BAGAIMANA PENYEMBUHAN TAPAK TANGAN BEKERJA
Qalam Ilahi Wellness Center Malaysia :: Forum Umum | General Forum :: Artikel Ilmu | Knowledge articles
Page 1 of 1 • Share •
BAGAIMANA PENYEMBUHAN TAPAK TANGAN BEKERJA
BAGAIMANA PENYEMBUHAN TAPAK TANGAN BEKERJA (SPIRITUAL)
Mawlana Shaykh Hisham al-Kabbani merawat jantung Presiden Indonesia
Sekitar Energi dan Bagaimana Penyembuhan Spiritual Bekerja
Penyembuhan spiritual bukanlah merupakan proses yang misters sama sekali, melainkan sangat luas dan terbuka, walaupun seringkali cukup kompleks. Teknik-teknik penyembuhan spiritual melibatkan medan energi yang terdapat di sekitar kita masing-masing. Setiap orang memiliki suatu medan energi atau suatu aura yang mengitari dan menembusi tubuh fisikal. Medan ini sangat erat berhubungan dengan kesehatan manusia.
Dalam budaya yang berbeza, energi dikenal dengan nama yang berbeza-beza. Kata ‘energi’ mengacu kepada :Ki dalam kebudayaan Jepun. Chi dalam kebudayaan Cina, Prana dalam kebudayaan Hindu, Qudra dalam kebudayaan Arab
Energi adalah nafas kehidupan yang dipancarkan kepada kita dari Yang Wujud, Yang Maha Perkasa dan Baqa, yang memelihara seluruh manusia beserta seluruh ciptaan-Nya. Energi yang mengatur pola pikir dan emosi kita adalah sumber dari kekuatan hidup kita dan merupakan faktor yang menggerakkan dalam seluruh mahkluk hidup. Ia berputar melalui tubuh kita dan dapat pula digunakan sebagai kekuatan untuk penyembuhan. Itulah yang merupakan sumber dari seluruh pergerakan di dunia ini. Bila tubuh manusia kehilangan nafas kehidupan ini, maka energi asal (atau kekuatan hidup) akan meninggalkannya, membiarkan tubuhnya untuk membusuk. Tubuhnya kembali ke asalnya yang bersifat bumi, dan rohnya kembali ke asal dari energi rohaniah yang bersifat malaikat. Energi ini tak pernah hilang dan tetap ada, tanpa rahasia dari sifat alamiahnya dimengerti oleh ilmu pengetahuan dan pengobatan moden (alopati).
Energi rohaniah yang tak diketahui ini berada di belakang kehidupan setiap titis darah dari mahkluk yang bergerak, pergerakan di balik setiap sel hidup, dan kekuatan penggerak dari gugusan-gugusan bintang dan galaksi-galaksi. Ia membawa kekuatan yang lengkap dan sempurna yang nyata, aktif dan berkesinambungan. Gerakan dari kekuatan ini adalah asli karena tak sesuatupun dapat tumbuh atau hidup di seluruh dunia ini tanpa luput dari pengaruhnya.
Hal ini terutama dapat diterapkan di bumi, di-tempat2 yang tidak ada pepohonan, rumput, sayuran dan benar-benar tak ada kehidupan yang dapat terwujud tanpa halangan dari energi yang tak nampak dan tak diketahui ini. Dengan energi inilah sebuah tanaman kecil, dapat menyeruak di tengah gurun pasir yang demikian luasnya. Kekuatan hidup rohaniah yang energetik ini memegang organ-organ pembuluh darah, dan seluruh bagian tubuh berada di tempatnya. Bila daya hidup tubuh menghilang, maka hubungan antara organ tubuh menjadi berubah dan terganggu, yang akan mengarah kepada kesakitan, disfungsi organ dan gangguan kesehatan secara menyeluruh.
Kekuatan hidup yang bersifat energi rohaniah tersebut menciptakan medan energi di sekitarnya seperti magnet yang di-charger (diberi muatan) dengan kuat atau elektrod. Kekuatan ini merefleksikan energinya melalui sekujur tubuh manusia dan menjadi kekuatan penggerak hidup di belakang seluruh aktiviti dan prosesnya. Kekuatan hidup tersebut tidak hanya memberikan energi kepada tubuh namun juga memberinya identiti. Seperti sebuah atom yang diberi ciri oleh susunan elektron-elektron, proton dan neutronnya—yang sekaligus merupakan komponen energinya - demikian pula kekuatan hidup rohaniah memberikan energi dan identiti pada jasadnya.
Energi penyembuhan spiritual beranalogi dengan air terjun. Bila sebuah air terjun disalurkan dengan cara yang tepat, maka kekuatannya dapat digunakan untuk menghasilkan energi dan memberikan penerangan. Demikian pula, bila aliran darah disalurkan dengan tepat melalui sistem yang seimbang maka kekuatan penggerak dari energi tersebut akan menguatkan energi dari organ-organ yang lemah.
Dalam organ-organ yang kekuatan hidupnya telah melemah dan berkurang, penyembuhan spiritual akan menambah dan mengaktifkan kekuatan-kekuatan vital ini. Teknik penyembuhan spiritual memungkinkan energi hidup untuk menyebar dengan cepat untuk mengaktifkan anggota yang sakit dan menyembuhkannya.
Fenomena yang sama juga terlihat dalam reaksi atom, di mana kekuatan yang dahsyat dibebaskan dari energi internal atom tersebut. Energi yang dihasilkan secara geometris meningkat, sejalan dengan atom yang diaktifkan dan berenergi menyebarkan energinya ke sekitarnya, membangun reaksi berantai dari pembebasan energi.
Prinsip yang sama dari reaksi atom tersebut digunakan oleh para penyembuh spiritual untuk memusatkan dan mengaktifkan kekuatan hidup yang terdapat dalam diri si pesakit. Mirip dengan cara yang digunakan ahli perubatan moden yang mengarahkan laser untuk menyembuhkan bagian tubuh yang terserang, para penyembuh spiritual mengakses reaksi berantai serupa dari energi yang terdapat di dalam tubuh, menyalurkannya ke bagian yang terserang untuk menyembuhkan sakit dan penderitaan. Bila satu organ mulai sembuh, yang lainnya mengunakan energi yang dibebaskan untuk mengaktifkan dan membebaskan energi dalamnya, yang pada gilirannya akan membangun keseimbangan fisiologi dan bebas dari rasa sakit.
Tiga Fasa Penyembuhan Spiritual
Gaya Universal--atau energi kosmik--meliputi energi-energi dari planet-planet, bintang-bintang, serta galaksi-galaksi, dan apapun yang berada di sekitar kita yang membangkitkan medan energi. Gaya yang menyebar ke seluruh bagian yang sangat luas ini memelihara jiwa kita, roh dan energi dalam dari masing-masing individu dan dalam setiap makhluk hidup. Melalui proses perenungan dari penyembuhan spiritual, seseorang dapat mengakses energi penggerak yang terdapat dalam setiap sel di dalam tubuh.
Energi tersebut disalurkan ke korteks otak, yang merupakan pusat proses dari pikiran kita. Dari sana akan difokuskan dan disalurkan secara intens di dalam inti batang otak, yang diaktikan dan dirangsang dengan kekuatan hidup yang sudah terfokus . Pada gilirannya, impuls dikirimkan ke sistem syaraf otonom, mengatur fungsi tubuh, memeliharanya dalam keseimbangan, dan bebas dari rasa sakit. Konsentrasi energi di dalam otak menyusun fasa pertama dari penyembuhan spiritual.
Proses ini pada gilirannya nanti akan merangsang syaraf vagus untuk mengirimkan impuls listrik ke sistem jantung ke simpul sinoatrial, melalui saluran antar simpul, melalui simpul atrioventrikular, menuruni Bundles of His, lalu keluar dari serat Purkinje, lalu ke dalam dinding miokardial untuk memulai sistol. Perpindahan energi yang mengisi jantung ini adalah fasa kedua dari penyembuhan Spiritual. Keadaan-keadaan seperti sakit dada karena kurangnya bekalan darah ke jantung, kegagalan jantung , cardiomiopathy dan tekanan darah tinggi, sebagai tambahan dari banyak penyakit jantung yang berkaitan dengannya, disembuhkan dan pesakit kemudian dapat sihat kembali dan terbebas dari rasa sakit.
Energinya kemudian di pamkan bersamaan dengan darah keluar dari jantung melalui sistem vascular dan dikirimkan ke seluruh tubuh dalam fasa ketiga dari penyembuhan spiritual. Fokus utama dari fasa ketiga ini adalah aorta, yang merupakan saluran bagi gelombang energi yang menyembuhkan yang dibawa oleh darah.
Seiring dengan mengalirnya darah dari jantung, mula-mula dia dialirkan balik ke jantung melalui pembuluh-pembuluh arteri koroner dalam suatu reaksi rantai yang berkesinambungan dan meningkatkan energi di dalam jantung itu sendiri, dengan cara yang mirip dengan matahari meningkatkan cahayanya melalui reaksi intinya sendiri. Siklus ini menghasilkan energi lebih dan lebih banyak lagi, yang dituangkan keluar sistem vaskular dengan titik-titik fokus pada arteri-arteri utama, membekali otak melalui arteri karotid. Ia juga berjalan melewati arteri-arteri subclavian menuju ujung-ujung bagian atas, sirkulasi splanchnic menuju perut, melewati arteri-arteri renal menuju ginjal, dan melalui pembuluh-pembuluh panggul menuju ke ujung-ujung bagian bawah.
Volume titisan darah yang besar bagaikan air terjun yang terjadi dari sungai yang amat besar menuruni sisi jurang dari sebuah gunung yang tinggi. Seluruh tumbuhan dan binatang di sekitar daerah aliran airnya menjadi terawat dan terhidup dengan baik, dan setiap sel di dalam tubuh tersembuhkan ketika gelombang energi rohaniah vital mencapainya.
Sebuah jantung yang sihat akan menguatkan tubuh yang lemah, namun bila jantungnya lemah dan berpenyakit--walaupun dalam tubuh orang yang masih muda--tubuh tak akan sehat dan berusia panjang. Kerana itu, memelihara jantung menjadi prioriti pertama bagi para penyembuh spiritual. Lebih jauh lagi, memelihara otak juga merupakan prioriti penting lainnya untuk menjaga aliran arahan dari otak agar berfungsi dengan semestinya.
http://warisansunankalijaga.blogspot.com/2010/08/bagaimana-penyembuhan-tapak-tangan.html
Mawlana Shaykh Hisham al-Kabbani merawat jantung Presiden Indonesia
Sekitar Energi dan Bagaimana Penyembuhan Spiritual Bekerja
Penyembuhan spiritual bukanlah merupakan proses yang misters sama sekali, melainkan sangat luas dan terbuka, walaupun seringkali cukup kompleks. Teknik-teknik penyembuhan spiritual melibatkan medan energi yang terdapat di sekitar kita masing-masing. Setiap orang memiliki suatu medan energi atau suatu aura yang mengitari dan menembusi tubuh fisikal. Medan ini sangat erat berhubungan dengan kesehatan manusia.
Dalam budaya yang berbeza, energi dikenal dengan nama yang berbeza-beza. Kata ‘energi’ mengacu kepada :Ki dalam kebudayaan Jepun. Chi dalam kebudayaan Cina, Prana dalam kebudayaan Hindu, Qudra dalam kebudayaan Arab
Energi adalah nafas kehidupan yang dipancarkan kepada kita dari Yang Wujud, Yang Maha Perkasa dan Baqa, yang memelihara seluruh manusia beserta seluruh ciptaan-Nya. Energi yang mengatur pola pikir dan emosi kita adalah sumber dari kekuatan hidup kita dan merupakan faktor yang menggerakkan dalam seluruh mahkluk hidup. Ia berputar melalui tubuh kita dan dapat pula digunakan sebagai kekuatan untuk penyembuhan. Itulah yang merupakan sumber dari seluruh pergerakan di dunia ini. Bila tubuh manusia kehilangan nafas kehidupan ini, maka energi asal (atau kekuatan hidup) akan meninggalkannya, membiarkan tubuhnya untuk membusuk. Tubuhnya kembali ke asalnya yang bersifat bumi, dan rohnya kembali ke asal dari energi rohaniah yang bersifat malaikat. Energi ini tak pernah hilang dan tetap ada, tanpa rahasia dari sifat alamiahnya dimengerti oleh ilmu pengetahuan dan pengobatan moden (alopati).
Energi rohaniah yang tak diketahui ini berada di belakang kehidupan setiap titis darah dari mahkluk yang bergerak, pergerakan di balik setiap sel hidup, dan kekuatan penggerak dari gugusan-gugusan bintang dan galaksi-galaksi. Ia membawa kekuatan yang lengkap dan sempurna yang nyata, aktif dan berkesinambungan. Gerakan dari kekuatan ini adalah asli karena tak sesuatupun dapat tumbuh atau hidup di seluruh dunia ini tanpa luput dari pengaruhnya.
Hal ini terutama dapat diterapkan di bumi, di-tempat2 yang tidak ada pepohonan, rumput, sayuran dan benar-benar tak ada kehidupan yang dapat terwujud tanpa halangan dari energi yang tak nampak dan tak diketahui ini. Dengan energi inilah sebuah tanaman kecil, dapat menyeruak di tengah gurun pasir yang demikian luasnya. Kekuatan hidup rohaniah yang energetik ini memegang organ-organ pembuluh darah, dan seluruh bagian tubuh berada di tempatnya. Bila daya hidup tubuh menghilang, maka hubungan antara organ tubuh menjadi berubah dan terganggu, yang akan mengarah kepada kesakitan, disfungsi organ dan gangguan kesehatan secara menyeluruh.
Kekuatan hidup yang bersifat energi rohaniah tersebut menciptakan medan energi di sekitarnya seperti magnet yang di-charger (diberi muatan) dengan kuat atau elektrod. Kekuatan ini merefleksikan energinya melalui sekujur tubuh manusia dan menjadi kekuatan penggerak hidup di belakang seluruh aktiviti dan prosesnya. Kekuatan hidup tersebut tidak hanya memberikan energi kepada tubuh namun juga memberinya identiti. Seperti sebuah atom yang diberi ciri oleh susunan elektron-elektron, proton dan neutronnya—yang sekaligus merupakan komponen energinya - demikian pula kekuatan hidup rohaniah memberikan energi dan identiti pada jasadnya.
Energi penyembuhan spiritual beranalogi dengan air terjun. Bila sebuah air terjun disalurkan dengan cara yang tepat, maka kekuatannya dapat digunakan untuk menghasilkan energi dan memberikan penerangan. Demikian pula, bila aliran darah disalurkan dengan tepat melalui sistem yang seimbang maka kekuatan penggerak dari energi tersebut akan menguatkan energi dari organ-organ yang lemah.
Dalam organ-organ yang kekuatan hidupnya telah melemah dan berkurang, penyembuhan spiritual akan menambah dan mengaktifkan kekuatan-kekuatan vital ini. Teknik penyembuhan spiritual memungkinkan energi hidup untuk menyebar dengan cepat untuk mengaktifkan anggota yang sakit dan menyembuhkannya.
Fenomena yang sama juga terlihat dalam reaksi atom, di mana kekuatan yang dahsyat dibebaskan dari energi internal atom tersebut. Energi yang dihasilkan secara geometris meningkat, sejalan dengan atom yang diaktifkan dan berenergi menyebarkan energinya ke sekitarnya, membangun reaksi berantai dari pembebasan energi.
Prinsip yang sama dari reaksi atom tersebut digunakan oleh para penyembuh spiritual untuk memusatkan dan mengaktifkan kekuatan hidup yang terdapat dalam diri si pesakit. Mirip dengan cara yang digunakan ahli perubatan moden yang mengarahkan laser untuk menyembuhkan bagian tubuh yang terserang, para penyembuh spiritual mengakses reaksi berantai serupa dari energi yang terdapat di dalam tubuh, menyalurkannya ke bagian yang terserang untuk menyembuhkan sakit dan penderitaan. Bila satu organ mulai sembuh, yang lainnya mengunakan energi yang dibebaskan untuk mengaktifkan dan membebaskan energi dalamnya, yang pada gilirannya akan membangun keseimbangan fisiologi dan bebas dari rasa sakit.
Tiga Fasa Penyembuhan Spiritual
Gaya Universal--atau energi kosmik--meliputi energi-energi dari planet-planet, bintang-bintang, serta galaksi-galaksi, dan apapun yang berada di sekitar kita yang membangkitkan medan energi. Gaya yang menyebar ke seluruh bagian yang sangat luas ini memelihara jiwa kita, roh dan energi dalam dari masing-masing individu dan dalam setiap makhluk hidup. Melalui proses perenungan dari penyembuhan spiritual, seseorang dapat mengakses energi penggerak yang terdapat dalam setiap sel di dalam tubuh.
Energi tersebut disalurkan ke korteks otak, yang merupakan pusat proses dari pikiran kita. Dari sana akan difokuskan dan disalurkan secara intens di dalam inti batang otak, yang diaktikan dan dirangsang dengan kekuatan hidup yang sudah terfokus . Pada gilirannya, impuls dikirimkan ke sistem syaraf otonom, mengatur fungsi tubuh, memeliharanya dalam keseimbangan, dan bebas dari rasa sakit. Konsentrasi energi di dalam otak menyusun fasa pertama dari penyembuhan spiritual.
Proses ini pada gilirannya nanti akan merangsang syaraf vagus untuk mengirimkan impuls listrik ke sistem jantung ke simpul sinoatrial, melalui saluran antar simpul, melalui simpul atrioventrikular, menuruni Bundles of His, lalu keluar dari serat Purkinje, lalu ke dalam dinding miokardial untuk memulai sistol. Perpindahan energi yang mengisi jantung ini adalah fasa kedua dari penyembuhan Spiritual. Keadaan-keadaan seperti sakit dada karena kurangnya bekalan darah ke jantung, kegagalan jantung , cardiomiopathy dan tekanan darah tinggi, sebagai tambahan dari banyak penyakit jantung yang berkaitan dengannya, disembuhkan dan pesakit kemudian dapat sihat kembali dan terbebas dari rasa sakit.
Energinya kemudian di pamkan bersamaan dengan darah keluar dari jantung melalui sistem vascular dan dikirimkan ke seluruh tubuh dalam fasa ketiga dari penyembuhan spiritual. Fokus utama dari fasa ketiga ini adalah aorta, yang merupakan saluran bagi gelombang energi yang menyembuhkan yang dibawa oleh darah.
Seiring dengan mengalirnya darah dari jantung, mula-mula dia dialirkan balik ke jantung melalui pembuluh-pembuluh arteri koroner dalam suatu reaksi rantai yang berkesinambungan dan meningkatkan energi di dalam jantung itu sendiri, dengan cara yang mirip dengan matahari meningkatkan cahayanya melalui reaksi intinya sendiri. Siklus ini menghasilkan energi lebih dan lebih banyak lagi, yang dituangkan keluar sistem vaskular dengan titik-titik fokus pada arteri-arteri utama, membekali otak melalui arteri karotid. Ia juga berjalan melewati arteri-arteri subclavian menuju ujung-ujung bagian atas, sirkulasi splanchnic menuju perut, melewati arteri-arteri renal menuju ginjal, dan melalui pembuluh-pembuluh panggul menuju ke ujung-ujung bagian bawah.
Volume titisan darah yang besar bagaikan air terjun yang terjadi dari sungai yang amat besar menuruni sisi jurang dari sebuah gunung yang tinggi. Seluruh tumbuhan dan binatang di sekitar daerah aliran airnya menjadi terawat dan terhidup dengan baik, dan setiap sel di dalam tubuh tersembuhkan ketika gelombang energi rohaniah vital mencapainya.
Sebuah jantung yang sihat akan menguatkan tubuh yang lemah, namun bila jantungnya lemah dan berpenyakit--walaupun dalam tubuh orang yang masih muda--tubuh tak akan sehat dan berusia panjang. Kerana itu, memelihara jantung menjadi prioriti pertama bagi para penyembuh spiritual. Lebih jauh lagi, memelihara otak juga merupakan prioriti penting lainnya untuk menjaga aliran arahan dari otak agar berfungsi dengan semestinya.
http://warisansunankalijaga.blogspot.com/2010/08/bagaimana-penyembuhan-tapak-tangan.html
muhamad58- Mula Aktif

-

Number of posts: 162
Age: 24
Location: Kuala Terengganu
Registration date: 2009-04-10
Re: BAGAIMANA PENYEMBUHAN TAPAK TANGAN BEKERJA
BIMBINGAN RASULULLAH MERAWAT PENYAKIT
Syeikh Hisham meletakkan tapak tangan di bahagian badan (jantung) yang sakit
BIMBINGAN RASULULLAH SAW UNTUK MERAWAT PENYAKIT FIZIKAL (MEDIC)
(ASAL MUASAL KAEDAH PENYEMBUHAN SPIRITUAL - JAMPI ILAHIYAH)
Hadis riwayat Abu Daud dalam Sunannya menerusi hadis Abu Darda bahawa ia mengkhabarkan : Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :
“Sesiapa yang merasa sakit atau mendapati kawannya sakit, hendaklah ia mengucapkan : ‘Ya Allah Tuhan kami yang ada diatas langit, Maha suci nama-Mu dan Agama-Mu di langit dan di bumi.seperti juga rahmat-Mu di atas langit , turunkanlah rahmat-Mu itu ke bumi. Ampuni lah dosa dan kesalahan kami; Engkau adalah Tuhan orang-orang soleh. Turunkanlah rahmat dari sisi-Mu, kesembuhan dari kesembuhan-Mu terhadap penyakit ini.’ Nescaya dengan izin Allah akan sembuh.”
Manakala dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri bahawa Jibril pernah datang menemui Nabi dan berkata :” Wahai Muhammad, adakah engkau sakit?” Baginda menjawab : “Ya”.
Jibril berkata :”Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala penyakit yang mengganggumu, dan dari setiap jiwa yang jahat, serta dari ‘ain yang membuatmu celaka. Dengan nama Allah , aku meruqyahmu.”
Hadis riwayat Muslim dalam Shahihnya, dari Usman bin Abil Ash diseritakan bahawa ia pernah datang menemui Rasulullah saw menceritakan sakit yang dialaminya di bahagian tubuhnya semenjak ia masuk Islam. Kemudian Nabi saw bersabda : “Letakkan tangan engkau keatas bahagian yang sakit pada badan engkau, baca Bismillah 3 kali dan bacakan 7 kali akan ( doa perlindungan ini ) : “ Aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasanNya daripada keburukan apa yang aku rasakan dan aku bimbangkan.”
Dalam rawatan ini terdapat beberapa hal, diantaranya : Menyebut nama Allah, menyerah urusan kepadaNya, memohon perlindungan dengan kemuliaan dan kekuasaanNya dari bahaya rasa sakit. Semuga cara itu dapat menghilangkan rasa sakit, kemudian diulang-ulang agar lebih mujarab dan lebih mengena. Sama halnya dengan meminum ubat yang juga mesti berulang-ulang agar boleh mengeluarkan zat penyakit. Bilangan yang 7 itu mengandungi keistimewaan tersendiri.
Didalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim ada hadis yang diriwayatkan bahawa Nabi pabila menjenguk keluarganya yang sedang sakit, baginda mengusap tubuhnya dengan tangan kanan baginda sambil berkata :
“Ya Allah, Tuhan sekelian manusia, lenyapkanlah rasa sakitnya, berikanlah kepadanya kesembuhan kerana Engkau Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan kerana pertolongan Mu; kesembuhan yang tidak diiringi dengan sakit yang lain.”
Ruqyah seperti ini mengandungi tawassul kepada Allah melalui kesembuhan rububiyyah dan rahmatNya dengan memberi kesembuhan, sebab memang Allah satu-satunya yang boleh memberi kesembuhan. Sesungguhnya kesembuhan itu hanya berasal dari Nya. Lalu ruqyah ini sudah mengandungi tawassul kepada Allah melalui tauhid, ihsan dan keyakinan kepada Rububiyyah Allah.
BIMBINGAN RASULULLAH SAW MERAWAT SIHIR YANG DILAKUKAN YAHUDI
Menurut riwayat Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Asisyah r.a. bahawa ia mengkhabarkan :
“Rasulullah saw pernah diserang sihir, justeru baginda memandang seolah-olah baginda hendak mendatangi para isteri baginda, tetapi tidak boleh.”
Sihir jenis ini tergolong ke dalam sihir yang paling dahsyat.
PETUNJUK BAGINDA UNTUK MERAWAT DAN MENGUBAT SIHIR INI
1. Baginda membuang sihir tersebut dan menolaknya. Baginda berdoa kepada Tuhannya untuk membantu baginda dalam hal ini. Baginda mengeluarkan alat guna-guna yang dimasukkan pelakunya ke dalam perigi. Ternyata rambut baginda yang terdapat pada sebuah sikat, kemudian dijemur dipanas tengahari. Ketika baginda mengeluarkannya, semua keluhan yang baginda rasakan segera hilang, seolah-olah timbul semangat selepas kurang bermaya.
2. Membersihkan tempat dimana sihir itu mengendap, sebab sihir itu memberi kesan kepada tubuh dan penghadaman dalam badan, bahkan secara langsung mengganggu penghadaman.
Di dalam Gharibul Hadis , Abu ubaid menyebut dengan sanad yang hasan dari Abdurrahman bin Abi Laila : “Nabi saw pernah berbekam di bahagian kepalanya menggunakan tanduk, ketika baginda di serang thubb.” Maksud thubb disini adalah sihir.
Berbekam untuk merawat organ yang sakit kerana gangguan sihir termasuk jenis rawatan yang paling mujarab . Hippocrates menegaskan : “ Zat tertentu yang mesti dikeluarkan dari dalam tubuh mesti dipaksa keluar dari bahagian pengendapannya menggunakan perlbagai cara yang patut.” Ini berlaku sebelum baginda mendapat sistem perubatan yang hakiki, iaitu dengan cara menghalau dan menolak sihir tersebut. Baginda berdoa kepada Allah untuk menunjukkan dimana letak alat guna-guna yang disembunyikan pelakunya.
Di antara rawatan paling elok menghadapi sihir ialah menggunakan ramuan ubat berunsur ketuhanan, iaitu ramuan ubat yang secara hakikatnya sudah berkhasiat, sebab sihir timbul dari kesan dan pengaruh ghaib yang jahat dan rendah. Cara mengatasi pengaruhnya ialah dengan ditentang dan digempur melalui bacaan zikir, ayat dan doa yang secara aktif akan menghilangkan tindakbalas, kesan dan pengaruh sihir. Semakin kuat dan jahat kesan dan pengaruh sihirnya, semakin sukar pula proses menghilangkannya.
Menurut para dukun sendiri, ilmu sihir mereka akan bekerja secara penuh terhadap orang-orang yang berhati lemah dan perasa, terhadap jiwa manusia yang dipenuhi nafsu syahawat yang berkaitan dengan perkara-perkara yang hina., Justeru wanita dan anak-anak adalah mangsa utama ilmu sihir mereka, demikian juga dengan orang-orang yang jahil dan penduduk-penduduk terpencil, selain orang yang lemah agamanya, sedikit rasa tawakkalnya dan lemah pula tauhidnya. Selain itu umumnya mangsa sihir adalah orag yang tidak biasa berwirid, berdoa dan beristi`azah yang di ajarkan oleh nabi
BIMBINGAN RASULULLAH SAW MERAWAT PESAKIT ‘AIN
Hadis riwayat Muslim dalam Shahihnya dari Ibnu Abbas bahawa ia mengkhabarkan bahawa Rasulullah SAW bersabda :
“Penyakit ‘ain itu memang ada. Jika ada sesuatu yang dapat mendahului takddir, tentu ssuatu itu adalah ‘ain.”
Didalam kitab Sunan Abi Daud diriwayatkan menerusi hadis Aisyah bahawa ia mengkhabarkan : “Pesakit ‘ain pada masa Nabi saw di suruh berwuduk, kemudian mandi.”
Adapun dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Aisyah bahawa ia mengkhabarkan : “ Rasulullah saw menyuruh aku (kepada kami) untuk meembaca ruqyah menangkal penyakit ‘ain.
Hadis riwayat Imam malik juga dari Muhammad bin Abu Umamah bin Sahal, dari ayahnya . Disebutkan disitu :
“Sesungguhnya penyakit ‘ain itu ada . Berwudhuklah untuk menghadapinya. Berwudhuklah untuk menghadapinya.”
At-Tirmizi menjelaskan : “Pelaku ‘ain (sejenis hipnotis) disuruh mandi menggunakan air didalam baskom. Lalu meletakkan tapak tangannya dimulut dan berkumur-kumur, kemudian di semburkan kedalam baskom tersebut. Baru selepas itu membasuh wajahnya dengan air dalam baskom, kemudian memasukkan tangan kirinya dan menjiruskan air kelutut kanannya dengan air baskom tersebut. Kemudian memasukkan tangan kanannya dan menyiram air baskom itu kelutut kirinya. Selepas itu baharulah membasuh bahagian tubuh dibalik kain , namun baskom itu tidak usah diletakkan di atas tanah atau lantai. Selepas itu sisa air dijiruskan ke kepala orang yang di serang (‘ain) dari arah belakang satu kali jirusan.
Diriwayatkan dari Jabir secara marfu’:
“Sesungguhnya ‘ain itu dapat menghantarkan sesorang kedalam kubur dan menghantarkan seekor unta kedalam kuali.”
Dari Abu Said diriwayatkan bahawa : “Nabi Saw pernah memohon perlindungan dari godaan Jin dan dari ‘ain berunsur manusia.”
BIMBINGAN RASULULLAH SAW MERAWAT PENYAKIT AYAN
Menurut riwayat Al-Bukhari dan Muslim menerusi hadis Ata’ bin Abi Rabbah, dari Ibnu Abbas diriwayatkan bahawa ia berkata: “Mahukah engkau ku tunjukkan wanita penguni syurga?” Ata` menjawab :”Tentu” Baginda saw bersabda : “ Ada seorag wanita kulit hitam datang menemui Rasulullah saw dan berkata:”Saya mengidap penyakit ayan.Dan jika kambuh, auratku terdedah. Doakanlah aku kepada Allah.”
Rasulullah saw berkata:” Jika engkau bersabar, engkau akan masuk syurga . Tetapi kalau engkau mahu , aku akan mendoakanmu hingga sembuh.”
Wanita itu berkata : “ Aku akan bersabar.Tetapi jika kambuh, auratku terdedah.Doakanlah agar auratku tidak terdedah jika kambuh.” Baginda pun mendoakannya.”
Penyakit epillepsi ada dua jenis: Ayan kerana kesan dan pengaruh ghaib yang merosak, dan ayan kerana unsur merosak dalam tubuh. Jenis kedua inilah yang selalu diperkatakan oleh kalangan pakar perubatan, tentang punca dan cara merawatnya.
Adapun jenis ayan pertama , juga diakui kewujudannya oleh para pakar perubatan dan ilmuan mereka, namun mereka tidak mampu mengatasinya. Mereka menyedari bahawa cara merawatnya adalah melalui kekuatan mulia, baik dan tinggi darjatnya , untuk mengatasi kekuatan jahat dan buruk tersebut sehingga segala pengaruhnya boleh diatasi, bahkan segala tindakbalasnya boleh dicegah sama sekali.
Adapun kalangan pakar perubatan yang kurang ilmu dan terbelakang, demikian juga kalangan yang memuja kaum zindiq, mereka semua mengingkari jenis ayan kerana kesan dan pengaruh ghaib. Mereka menyatakan bahawa kesan dan pengaruh ghaib itu tidak akan menimbulkan kesan pada tubuh mangsa. Sebenarnya merekalah yang bodoh, sebab tidak ada kaedah perubatan yang menolak kewujudannya. Semua itu adalah sesuatu yang nyata. Pembangsaan penyakit ayan kepada faktor unsur berbahaya dalam tubuh memang benar untuk sebahagian jenis penyakit ini , namun tidak untuk semuanya
Kalangan pakar perubatan terdahulu malah menamakan jenis ayan ini sebagai Penyakit Ilahi. Mereka megatakan , puncanya adalah roh jahat. Penakwilan seperti itu muncul kerana ketidaktahuan mereka terhadap hakikat roh dan keghaiban, hukum-hukum dan pengaruhnya.
Bahagian yang berpunca dari sisakit adalah galakan, dorongan dan kekuatan bermunajat hanya kepada Pencipta dari semua roh dan keghaiban. Lalu memohon perlindungan secara bersungguh dengan hati dan lisan. Itu sama halnya dengan pembanterasan. Pembanterasan mesti menggunakan senjata, dan itu hanya sempurna dengan 2 perkara :
(i) Senjatanya mesti tepat dan bermutu baik.
(ii) Lengan yang memegang senjata itu mesti kuat.
Jika salah satu dari 2 perkara itu tidak terpenuhi, senjata itu tidak akan berfungsi dengan baik. Apatah lagi jika kedua-duanya tidak terpenuhi , iaitu keadaan hati yang rosak tauhidnya , rosak tawakal dan ketakwaannya serta ketaatannya, dan ia tidak mempunyai sebarang senjata!
Bahagian kedua dari pihak pakar perubatan. Pihak tenaga perubatan juga mesti mempunyai kedua-dua syarat tersebut. Hinggakan sebahagian tabib hanya perlu mengucapkkan : “Keluar!” atau menyebut nama Allah, atau mengucapkan :
“LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH”
Nabi saw sendiri pernah merawat dan mengubat penyakit ini hanya mengucapkan :
“Keluarlah, wahai musuh Allah! Aku ini Rasulullah.”
http://warisansunankalijaga.blogspot.com/2010/08/bimbingan-rasulullah-merawat-penyakit.html
Syeikh Hisham meletakkan tapak tangan di bahagian badan (jantung) yang sakit
BIMBINGAN RASULULLAH SAW UNTUK MERAWAT PENYAKIT FIZIKAL (MEDIC)
(ASAL MUASAL KAEDAH PENYEMBUHAN SPIRITUAL - JAMPI ILAHIYAH)
Hadis riwayat Abu Daud dalam Sunannya menerusi hadis Abu Darda bahawa ia mengkhabarkan : Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :
“Sesiapa yang merasa sakit atau mendapati kawannya sakit, hendaklah ia mengucapkan : ‘Ya Allah Tuhan kami yang ada diatas langit, Maha suci nama-Mu dan Agama-Mu di langit dan di bumi.seperti juga rahmat-Mu di atas langit , turunkanlah rahmat-Mu itu ke bumi. Ampuni lah dosa dan kesalahan kami; Engkau adalah Tuhan orang-orang soleh. Turunkanlah rahmat dari sisi-Mu, kesembuhan dari kesembuhan-Mu terhadap penyakit ini.’ Nescaya dengan izin Allah akan sembuh.”
Manakala dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri bahawa Jibril pernah datang menemui Nabi dan berkata :” Wahai Muhammad, adakah engkau sakit?” Baginda menjawab : “Ya”.
Jibril berkata :”Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala penyakit yang mengganggumu, dan dari setiap jiwa yang jahat, serta dari ‘ain yang membuatmu celaka. Dengan nama Allah , aku meruqyahmu.”
Hadis riwayat Muslim dalam Shahihnya, dari Usman bin Abil Ash diseritakan bahawa ia pernah datang menemui Rasulullah saw menceritakan sakit yang dialaminya di bahagian tubuhnya semenjak ia masuk Islam. Kemudian Nabi saw bersabda : “Letakkan tangan engkau keatas bahagian yang sakit pada badan engkau, baca Bismillah 3 kali dan bacakan 7 kali akan ( doa perlindungan ini ) : “ Aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasanNya daripada keburukan apa yang aku rasakan dan aku bimbangkan.”
Dalam rawatan ini terdapat beberapa hal, diantaranya : Menyebut nama Allah, menyerah urusan kepadaNya, memohon perlindungan dengan kemuliaan dan kekuasaanNya dari bahaya rasa sakit. Semuga cara itu dapat menghilangkan rasa sakit, kemudian diulang-ulang agar lebih mujarab dan lebih mengena. Sama halnya dengan meminum ubat yang juga mesti berulang-ulang agar boleh mengeluarkan zat penyakit. Bilangan yang 7 itu mengandungi keistimewaan tersendiri.
Didalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim ada hadis yang diriwayatkan bahawa Nabi pabila menjenguk keluarganya yang sedang sakit, baginda mengusap tubuhnya dengan tangan kanan baginda sambil berkata :
“Ya Allah, Tuhan sekelian manusia, lenyapkanlah rasa sakitnya, berikanlah kepadanya kesembuhan kerana Engkau Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan kerana pertolongan Mu; kesembuhan yang tidak diiringi dengan sakit yang lain.”
Ruqyah seperti ini mengandungi tawassul kepada Allah melalui kesembuhan rububiyyah dan rahmatNya dengan memberi kesembuhan, sebab memang Allah satu-satunya yang boleh memberi kesembuhan. Sesungguhnya kesembuhan itu hanya berasal dari Nya. Lalu ruqyah ini sudah mengandungi tawassul kepada Allah melalui tauhid, ihsan dan keyakinan kepada Rububiyyah Allah.
BIMBINGAN RASULULLAH SAW MERAWAT SIHIR YANG DILAKUKAN YAHUDI
Menurut riwayat Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Asisyah r.a. bahawa ia mengkhabarkan :
“Rasulullah saw pernah diserang sihir, justeru baginda memandang seolah-olah baginda hendak mendatangi para isteri baginda, tetapi tidak boleh.”
Sihir jenis ini tergolong ke dalam sihir yang paling dahsyat.
PETUNJUK BAGINDA UNTUK MERAWAT DAN MENGUBAT SIHIR INI
1. Baginda membuang sihir tersebut dan menolaknya. Baginda berdoa kepada Tuhannya untuk membantu baginda dalam hal ini. Baginda mengeluarkan alat guna-guna yang dimasukkan pelakunya ke dalam perigi. Ternyata rambut baginda yang terdapat pada sebuah sikat, kemudian dijemur dipanas tengahari. Ketika baginda mengeluarkannya, semua keluhan yang baginda rasakan segera hilang, seolah-olah timbul semangat selepas kurang bermaya.
2. Membersihkan tempat dimana sihir itu mengendap, sebab sihir itu memberi kesan kepada tubuh dan penghadaman dalam badan, bahkan secara langsung mengganggu penghadaman.
Di dalam Gharibul Hadis , Abu ubaid menyebut dengan sanad yang hasan dari Abdurrahman bin Abi Laila : “Nabi saw pernah berbekam di bahagian kepalanya menggunakan tanduk, ketika baginda di serang thubb.” Maksud thubb disini adalah sihir.
Berbekam untuk merawat organ yang sakit kerana gangguan sihir termasuk jenis rawatan yang paling mujarab . Hippocrates menegaskan : “ Zat tertentu yang mesti dikeluarkan dari dalam tubuh mesti dipaksa keluar dari bahagian pengendapannya menggunakan perlbagai cara yang patut.” Ini berlaku sebelum baginda mendapat sistem perubatan yang hakiki, iaitu dengan cara menghalau dan menolak sihir tersebut. Baginda berdoa kepada Allah untuk menunjukkan dimana letak alat guna-guna yang disembunyikan pelakunya.
Di antara rawatan paling elok menghadapi sihir ialah menggunakan ramuan ubat berunsur ketuhanan, iaitu ramuan ubat yang secara hakikatnya sudah berkhasiat, sebab sihir timbul dari kesan dan pengaruh ghaib yang jahat dan rendah. Cara mengatasi pengaruhnya ialah dengan ditentang dan digempur melalui bacaan zikir, ayat dan doa yang secara aktif akan menghilangkan tindakbalas, kesan dan pengaruh sihir. Semakin kuat dan jahat kesan dan pengaruh sihirnya, semakin sukar pula proses menghilangkannya.
Menurut para dukun sendiri, ilmu sihir mereka akan bekerja secara penuh terhadap orang-orang yang berhati lemah dan perasa, terhadap jiwa manusia yang dipenuhi nafsu syahawat yang berkaitan dengan perkara-perkara yang hina., Justeru wanita dan anak-anak adalah mangsa utama ilmu sihir mereka, demikian juga dengan orang-orang yang jahil dan penduduk-penduduk terpencil, selain orang yang lemah agamanya, sedikit rasa tawakkalnya dan lemah pula tauhidnya. Selain itu umumnya mangsa sihir adalah orag yang tidak biasa berwirid, berdoa dan beristi`azah yang di ajarkan oleh nabi
BIMBINGAN RASULULLAH SAW MERAWAT PESAKIT ‘AIN
Hadis riwayat Muslim dalam Shahihnya dari Ibnu Abbas bahawa ia mengkhabarkan bahawa Rasulullah SAW bersabda :
“Penyakit ‘ain itu memang ada. Jika ada sesuatu yang dapat mendahului takddir, tentu ssuatu itu adalah ‘ain.”
Didalam kitab Sunan Abi Daud diriwayatkan menerusi hadis Aisyah bahawa ia mengkhabarkan : “Pesakit ‘ain pada masa Nabi saw di suruh berwuduk, kemudian mandi.”
Adapun dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Aisyah bahawa ia mengkhabarkan : “ Rasulullah saw menyuruh aku (kepada kami) untuk meembaca ruqyah menangkal penyakit ‘ain.
Hadis riwayat Imam malik juga dari Muhammad bin Abu Umamah bin Sahal, dari ayahnya . Disebutkan disitu :
“Sesungguhnya penyakit ‘ain itu ada . Berwudhuklah untuk menghadapinya. Berwudhuklah untuk menghadapinya.”
At-Tirmizi menjelaskan : “Pelaku ‘ain (sejenis hipnotis) disuruh mandi menggunakan air didalam baskom. Lalu meletakkan tapak tangannya dimulut dan berkumur-kumur, kemudian di semburkan kedalam baskom tersebut. Baru selepas itu membasuh wajahnya dengan air dalam baskom, kemudian memasukkan tangan kirinya dan menjiruskan air kelutut kanannya dengan air baskom tersebut. Kemudian memasukkan tangan kanannya dan menyiram air baskom itu kelutut kirinya. Selepas itu baharulah membasuh bahagian tubuh dibalik kain , namun baskom itu tidak usah diletakkan di atas tanah atau lantai. Selepas itu sisa air dijiruskan ke kepala orang yang di serang (‘ain) dari arah belakang satu kali jirusan.
Diriwayatkan dari Jabir secara marfu’:
“Sesungguhnya ‘ain itu dapat menghantarkan sesorang kedalam kubur dan menghantarkan seekor unta kedalam kuali.”
Dari Abu Said diriwayatkan bahawa : “Nabi Saw pernah memohon perlindungan dari godaan Jin dan dari ‘ain berunsur manusia.”
BIMBINGAN RASULULLAH SAW MERAWAT PENYAKIT AYAN
Menurut riwayat Al-Bukhari dan Muslim menerusi hadis Ata’ bin Abi Rabbah, dari Ibnu Abbas diriwayatkan bahawa ia berkata: “Mahukah engkau ku tunjukkan wanita penguni syurga?” Ata` menjawab :”Tentu” Baginda saw bersabda : “ Ada seorag wanita kulit hitam datang menemui Rasulullah saw dan berkata:”Saya mengidap penyakit ayan.Dan jika kambuh, auratku terdedah. Doakanlah aku kepada Allah.”
Rasulullah saw berkata:” Jika engkau bersabar, engkau akan masuk syurga . Tetapi kalau engkau mahu , aku akan mendoakanmu hingga sembuh.”
Wanita itu berkata : “ Aku akan bersabar.Tetapi jika kambuh, auratku terdedah.Doakanlah agar auratku tidak terdedah jika kambuh.” Baginda pun mendoakannya.”
Penyakit epillepsi ada dua jenis: Ayan kerana kesan dan pengaruh ghaib yang merosak, dan ayan kerana unsur merosak dalam tubuh. Jenis kedua inilah yang selalu diperkatakan oleh kalangan pakar perubatan, tentang punca dan cara merawatnya.
Adapun jenis ayan pertama , juga diakui kewujudannya oleh para pakar perubatan dan ilmuan mereka, namun mereka tidak mampu mengatasinya. Mereka menyedari bahawa cara merawatnya adalah melalui kekuatan mulia, baik dan tinggi darjatnya , untuk mengatasi kekuatan jahat dan buruk tersebut sehingga segala pengaruhnya boleh diatasi, bahkan segala tindakbalasnya boleh dicegah sama sekali.
Adapun kalangan pakar perubatan yang kurang ilmu dan terbelakang, demikian juga kalangan yang memuja kaum zindiq, mereka semua mengingkari jenis ayan kerana kesan dan pengaruh ghaib. Mereka menyatakan bahawa kesan dan pengaruh ghaib itu tidak akan menimbulkan kesan pada tubuh mangsa. Sebenarnya merekalah yang bodoh, sebab tidak ada kaedah perubatan yang menolak kewujudannya. Semua itu adalah sesuatu yang nyata. Pembangsaan penyakit ayan kepada faktor unsur berbahaya dalam tubuh memang benar untuk sebahagian jenis penyakit ini , namun tidak untuk semuanya
Kalangan pakar perubatan terdahulu malah menamakan jenis ayan ini sebagai Penyakit Ilahi. Mereka megatakan , puncanya adalah roh jahat. Penakwilan seperti itu muncul kerana ketidaktahuan mereka terhadap hakikat roh dan keghaiban, hukum-hukum dan pengaruhnya.
Bahagian yang berpunca dari sisakit adalah galakan, dorongan dan kekuatan bermunajat hanya kepada Pencipta dari semua roh dan keghaiban. Lalu memohon perlindungan secara bersungguh dengan hati dan lisan. Itu sama halnya dengan pembanterasan. Pembanterasan mesti menggunakan senjata, dan itu hanya sempurna dengan 2 perkara :
(i) Senjatanya mesti tepat dan bermutu baik.
(ii) Lengan yang memegang senjata itu mesti kuat.
Jika salah satu dari 2 perkara itu tidak terpenuhi, senjata itu tidak akan berfungsi dengan baik. Apatah lagi jika kedua-duanya tidak terpenuhi , iaitu keadaan hati yang rosak tauhidnya , rosak tawakal dan ketakwaannya serta ketaatannya, dan ia tidak mempunyai sebarang senjata!
Bahagian kedua dari pihak pakar perubatan. Pihak tenaga perubatan juga mesti mempunyai kedua-dua syarat tersebut. Hinggakan sebahagian tabib hanya perlu mengucapkkan : “Keluar!” atau menyebut nama Allah, atau mengucapkan :
“LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH”
Nabi saw sendiri pernah merawat dan mengubat penyakit ini hanya mengucapkan :
“Keluarlah, wahai musuh Allah! Aku ini Rasulullah.”
http://warisansunankalijaga.blogspot.com/2010/08/bimbingan-rasulullah-merawat-penyakit.html
muhamad58- Mula Aktif

-

Number of posts: 162
Age: 24
Location: Kuala Terengganu
Registration date: 2009-04-10
Re: BAGAIMANA PENYEMBUHAN TAPAK TANGAN BEKERJA
Hebat dan mantap perkongsian ini. Subhanallah.
..........................................................................................................................................................................................
Salamun Qaulam Mir Rabbin Rahim
http://www.paranorms.org/t767-mengajar-anak-cara-bersedekah-yg-efektif?highlight=mengajar+anak
http://www.paranorms.org/t617-erti-sin-ilahi-yang-sebenar?highlight=erti
http://www.paranorms.org/t618-erti-sebenar-sin-ilahi-double-post-utk-bacaan-bukan-ahli?highlight=erti

cupi_ketchum- Otai Poster

-

Number of posts: 2447
Age: 25
Location: Wilayah Persekutuan Labuan
Registration date: 2010-01-01
Re: BAGAIMANA PENYEMBUHAN TAPAK TANGAN BEKERJA
Adakah gerak “scan” (Mengesan aura menggunakan tangan) sama dengan Tilikan seperti yang dilakukan oleh para ahli sihir? Sedangkan Allah dan Rasulnya mengharamkan mendatangi ahli tilik, kahin atau ahli nujum?
Jawapan:
Ahli Tilik atau Kahin (peramal nasib, membaca tapak tangan dan seumpamanya) dan Ahli Nujum (Peramal masa depan dengan melihat bintang, meramal dengan mantera-mantera) adalah yang dilarang oleh Allah dan Rasulnya dengan bukti pelbagai dalil dari Al-Quran dan As-Sunnah seperti yang kita maklumi. Sedangkan Gerak Sken pula adalah satu kaedah merasa aura iaitu mengesan "memori-memori” gerak-geri makhluk yang telah berlalu, bukannya meramal masa depan.
Menurut pakar Psycology yang mengkaji metafizika menyatakan bahawa setiap pekerjaan atau gerakan manusia yang telah dilakukan samada yang dilakukan oleh segala makhluk di muka bumi mahupun di alam semesta ini, segalanya akan terakam menjadi ”memori”. Manakala memori itu pula boleh dikesan dengan kaedah-kaedah tertentu bagi mereka yang mengetahui kaedahnya. Ini bermakna gerak sken hanya mengesan yang telah berlaku atau sedang berlaku, bukannya yang belum berlaku atau terjadi lagi. Yang belum berlaku itu adalah perkara dalam urusan Tuhan yang Maha Kuasa (Walaubagaimana pun sebahagian dari golongan manusia khawwas terutama para Waliullah kadang-kadang mendapat firasat tentang sesuatu perkara yang bakal berlaku. Perkara ini dinamakan Karamah).
Gerak scan sekirannya dilihat secara zahir ada persamaan dengan tilikan, sedangkan pada hakikatnya berbeza dari segi kaedah dan tujuan. Mari kita lihat perbezaannya:
Tilikan Ahli Sihir:
* Dilakukan dengan bantuan Jin atau makhluk halus dengan mantera-mantera tertentu atau menggunakan asap kemenyan, keris lama dan menjamu hantu (bernegosiasi dengan jin dengan menuruti kehendak jin seperti menyembelih ayam hitam dll).
* Meramal masa depan dan musibah-musibah yang akan datang.
* Tidak membawa kepada mendekati Allah dan Rasulnya malah memecah belah masyarakat sebagai ejen santet/santau atau ilmu hitam.
Gerak Sken (mengesan aura):
* Kaedah yang terbit dari HAQ dalam diri manusia yang Allah Azza Wajallah telah berikan kepada Bani Adam sejak penciptaannya.
* Dilakukan dengan hati yang tenang dengan zikrullah dan doa (ruqyah) minta bantuan serta petunjuk Ilahi.
* Gerak Sken tidak akan berjaya kalau tiada rasa ”ta’abbud” kepada Sang Pencipta malah bersikap sombong, ujub, bangga diri dan kemaksiatan sedangkan gerak sken itu sendiri adalah HAQ Allah Taala.
* Tidak menggunakan perantaraan Jin, Syaitan atau semangat-semangat mana-mana makhluk, hanya semata-mata menggunakan HAQ (An-Nafs).
* Diguna untuk mengesan penyakit atau aura-aura negatif mahupun aura-aura positif dengan kaedah mengesan ”memori”, kerana setiap memori mempunyai aura yang boleh dikesan.
Dengan menggunakan Gerak Sken yang digabungkan dengan bacaan doa (ruqyah), dengan izin Allah swt sihir-sihir dan kedudukan gangguan makhluk halus boleh dikesan. Kerana setiap gerakan samada yang zahir dan yang batin akan meninggalkan kesan (memori) yang boleh dirasa menggunakan telapak atau jari tangan. Bagi mereka yang mempunyai bashirah (mata hati), kebanyakan kes mereka tidak memerlukan Gerak Sken yang menggunakan tangan cuma menggunakan "rasa hati" sudah cukup.
Kelebihan Manusia
Anak Adam mempunyai kelebihan di muka bumi ini berbanding makhluk lain. Bukan sahaja dijadikan ”Khalifah” malah dinobat sebagai ”Sebaik-baik kejadian” oleh Allah swt dalam Al-Quran. Satu kelebihan yang Allah swt bagi ialah Roh yang diciptanya kepada Bani Adam iaitu seperti ketika Allah swt memasukkan Roh (Ciptaan) KU dalam jasad Nabi Adam a.s.:
”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ”Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya Roh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” Al-Hijr, ayat 15:28-29.
BERSUJUDnya sekelian makhluk kepada manusia ciptaan-Nya iaitu setelah Roh (ciptaan) KU telah ditiupkan kedalam, maka itulah dia yang dinamakan HAQ. Ia adalah jiwa kepada manusia yang Imam Al-Ghazali menyebutnya sebagai An-Nafs al Insaniyyat dalam kitab Ihya Ulumuddin. An-Nafs itulah asas kepada Gerak Sken. Ini kerana An-Nafs itu bersifat Yang Tahu, seperti yang dinyatakan dalam Al-Quran:
”Akan tetapi di dalam diri manusia ada bashirah (yang tahu)” Al-Qiyamah, ayat 75:14
Dalam hal ini, Abu Sangkan dalam bukunya Berguru Kepada Allah menyatakan, ”Kata Bashirah ini disebut sebagai yang tahu atas segala gerak manusia, sekali pun sangat rahsia (sifatnya)”
Roh adalah jiwa kepada fizikal yang secara otomatik membawa gerakan nafas tanpa dapat dihalang kerana ia (nafas) adalah hak milik mutlak Allah swt. Nafas menarik oksigen ke otak dan menular ke seluruh badan, secara saintifiknya tanpa oksigen sel-sel yang ada di seluruh badan akan mati. Sekiranya nafas sudah terputus maka menandakan akan terpisahnya Jasad dengan Roh. Jasad akan kembali ke tanah (sebagai tempat asalnya) dan Roh akan kembali ke hadirat Maha Pencipta kerana Roh adalah datang daripada-Nya sepertimana yang Dia sebut Roh (ciptaan) KU.
”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”, Surah Al-Baqarah, ayat 156.
Sesungguhnya kita datang dari Allah dan kepada-Nya jua tempat kita kembali.
YANG TAHU itu juga dalam istilah Tasawwufnya dipanggil Kasyaf atau pun Pandangan Tembus. Hal ini, Muslimin yang Mukmin yang selalu menghampiri dirinya kepada Allah swt dengan melakukan segala suruhan dan meninggalkan segala larangan dengan memperbanyak zikir, akan mendapat banyak kelebihan dari Allah swt. Bukan sahaja doa mereka makbul malah mempunyai Pandangan Tembus yang lebih telus dan jitu berbanding manusia lainnya. Sebab itu Rasulullah saw bersabda:
“Hendaklah kamu takuti firasat orang mukmin kerana dia melihat dengan cahaya Allah” (Riwayat Tirmizi dan At Tabrani)
Jawapan:
Ahli Tilik atau Kahin (peramal nasib, membaca tapak tangan dan seumpamanya) dan Ahli Nujum (Peramal masa depan dengan melihat bintang, meramal dengan mantera-mantera) adalah yang dilarang oleh Allah dan Rasulnya dengan bukti pelbagai dalil dari Al-Quran dan As-Sunnah seperti yang kita maklumi. Sedangkan Gerak Sken pula adalah satu kaedah merasa aura iaitu mengesan "memori-memori” gerak-geri makhluk yang telah berlalu, bukannya meramal masa depan.
Menurut pakar Psycology yang mengkaji metafizika menyatakan bahawa setiap pekerjaan atau gerakan manusia yang telah dilakukan samada yang dilakukan oleh segala makhluk di muka bumi mahupun di alam semesta ini, segalanya akan terakam menjadi ”memori”. Manakala memori itu pula boleh dikesan dengan kaedah-kaedah tertentu bagi mereka yang mengetahui kaedahnya. Ini bermakna gerak sken hanya mengesan yang telah berlaku atau sedang berlaku, bukannya yang belum berlaku atau terjadi lagi. Yang belum berlaku itu adalah perkara dalam urusan Tuhan yang Maha Kuasa (Walaubagaimana pun sebahagian dari golongan manusia khawwas terutama para Waliullah kadang-kadang mendapat firasat tentang sesuatu perkara yang bakal berlaku. Perkara ini dinamakan Karamah).
Gerak scan sekirannya dilihat secara zahir ada persamaan dengan tilikan, sedangkan pada hakikatnya berbeza dari segi kaedah dan tujuan. Mari kita lihat perbezaannya:
Tilikan Ahli Sihir:
* Dilakukan dengan bantuan Jin atau makhluk halus dengan mantera-mantera tertentu atau menggunakan asap kemenyan, keris lama dan menjamu hantu (bernegosiasi dengan jin dengan menuruti kehendak jin seperti menyembelih ayam hitam dll).
* Meramal masa depan dan musibah-musibah yang akan datang.
* Tidak membawa kepada mendekati Allah dan Rasulnya malah memecah belah masyarakat sebagai ejen santet/santau atau ilmu hitam.
Gerak Sken (mengesan aura):
* Kaedah yang terbit dari HAQ dalam diri manusia yang Allah Azza Wajallah telah berikan kepada Bani Adam sejak penciptaannya.
* Dilakukan dengan hati yang tenang dengan zikrullah dan doa (ruqyah) minta bantuan serta petunjuk Ilahi.
* Gerak Sken tidak akan berjaya kalau tiada rasa ”ta’abbud” kepada Sang Pencipta malah bersikap sombong, ujub, bangga diri dan kemaksiatan sedangkan gerak sken itu sendiri adalah HAQ Allah Taala.
* Tidak menggunakan perantaraan Jin, Syaitan atau semangat-semangat mana-mana makhluk, hanya semata-mata menggunakan HAQ (An-Nafs).
* Diguna untuk mengesan penyakit atau aura-aura negatif mahupun aura-aura positif dengan kaedah mengesan ”memori”, kerana setiap memori mempunyai aura yang boleh dikesan.
Dengan menggunakan Gerak Sken yang digabungkan dengan bacaan doa (ruqyah), dengan izin Allah swt sihir-sihir dan kedudukan gangguan makhluk halus boleh dikesan. Kerana setiap gerakan samada yang zahir dan yang batin akan meninggalkan kesan (memori) yang boleh dirasa menggunakan telapak atau jari tangan. Bagi mereka yang mempunyai bashirah (mata hati), kebanyakan kes mereka tidak memerlukan Gerak Sken yang menggunakan tangan cuma menggunakan "rasa hati" sudah cukup.
Kelebihan Manusia
Anak Adam mempunyai kelebihan di muka bumi ini berbanding makhluk lain. Bukan sahaja dijadikan ”Khalifah” malah dinobat sebagai ”Sebaik-baik kejadian” oleh Allah swt dalam Al-Quran. Satu kelebihan yang Allah swt bagi ialah Roh yang diciptanya kepada Bani Adam iaitu seperti ketika Allah swt memasukkan Roh (Ciptaan) KU dalam jasad Nabi Adam a.s.:
”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ”Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya Roh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” Al-Hijr, ayat 15:28-29.
BERSUJUDnya sekelian makhluk kepada manusia ciptaan-Nya iaitu setelah Roh (ciptaan) KU telah ditiupkan kedalam, maka itulah dia yang dinamakan HAQ. Ia adalah jiwa kepada manusia yang Imam Al-Ghazali menyebutnya sebagai An-Nafs al Insaniyyat dalam kitab Ihya Ulumuddin. An-Nafs itulah asas kepada Gerak Sken. Ini kerana An-Nafs itu bersifat Yang Tahu, seperti yang dinyatakan dalam Al-Quran:
”Akan tetapi di dalam diri manusia ada bashirah (yang tahu)” Al-Qiyamah, ayat 75:14
Dalam hal ini, Abu Sangkan dalam bukunya Berguru Kepada Allah menyatakan, ”Kata Bashirah ini disebut sebagai yang tahu atas segala gerak manusia, sekali pun sangat rahsia (sifatnya)”
Roh adalah jiwa kepada fizikal yang secara otomatik membawa gerakan nafas tanpa dapat dihalang kerana ia (nafas) adalah hak milik mutlak Allah swt. Nafas menarik oksigen ke otak dan menular ke seluruh badan, secara saintifiknya tanpa oksigen sel-sel yang ada di seluruh badan akan mati. Sekiranya nafas sudah terputus maka menandakan akan terpisahnya Jasad dengan Roh. Jasad akan kembali ke tanah (sebagai tempat asalnya) dan Roh akan kembali ke hadirat Maha Pencipta kerana Roh adalah datang daripada-Nya sepertimana yang Dia sebut Roh (ciptaan) KU.
”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”, Surah Al-Baqarah, ayat 156.
Sesungguhnya kita datang dari Allah dan kepada-Nya jua tempat kita kembali.
YANG TAHU itu juga dalam istilah Tasawwufnya dipanggil Kasyaf atau pun Pandangan Tembus. Hal ini, Muslimin yang Mukmin yang selalu menghampiri dirinya kepada Allah swt dengan melakukan segala suruhan dan meninggalkan segala larangan dengan memperbanyak zikir, akan mendapat banyak kelebihan dari Allah swt. Bukan sahaja doa mereka makbul malah mempunyai Pandangan Tembus yang lebih telus dan jitu berbanding manusia lainnya. Sebab itu Rasulullah saw bersabda:
“Hendaklah kamu takuti firasat orang mukmin kerana dia melihat dengan cahaya Allah” (Riwayat Tirmizi dan At Tabrani)

maza9071- Moderator

-

Number of posts: 479
Age: 34
Location: pahang
Registration date: 2008-05-01
Re: BAGAIMANA PENYEMBUHAN TAPAK TANGAN BEKERJA
terima kasih kerana memberi input yang baik...semoga tuan terus di berikan ilham untuk berkongsi di forum ini

shemn- Rakan Baru

-

Number of posts: 33
Age: 41
Location: johor
Registration date: 2011-06-15
Similar topics» [WTS] JAM TANGAN MURAH MERIAH.!!!!!!
» Menikahi Dia? Tapi Bagaimana Dengan Gadis Yang Disana?
» BAGAIMANA PENYEMBUHAN TAPAK TANGAN BEKERJA (SPIRITUAL)
» BAGAIMANA PENYEMBUHAN TAPAK TANGAN BEKERJA
» Ramalan2 , telekan ...percaya ?
» Menikahi Dia? Tapi Bagaimana Dengan Gadis Yang Disana?
» BAGAIMANA PENYEMBUHAN TAPAK TANGAN BEKERJA (SPIRITUAL)
» BAGAIMANA PENYEMBUHAN TAPAK TANGAN BEKERJA
» Ramalan2 , telekan ...percaya ?
Qalam Ilahi Wellness Center Malaysia :: Forum Umum | General Forum :: Artikel Ilmu | Knowledge articles
Page 1 of 1
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum
