn inti bumi mmg blh jadi energy hasil meditasi tu diserap masuk ke bumi. nda la siok kan.
jadi sebaiknya pakai alas lah lagipun selesa bah itu
Lagik tebal lagik selesa... leh guna bantal kekabu yang besar saiz 1mx1m cam org alas punggung pengantin dan tok kadi masa nak menikah tuh..
eheh btl tn...klu meditasi harus selesa agar keadaan kita hampir tertidur. hampir2 tertidur itu level meditasi yg sgt tinggi
..........................................................................................................................................................................................

Salam Sejahtera, Semoga Anda dan Semua Makhluk Berbahagia
Senyum, Relax, Pasrah

Paranorms- Moderator

-

Number of posts: 2274
Age: 25
Location: Kota Kinabalu
Registration date: 2008-02-12
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
Heheheh ijawapan yg ku bagi tu bersifat umum saja guru. Mekasih utk penambahannya.
..........................................................................................................................................................................................
Salamun Qaulam Mir Rabbin Rahim
http://www.paranorms.org/t767-mengajar-anak-cara-bersedekah-yg-efektif?highlight=mengajar+anak
http://www.paranorms.org/t617-erti-sin-ilahi-yang-sebenar?highlight=erti
http://www.paranorms.org/t618-erti-sebenar-sin-ilahi-double-post-utk-bacaan-bukan-ahli?highlight=erti

cupi_ketchum- Otai Poster

-

Number of posts: 2447
Age: 25
Location: Wilayah Persekutuan Labuan
Registration date: 2010-01-01
Re: Tafakur dalam perspektif psikologi islam
Paranorms wrote:ifahuzir wrote:Paranorms wrote:cupi_ketchum wrote:Kalau tidak di ikut, nanti punggung dan kaki akan tumbuh kematu. Seriously, bukan lawak.
Ini betul2. Ramai pengamal meditasi mempunyai masalah kematu atau kulit keras di tepi kaki (Bukan tapak kaki). Jadi, seelok2 nya gunakan alas utk mengelakkan gejala ini.
rasanya bgini pok, soal kematu bkn mslh utama walaupun mmg ada kes jdi bgtu. kalau ikut pengalaman sy, meditasi tanpa alas terutama jika lantai simen akan membuat wap dingin dr simen tu masuk ke tulang2 dan lama-kelamaan menimbulkan reumatik/sakit tulang.
lagi, kalau sistem energy kita blm terhubung baik dgn inti bumi mmg blh jadi energy hasil meditasi tu diserap masuk ke bumi. nda la siok kan.
jadi sebaiknya pakai alas lah lagipun selesa bah itu
Lagik tebal lagik selesa... leh guna bantal kekabu yang besar saiz 1mx1m cam org alas punggung pengantin dan tok kadi masa nak menikah tuh..
eheh btl tn...klu meditasi harus selesa agar keadaan kita hampir tertidur. hampir2 tertidur itu level meditasi yg sgt tinggi
Owhh.. nanti leh la try.. mungkin akan kurang rasa kebas² seluruh kaki dan bermedit dengan lebih selesa.. yahoo

ifahuzir- Aktif

-

Number of posts: 1858
Age: 32
Location: Kuala Lumpur - Sepang
Registration date: 2010-10-18
Page 2 of 2 •
1, 2
Similar topics» gambar psikologi
» Best websites about Islam
» Islam in Europe
» Good books about Islam
» Pembahagian Harta Menurut Islam
» Best websites about Islam
» Islam in Europe
» Good books about Islam
» Pembahagian Harta Menurut Islam
Qalam Ilahi Wellness Center Malaysia :: Forum Umum | General Forum :: Artikel Ilmu | Knowledge articles
Page 2 of 2
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum