Qalam Ilahi Wellness Center Malaysia
Selamat Datang ke WebForum Qalam Ilahi Wellness Center atau dahulunya dikenali sebagai Paranorms Health Center

Web forum Paranorms dicipta kerana kecintaan kami tehadap jalur keilmuan metafizik, spiritual dan rawatan alternatif. Kami cuba mempersembahkan satu wadah dimana kita boleh meneroka bidang ilmu olah energy seperti tenaga dalam, reiki, kundalini, ilmu hikmah dan sebagainya secara ilmiah. Hakikatnya masih ramai dikalangan kita yang salah faham dalam memandang dan mengamalkan ilmu-ilmu tersebut sehingga menimbulkan sikap fanatik atau pesimistik.Kami juga menyediakan rawatan gelombang energy bagi sesiapa yang memerlukan samada secara jarak jauh mahupun dekat.

Pengunjung dicadangkan untuk mendaftar terlebih dahulu bagi memudahkan anda berhubung dengan para ahli dan perawat di dalam forum ini. Terima Kasih.

Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Page 1 of 3 1, 2, 3  Next

View previous topic View next topic Go down

Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by ifahuzir on Fri Oct 07, 2011 4:24 pm

Salaam kepada Semua,

"ilmu tauhid yang tidak dihayati secara kesufian hanya akan meletihkan akal tetapi tidak membuahkan iman yang mantap."

p/s: Saya buka topik untuk dibincangkan. Boleh tak?

ifahuzir
Aktif
Aktif

Male
Number of posts: 1858
Age: 32
Location: Kuala Lumpur - Sepang
Registration date: 2010-10-18

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by tamam on Fri Oct 07, 2011 7:11 pm

Best topik ni,org kata ilmu sufi ini ilmu rasa,terasa di hati,tersentuh di hati.

Ilmu tauhid lebih kepada akal.Mcm cuma menghafal skrip lakonan sebuah cerita.

Bila bergabung akal dan rasa,mmg ada ummph sbb mcm bukan lg membaca skrip tp terus melakonkannya sendiri dgn feelnye.

tamam
Mula Aktif
Mula Aktif

Male
Number of posts: 55
Age: 36
Location: papar
Registration date: 2011-09-01

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by maza9071 on Sat Oct 08, 2011 2:36 am

KEUTAMAAN TAUHID DALAM ISLAM

Tujuan Diciptakannya Jin dan Manusia Adalah untuk Metauhidkan Allah



Sesungguhnya, Allah menciptakan seluruh alam semesta termasuk di dalamnya jin dan manusia adalah hanya untuk beribadah kepada-Nya. Allah Ta’ala telah berfirman dalam Al-Qur’an Al-Karim, “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku” (Adz-Dzariyat: 56). Inilah hakikat diciptakannya jin dan manusia, yaitu hanya untuk beribadah kepada Allah saja tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Sebab, tauhid hanya kepada Allah saja, karena syarat diterimanya suatu ibadah/ amalan adalah ikhlas kepada Allah merupakan hak Allah yang harus ditunaikan oleh setiap manusia. Setiap manusia harus mengikhlaskan ibadahnya kepada Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah. Jika seseorang beribadah kepada selain Allah, maka ia telah berbuat syirik kepada Allah dan hal itu mengeluarkannya dari Dienul Islam. Allah berfirman, “Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku hanya menyembah tuhanku dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya.” (Al-Jin: 20). Maka, perhatikanlah wahai kaum Muslimin!



Tauhid, Merupakan Inti Dakwah Para Rasul



Allah mengutus setiap rasul kepada setiap ummatnya untuk memulai dakwahnya kepada tauhid. Karena hal ini merupakan perintah Allah yang harus mereka sampaikan kepada ummatnya. Allah berfirman, “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya, ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang benar untuk disembah) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’.” (Al-Anbiyaa’: 25). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ketika berdakwah di Makah selama tiga belas tahun beliau mengajak kaumnya untuk mengesakan Allah saja (tauhid), tidak kepada yang lain. Di antara wahyu yang diturunkan kepada beliau ketika itu adalah firman Allah dalam Surah Al-Jin ayat 20 yang telah disebutkan di atas. Selain itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendidik para Shahabat agar senantiasa memulai dakwahnya dengan tauhid. Ketika Rasul mengutus shahabat Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhu berdakwah ke Yaman, beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Hendaknya yang pertama kali kamu serukan kepada mereka adalah bersaksi, ‘Sesungguhnya tidak ada Ilah/ sesembahan (yang benar untuk disembah) kecuali Allah’, Dalam riwayat lain disebutkan, ‘Agar mereka mengesakan Allah’.” (Muttafaq ‘alaih). Jadi, setiap rasul memulai dakwahnya dengan tauhid, memurnikan ibadahnya hanya kepada Allah saja, dan menjauhi syirik. Maka, wajib bagi siapapun untuk memulai dan memprioritaskan dakwahnya dengan tauhid, tanpa menafikan (meniadakan) dakwah kepada syari’at yang lainnya.



Sumber Keamanan Manusia dan Ketenteraman dengan Bertauhid



Para Ahli Tauhid hatinya selalu tenang dan aman, sebab mereka tidak pernah takut kecuali kepada Allah saja. Ahli Tauhid merasa aman ketika manusia ketakutan dan merasa tenang ketika mereka kalut. Allah berfirman, “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan imam mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-An’am: 82). Ayat ini memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang menauhidkan Allah. Mereka yang tidak mencampuradukkan antara keimanan dengan kesyirikan, sungguh mereka akan mendapatkan keamanan yang sempurna dari Allah. Keamanan ini bersumber dari dalam jiwa, bukan oleh penjagaan manusia atau pihak keamanan. Dan keamanan yang dimaksud adalah keamanan di dunia dan akhirat. Sebab, Ahli Tauhid mengetahui bahwa kezholiman yang terbesar adalah syirik kepada Allah sebagaimana penjelasan Rasulullah ketika para shahabat bertanya tentang maksud dari ayat di atas dalam hadits dari shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhuma. Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan, “Ketika ayat ini turun (Al-An’am: 82), banyak umat Islam yang merasa sedih dan berat. Mereka berkata siapa di antara kita yang tidak berlaku zhalim kepada dirinya sendiri? Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab: “Yang dimaksud bukan (kezhaliman) itu, tetapi syirik. Belumkah kalian mendengar nesihat Luqman kepada puteranya, ‘Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah (syirik) benar- benar suatu kezhaliman yang besar’.(Luqman: 13)”. (Muttafaq ‘alaih). Sungguh, para Shahabat Nabi sangat takut jika diri mereka berbuat zhalim (syirik) kepada Allah, maka pakah kita tidak merasa takut jika kita berbuat syirik kepada Allah?? Ayat ini merupakan kabar gembira bagi setiap orang yang selalu meninggikan Kalimatut Tauhid, yang tidak mencampuradukkan antara keimanan dan kesyirikan, sungguh mereka akan mendapat pertolongan dan keamanan dari siksa Allah di akhirat.



Sebagai Pembawa Kebahagiaan dan Pelebur Dosa



Seorang ahli tauhid yang memurnikan ibadahnya hanya kepada Allah saja dan menjauhi segala praktik kesyirikan, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati bagi dirinya, dan menjadi penyebab bagi penghapusan segala dosanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang benar untuk disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya lepada Maryam serta ruh daripada-Nya, dan (bersaksi pula bahwa) surga hádala benar adanya dan Neraka pun benar adanya maka Allah pasti memasukkannya ke dalam surga, apapun amalan yang diperbuatnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, siapa saja yang murni aqidah dan tauhidnya, tanpa mengotorinya dengan kesyirikan, maka Allah menjanjikan Surga kepadanya. Walaupun, sebagian amalannya terdapat dosa dan maksiat. Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah berfirman: “Hai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, sedangkan engkau tidak menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku sedikitpun, niscaya Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula.” (H.R. Tirmidzi dan adh-Dhayya’, hadits hasan). Wahai kaum Muslimin, seandainya kita menemui Allah dengan membawa dosa dan maksiat sepenuh bumi, tetapi kita meninggal dalam keadaan bertauhid, insya Allah, segala dosa kita akan diampuni oleh Allah, dan pasti masuk surga dan tidak akan kekal di neraka.



Hak Allah yang Pertama dan Terakhir yang Harus Ditunaikan Hamba-Nya



Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Allah mengampuni dosa selain itu bagi orang-orang yang Dia kehendaki” (An Nisaa’: 116). Sehingga syirik menjadi larangan yang terbesar. Maka, tauhid merupakan perintah yang paling besar, sebab tauhid merupakan lawan dari tauhid. Oleh karena itu, setiap manusia wajib menauhidkan Allah. Allah menyebutkan kewajiban ini sebelum kewajiban lainnya yang harus ditunaikan oleh hamba. Allah Ta’ala berfirman, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan berbuat baiklah pada kedua orang tua” (An Nisaa’: 36). Kewajiban ini lebih wajib daripada semua kewajiban, bahkan lebih wajib daripada berbakti kepada orang tua. Allah berfirman, “Dan jika keduanya (orang tua) memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…” (Luqman : 15). Sehingga seandainya orang tua memaksa anaknya untuk berbuat syirik maka tidak boleh ditaati dengan cara yang baik dan lemah lembut.

Sebagaimana telah dijelaskan di awal risalah ini, Rasul memerintahkan para utusan dakwahnya agar menyampaikan tauhid terlebih dahulu sebelum yang lainnya. Yaitu, Nabi Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal rodhiyallohu ta’ala ‘anhu, “Jadikanlah perkara yang pertama kali kamu dakwahkan ialah agar mereka menauhidkan Allah.” (riwayat Bukhari dan Muslim). Selain itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda, “Barang siapa yang perkataan terakhirnya Laa ilaaha illallah niscaya masuk surga” (riwayat Abu Dawud, Ahmad dan Hakim dihasankan Al Albani dalam Irwa’ul Gholil). Dua hadits di atas menjadi dalil bahwa tauhid merupakan kewajiban yang paling pertama yang harus ditunaikan oleh setiap manusia pun menjadi kewajiban yang terakhir bagi setiap umat. Oleh karena itu, bersyukurlah bagi siapa saja yang senantiasa menauhidkan Allah, dan semoga kita semua mati dalam keadaan bertauhid kepada Allah, tanpa syirik sedikitpun.



Bagaimana cara menauhidkan Allah?



Setelah kita mengetahui bahwa tauhid memiliki keutamaan dan kedudukan yang tinggi di dalam Islam, maka wajib bagi kita untuk selalu menauhidkan Allah, memurnikan syahadatain Laa ilaaha illallah Muhammadar Rasuulullah, dengan cara mempelajari atau mengilmuinya, yaitu dengan mempelajari Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah (Hadits) Rasulullah sesuai dengan pemahaman para Shahabat Nabi. Mengapa harus pemahaman Shahabat Nabi, dan bukan yang lainya?? Karena Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman, “Orang-orang yang terdahulu (masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah telah ridha kepada mereka dan merekapun telah ridha kepada Allah. Allah telah menyiapkan bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar” (At Taubah: 100). Para Shahabat Radhiallahu ‘anhum yang telah dijanjikan Surga oleh Allah, menjadikan aqidah sebagai ruh dalam menjalankan segala aktivitas mereka, termasuk ketika jihad melawan orang kafir. Kemenangan selelu diraih oleh pasukan Islam ketika berperang meninggikan kalimat Tauhid melawan orang kafir. Sebab, para Shahabat hanya menjadikan Allah saja sebagai penolong mereka. Maka, beruntunglah orang-orang yang mengikuti Muhajirin dan Anshar (para Shahabat) dalam segala hal termasuk masalah aqidah. Semoga Allah mengumpulkan kita di Jannah-Nya bersama para nabi dan rasul, dan ahli tauhid (umat Islam).

Sedangkan dalil untuk mengilmui/ mempelajari tauhid (Laa ilaaha illallah) sebagaimana firman Allah, “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada sesembahan (yang benar untuk disembah) selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.” (Muhammad: 19). Juga firman-Nya, “Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang yang berilmu.” (Al-‘Ankabut: 43). Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa mati dalam keadaan berilmu tentang Laa ilaaha Illallah, maka dia pasti masuk Surga.” (H.R. Ahmad, Shahih). Maka, kita wajib mengilmui makna yang diinginkan dari kalimat tersebut, baik yang dinafikan (ditolak) maupun yang ditetapkan, dan kemudian berusaha mengamalkannya.


dari Buletin Al-Atsary

Tauhid orang munafiq- Sekadar mengucap لا إله الا الله dengan lidah tetapi hatinya lalai dari memahami maknanya.
Tauhid orang awam – Mempercayai makna lafaz seperti dipercayai oleh orang Islam.
Tauhid Golongan Muqarrabin – Golongan yang bersaksi dengan mencari kebenaran berdasarkan bukti-bukti yang Allah berikan.
Tauhid Siddiqin – Golongan yang melihat Allah sebagai kewujudan yang mutlak sementara selain daripda Allah SWT akan fana atau binasa.

Imam Al-Ghazali

maza9071
Moderator
Moderator

Male
Number of posts: 479
Age: 34
Location: pahang
Registration date: 2008-05-01

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by tamam on Sat Oct 08, 2011 3:42 pm

Salam Semua,


Sy tersilap tafsir maksud tauhid itu sebagai fekah,baru sy perasan lepas artikel yg Tuan Maza lampirkan.

Lebih kurang ilmu tauhid =rukun iman,fekah=rukun islam.

Ucapan 2 kalimah syahadah= rukun iman + rukun Islam.

tamam
Mula Aktif
Mula Aktif

Male
Number of posts: 55
Age: 36
Location: papar
Registration date: 2011-09-01

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by ifahuzir on Mon Oct 10, 2011 10:05 am

Erkk.. Tak faham lah..


ifahuzir
Aktif
Aktif

Male
Number of posts: 1858
Age: 32
Location: Kuala Lumpur - Sepang
Registration date: 2010-10-18

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by kembara_jalanan on Tue Oct 11, 2011 12:37 pm

assalamualaikum..
macam mane ilmu tauhid tu nak dihayati secara kesufian yer ifahuzir...sbb kalu kite tgk dlm ilmu kebanyakan hari nie..tiada silibus utk ilmu kesufian tu sdiri...ade juga yg mentafsirkan sufi tu sesatla dan mcm2 lagi...berminat untuk mengetahui n tukar pandangan..silakan..

kembara_jalanan
Rakan Baru
Rakan Baru

Male
Number of posts: 14
Age: 31
Location: kuala lumpur
Registration date: 2011-10-11

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by Omera on Tue Oct 11, 2011 12:59 pm

kembara_jalanan wrote:assalamualaikum..
macam mane ilmu tauhid tu nak dihayati secara kesufian yer ifahuzir...sbb kalu kite tgk dlm ilmu kebanyakan hari nie..tiada silibus utk ilmu kesufian tu sdiri...ade juga yg mentafsirkan sufi tu sesatla dan mcm2 lagi...berminat untuk mengetahui n tukar pandangan..silakan..

Teruskan pencarian... Insyaallah akan bertemu...

Omera
Aktif
Aktif

Male
Number of posts: 1170
Age: 38
Location: Kuala Lumpur
Registration date: 2009-12-14

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by joanputeri69 on Tue Oct 11, 2011 7:32 pm

inshaalah akan bertemu,

kalau untuk pengetahuan kita bole surf saya bagi tip contohnya suluk wujil berkenaan kalimah tauhid syahadah tapi untuk mengamalkannya biarlah berguru.

joanputeri69
Mula Aktif
Mula Aktif

Male
Number of posts: 95
Age: 42
Location: johor bahru malaysia
Registration date: 2011-06-13

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by cupi_ketchum on Tue Oct 11, 2011 7:57 pm

Ya betul, apa2 pun, biarlah berguru. Kita di sini hanya membincang dan berkongsi sahaja. Bukanlah utk mengajar hal2 sebegini, apatah lagi berkaitan dgn tauhid dan akidah.

Ada info, kita utarakan. Ada pengetahuan, kita kongsikan. Apa yg penting, kerjasama. Heheheh

Teruskan lagi dgn perkongsian masing2 ya.

..........................................................................................................................................................................................
Salamun Qaulam Mir Rabbin Rahim

http://www.paranorms.org/t767-mengajar-anak-cara-bersedekah-yg-efektif?highlight=mengajar+anak
http://www.paranorms.org/t617-erti-sin-ilahi-yang-sebenar?highlight=erti
http://www.paranorms.org/t618-erti-sebenar-sin-ilahi-double-post-utk-bacaan-bukan-ahli?highlight=erti

cupi_ketchum
Otai Poster
Otai Poster

Male
Number of posts: 2449
Age: 25
Location: Wilayah Persekutuan Labuan
Registration date: 2010-01-01

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by jagat raya on Tue Oct 11, 2011 10:39 pm

cupi_ketchum wrote:Ya betul, apa2 pun, biarlah berguru. Kita di sini hanya membincang dan berkongsi sahaja. Bukanlah utk mengajar hal2 sebegini, apatah lagi berkaitan dgn tauhid dan akidah.

Ada info, kita utarakan. Ada pengetahuan, kita kongsikan. Apa yg penting, kerjasama. Heheheh

Teruskan lagi dgn perkongsian masing2 ya.



betul..saya setuju..itulah yang semolek2nya..

jagat raya
Mula Aktif
Mula Aktif

Male
Number of posts: 197
Age: 32
Location: bandar tasik selatan
Registration date: 2009-11-01

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by kembara_jalanan on Wed Oct 12, 2011 10:32 am

assalamualaikum..
yer molek sungguh..tapi ilmu nie mmg tidak diketengahkan didalam masyarakat kan...sbb tula masyarakat hanya mendalami rukun iman n islam sahaja secara kasar..tapi ihsan nye kebanyakannye xde diperhalusi....sbb tu kebanyakan dari kita tiada jatidiri or tunjang yg kukuh sebagai pedoman hidup

sbb pandagan para pendakwah kesufian or ilmu akhlah berada di dalam ihsan tu sendiri..apekah benar wahai sahabat?..
wallahualam..

kembara_jalanan
Rakan Baru
Rakan Baru

Male
Number of posts: 14
Age: 31
Location: kuala lumpur
Registration date: 2011-10-11

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by ifahuzir on Wed Oct 12, 2011 12:08 pm

kembara_jalanan wrote:assalamualaikum..
yer molek sungguh..tapi ilmu nie mmg tidak diketengahkan didalam masyarakat kan...sbb tula masyarakat hanya mendalami rukun iman n islam sahaja secara kasar..tapi ihsan nye kebanyakannye xde diperhalusi....sbb tu kebanyakan dari kita tiada jatidiri or tunjang yg kukuh sebagai pedoman hidup

sbb pandagan para pendakwah kesufian or ilmu akhlah berada di dalam ihsan tu sendiri..apekah benar wahai sahabat?..
wallahualam..


w'salam, Cool

kembara_jalanan wrote:yer molek sungguh..tapi ilmu nie mmg tidak diketengahkan didalam masyarakat kan...sbb tula masyarakat hanya mendalami rukun iman n islam sahaja secara kasar..tapi ihsan nye kebanyakannye xde diperhalusi....sbb tu kebanyakan dari kita tiada jatidiri or tunjang yg kukuh sebagai pedoman hidup


Amat Benar tuan Twisted Evil

kembara_jalanan wrote:
sbb pandagan para pendakwah kesufian or ilmu akhlah berada di dalam ihsan tu sendiri..apekah benar wahai sahabat?..
wallahualam..


ermm.. Pada pendapat saya yang tak berapa kenal ni, kesufian tidak didakwahkan.. kerana kesufian itu sendiri adalah satu "perjalanan" yang tergabung didalamnya 4 perkara iaitu Syariat, Tarekat, Hakikat dan Ma'rifat.

Biasanya, dakwah dilakukan bertujuan untuk mengEsakan Tuhan yang satu serta Mengajak sekalian manusia melakukan perkara baik, dan mengajak meninggalkan perkara jahat... atau dengan bahasa ringkasannya "Amal maa'ruf nahi Mungkar".

Jika dijabarkan mengenai Syariat, wahh.. terlalu banyak!! semua syariat berkisarkan dengan "tatacara" setiap perkara yang dilakukan ketika idup di dunia.. Contoh: cara-cara berjiran, cara bercakap, berpakaian, ibadah, bersuci, mengurus mayat, termasuk adap dan susila bersosial.

Jika kita merujuk kepada Rukun Negara, Perkara 2 hingga ke 5 itu adalah dalam "Syariat" Razz

kembara_jalanan wrote:ilmu akhlah berada di dalam ihsan tu sendiri..apekah benar wahai sahabat?..


Menurut pemahaman saya yang takberguru nie, Suspect Akhlak adalah termasuk dalam tatacara jugak.. Cuma bila akhlak yang menjurus kepada perjalanan kesufian ini lebih dikenali sebagai subjek dalam tasawuf itu sendiri.. contoh: masuk toilet kaki kiri dulu, takleh tengok najis sendiri, takleh tengok/menonton perkara/cerita kotor (18SX) dan sebagainya.

Manakala Ihsan itu pulak, meliputi kesemuanya dan mehala ke IKHLAS.

sekian pendapat saya.. (ini perbincangan aje ek.. bukan mengajar) saya takder tauliah.. keeke

ifahuzir
Aktif
Aktif

Male
Number of posts: 1858
Age: 32
Location: Kuala Lumpur - Sepang
Registration date: 2010-10-18

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by cupi_ketchum on Wed Oct 12, 2011 12:20 pm

Marvelous utk pembukaan itu tuan, cheers

..........................................................................................................................................................................................
Salamun Qaulam Mir Rabbin Rahim

http://www.paranorms.org/t767-mengajar-anak-cara-bersedekah-yg-efektif?highlight=mengajar+anak
http://www.paranorms.org/t617-erti-sin-ilahi-yang-sebenar?highlight=erti
http://www.paranorms.org/t618-erti-sebenar-sin-ilahi-double-post-utk-bacaan-bukan-ahli?highlight=erti

cupi_ketchum
Otai Poster
Otai Poster

Male
Number of posts: 2449
Age: 25
Location: Wilayah Persekutuan Labuan
Registration date: 2010-01-01

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by ifahuzir on Wed Oct 12, 2011 12:21 pm

kembara_jalanan wrote:assalamualaikum..
macam mane ilmu tauhid tu nak dihayati secara kesufian yer ifahuzir...sbb kalu kite tgk dlm ilmu kebanyakan hari nie..tiada silibus utk ilmu kesufian tu sdiri...ade juga yg mentafsirkan sufi tu sesatla dan mcm2 lagi...berminat untuk mengetahui n tukar pandangan..silakan..


w'salaam,

Macamana? alamak.. panjang sangat lah kalo nak huraikan.. saya cuba ringkaskan leh ek?

Caranya cam Firman Nie:
"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Agama Islam (dengan mematuhi) segala hukum-hukumnya; dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata." (Al-Baqarah 2:208)

Silakan untuk perbincangan Neutral

ifahuzir
Aktif
Aktif

Male
Number of posts: 1858
Age: 32
Location: Kuala Lumpur - Sepang
Registration date: 2010-10-18

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by ifahuzir on Wed Oct 12, 2011 12:27 pm

cupi_ketchum wrote:Marvelous utk pembukaan itu tuan, cheers


affraid
cheers

ifahuzir
Aktif
Aktif

Male
Number of posts: 1858
Age: 32
Location: Kuala Lumpur - Sepang
Registration date: 2010-10-18

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by Omera on Wed Oct 12, 2011 12:48 pm

ifahuzir wrote:
cupi_ketchum wrote:Marvelous utk pembukaan itu tuan, cheers


affraid
cheers

Kepasrahan tuan makin mantap, kesedaran tuan makin meningkat, hasilnya tuan semakin tinggi kefahamannya... Syukurlah tuan...

Omera
Aktif
Aktif

Male
Number of posts: 1170
Age: 38
Location: Kuala Lumpur
Registration date: 2009-12-14

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by kembara_jalanan on Wed Oct 12, 2011 12:51 pm

time kasih atas maklumbalas tn2...dengan berkongsi pendapat bertambah cerah perjalanan..tq

kembara_jalanan
Rakan Baru
Rakan Baru

Male
Number of posts: 14
Age: 31
Location: kuala lumpur
Registration date: 2011-10-11

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by ifahuzir on Wed Oct 12, 2011 1:12 pm

kembara_jalanan wrote:time kasih atas maklumbalas tn2...dengan berkongsi pendapat bertambah cerah perjalanan..tq


Aik.. ia tak abis cam tu jer tuan Kembara Jalanan..

Banyak lagik.. Silakan.. Usah sembunyik² dan malu-malu.. kerana sifat tersebut bukanlah sifat-sifat si supernatural.. hehehe What a Face

saya ni pun selamba jer tegakkan benang yang basah.. mana tau, leh jadi bebetul tegak.. hehehe..

ifahuzir
Aktif
Aktif

Male
Number of posts: 1858
Age: 32
Location: Kuala Lumpur - Sepang
Registration date: 2010-10-18

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by cupi_ketchum on Wed Oct 12, 2011 1:16 pm

Dalam hal ini, kita bukanlah menegakkan benang yg basah, hanya mengikut common sense sahaja. Hehehehe

..........................................................................................................................................................................................
Salamun Qaulam Mir Rabbin Rahim

http://www.paranorms.org/t767-mengajar-anak-cara-bersedekah-yg-efektif?highlight=mengajar+anak
http://www.paranorms.org/t617-erti-sin-ilahi-yang-sebenar?highlight=erti
http://www.paranorms.org/t618-erti-sebenar-sin-ilahi-double-post-utk-bacaan-bukan-ahli?highlight=erti

cupi_ketchum
Otai Poster
Otai Poster

Male
Number of posts: 2449
Age: 25
Location: Wilayah Persekutuan Labuan
Registration date: 2010-01-01

Back to top Go down

Re: Tauhid, Kesufian, 'akal dan Iman

Post by ifahuzir on Wed Oct 12, 2011 1:21 pm

hehehe.. benar Tuan.. Common sense aje.. bukan ape, nak cari buku untuk rujukan punyalah malas.. hahaha

ifahuzir
Aktif
Aktif

Male
Number of posts: 1858
Age: 32
Location: Kuala Lumpur - Sepang
Registration date: 2010-10-18

Back to top Go down

Page 1 of 3 1, 2, 3  Next

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum