Al-fatihah
Page 1 of 1 • Share •
Al-fatihah
FADHILAT DAN KHASIAT AL-FATIHAH
Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda yang bermaksud:
"Membaca Fatihah Al-Quran pahalanya seperti sepertiga Al-Quran"
Juga Nabi Muhammad s.a.w.bersabda:
"Surat Al-Fatihah adalah untuk apa ia dimaksudkankan dalam bacaannya." dan
"Fatihah itu pembukaan maksud bagi orang-orang mukmin."
Sesiapa membaca surah Al-Fatihah dalam keadaan berwuduk sebanyak 70 kali setiap hari selama tujuh hari lalu ditiupkan pada air yang suci lalu diminum maka ia akan memperolehi ilmu dan hikmah serta hatinya dibersihkan dari fikiran rosak.
Diantara khasiat Fatihah ialah siapa yang membaca 'Al-Fatihah' diwaktu hendak tidur, Surah 'Al-Ikhlas' sebanyak 3 kali dan Mu'awwidzatain maka ia akan aman dari segala hal selain ajal. Dan siapa berhajat (berkeinginan sesuatu) kepada Allah s.w.t.maka olehnya dibaca surah Al-Fatihah sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunat Subuh dan sembahyang fardu Subuh sampai 40 hari (tidak Lebih) kemudian memohon kepada Allah s.w.t. maka Insyaallah ia penuhi keperluan hidupnya.
Barangsiapa membaca Fatihah berserta Bismillah diantara sunat Subuh dan fardu Subuh dengan Istiqomah maka kalau ia inginkan pangkat terkabullah ia dan kalau ia fakir maka akan kaya serta jika ia punya hutang maka mampu membayanrnya dan kalau ia sakit maka akan sembuh serta kalau ia punya anak maka anaknya itu menjadi anak yang soleh, berkat surah Al-Fatihah.
Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 20kali setiap selesai sembahyang fardu lima waktu maka Allah s.w.t. luaskan rezekinya, baiki akhlaknya, mudahkan urusannya, hilangkan keperihatinannya dan kesusahannya, anugerahkan apa yang ia angan-angankan, dapatkan berbagai berkat dan kemuliaan, jadikan ia berwibawa, berpangkat luhur, berpenghidupan baik dan ia pula anak-anaknya terlindung dari kemudharatan dan kerosakan serta dianugerahkan kebahagiaan dan sebagainya.
Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 125 kali selesai sembahyang Subuh maka ia peroleh maksudnya dan ia ketemukan apa yang dicari-cari serta sebaiknya ia panjatkan doa yang bermaksud:
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran Surah Al-Fatihah dan rahsianya, supaya dimudahkan bagiku semua urusanku, sama ada urusan dunia atau urusan akirat, supaya dimakbulkan permohonanku dan ditunaikan hajatku..........."
Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah diwaktu sahur (tengah malam) sebanyak 41 kali maka Allah s.w.t.bukakan pintu rezekinya dan Dia mudahkan urusannya tanpa kepayahan dan kesulitan. Selesai bacaan Al-Fatihah tersebut dan sebaiknya berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al-Fatihah dan rahsianya, supaya Engkau bukakan bagiku pintu-pintu rahmatMu, kurnia-Mu dan rezeki-Mu. Dan Engkau mudahkan setiap urusanku, murahkanlah bagiku rezekiMu yang banyak lagi berkat tanpa kekurangan dan tanpa susah payah, sesungguhnya Engkau berkuasa atas setiap sesuatu. Aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al-Fatihah dan rahsianya, berikan apa yang kuhajati........"
Diriwayatkan dari Syeikh Muhyiddin Ibnul Arabi didalam kitab 'Qaddasallaahusirrahu':
"Siapa yang punya maksud maka sebaiknya ia membaca surat Al-Fatihah sebanyak 40 kali sehabis sembahyang Maghrib dan sunatnya, selesai itu ia ajukan permohonan hajatnya kepada Allah s.w.t."
Surat Al-Fatihah boleh mengubati penyakit mata, sakit gigi, sakit perut dan lain-lainnya dengan dibacakan sebanyak 41 kali.
Ikhtiar mengubati penyakit : Baca SurahAl-Fatihah sebanyak 40 kali pada tempat berisi air, lalu air itu diusap-usapkan pada kedua belah tangan, kedua belah kaki, muka, kepala dan seluruh badan, allu diminum, Insyaallah menjadi sembuh.
Kalau Surah Al-Fatihah itu ditulis dengan huruf-huruf terpisah lalu dileburkan dengan air suci dan diminumkan kepada sisakit, maka dengan iradah Allah s.w.t. ia akan sembuh.
Ikhtiar menghilangkan sifat pelupa: Tulislah surat Al-Fatihah dengan huruf Arab pada tempat putih dan suci lalu dihapuskan dengan air dan diberi minum pada orang yang pelupa, maka ia akan hilang sifat pelupanya dengan izin Allah s.w.t.
Mengubati sakit disebabkan oleh sengatan kala: Ambil sebuah tempat bersih lalu diisi air dan sedikit garam lalu dibacakan padanya Surah Al-Fatihah sebanyak 7 kali lalu diberi minum pada orang yang tersengat kala itu, Insyaallah ia akan sembuh.
Mengubati sakit gigi dan lain-lain: Untuk dirinya sendiri = letakkan jari pada tempat yang sakit lalu membaca Al-Fatihah dan berdoa sebanyak 7 kali:
"Ya Allah, hilangkan daripada keburukan dan kekejian yang aku dapati dengan doa Nabi-Mu yang jujur (al- Amin) dan tetap disisi-Mu".
Mengubati penyakit gigi orang lain: selesai membaca Al-Fatihah maka berdoa 7 kali:
"Ya Allah, hilangkan daripada orang ini keburukan dan kekejian yang aku dapati dengan doa Nabi-Mu yang jujur (al- Amin) dan tetap disisi-Mu".
Adapun faedah dan khasiat dari Surah Al-Fatihah ialah menyembuhkan penyakit mata yang kabur (rabun)
Sabda Nabi Muhammad s.a.w."
"Barangsiapa yang ingin menyembuhkan kelemahan pandangannya (kabur/rabun) maka hendaklah dilakukan:
Memandang bulan pada awal bulan, jika tidak kelihatan atau terhalang oleh awan dan lain-lain hal, lakukan pada malam kedua, juga tidak dapat, cuba pada malam ketiga atau begitu seterusnya hingga nampak kelihatan bulan itu.
Apabila telah kelihatan, hendaklah ia menyapukan tangan kanannya kemata dengan membaca Al-Fatihah sebanyak 10 kali.
Sesudah itu mengucapkan pula sebanyak 7 kali doa ini:
"Al-Fatihah itu menjadi ubat tiap-tiap penyakit dengan rahmat Mu ya Tuhan yang pengasih penyayang."
Lalu mengucapkan "Yaa Rabbi" sebanyak 5 kali.
Terakhir mengucapkan pula doa ini sebanyak 1 kali:
"Ya Allah sembuhkanlah, Engkaulah yang menyembuhkan, Ya Allah sihatkanlah, Engkaulah yang menyihatkan".
sumber http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/fadhilatdankhasiatalfatihah.htm
Re: Al-fatihah
Khasiat Surah Al-Fatihah
OPINI | 17 June 2010 | 14:08 6520 5 1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat
--------------------------------------------------------------------------------
Apa yang akan disampaikan dibawah ini adalah sebagaimana tertulis dari buku mengenai rahasia keutamaan surah Al-Fatihah oleh ustadz Musannif Effendie, terbitan AlMadinah.
Tersebut didalam Kitab Al-Fatawish-Shofiyah: “Barang siapa membiasakan setiap hari, membaca Surah Al-Fatihah empat puluh satu (41) kali sebelum shalat subuh dan dibaca bersambung dalam satu majelis, tidak mengenai kefakiran bagi dirinya. Jika dia menanggung hutang, akan terlepas dari hutang-hutangnya dengan ijin Allah. Jika dia menderita penyakit, Insya Allah akan sembuh. Jika badan terasa lemah akan menjadi kuat dengan ijin dan karunia Allah.
Barang siapa membaca surah Al-Fatihah sebanyak empat puluh satu (41) kali sebelum shalat subuh selama empat puluh hari terus-menerus, Jika istrinya mandul Insya allah dapat melahirkan dan dikaruniai anak yang shaleh. Demikian keterangan Imam Al-Hakim didalam kitabnya Asrorul-Fatihah.
Demikian pula jika dihinggapi suatu penyakit yang sudah tidak dapat lagi diatasi oleh dokter, boleh anda coba untuk melakukan amalan dzikir ini selama empat puluh (40) hari sebanyak empat puluh satu (41) kali bacaan setiap sebelum shalat shubuh. Insya Allah akan dikembaikan kesehatannya kepada anda.
Cara mengamalkannya:
•Sebelumnya bacalah dzikir Istighfar beberapa kali (100 kali lebih baik), kemudian membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw minimal 11 kali (lebih dari itu akan lebih baik).
•Setelah itu membaca kalimat dibawah ini:
“Ilaa hadh-rati habii-binaa wa syafii-’inaa nabiyyinaa muhammadinil-mushthofaa shallallaahu ‘alaihi wasallam, tsumma ilaa az-waajihii wa ahli baitihi wa zurriyyatihi syai-u lillaahi lahum - Al faatihah.”
Artinya: Kehadirat kekasih kami dan pembela kami, nabi kami Muhammad yang terpilih SAW. Kemudian kepada isteri-isterinya kaum keluarganya serta zurriatnya. Seala sesuatu karena jin Allah untuk mereka semua aku tujukan Al-Fatihah ini.
Kemudian membaca Al-Fatihah satu (1) kali.
•Kemudian membaca kalimat berikut ini:
“Ilaa arba’atil a-’immatil-mujtahidin Al-Khulafaa-irraasyidiin, saadaatinaa Abii Bakrin wa ‘Umaro wa Utsmaana wa ‘Ali, syai’u-lillaahi lahum Al Faatihah.”
Artinya: Kepada empat pemimpin Mujtahid Khalifah Allah Abu Bakr, ‘Umar, Utsman dan ‘Ali. Segala sesuatu dengan ijin Allah, Al-Fatihah ini aku tujukan kepada mereka.
Kemudian membaca Al-Fatihah satu (1) kali.
•Kemudian membaca surah Al-Ikhlash tiga (3) kali, surath Al-Falaq tiga (3) kali dan surah An-Naas tiga (3) kali. Baru setelah itu membaca surah Al-Fatihah sebanyak empat puluh satu (41) kali.
Insya Allah segala permasalahan akan terselesaikan dengan ijin Allah berkat keutamaan surah AL-Fatihah.
Suatu keterangan lain tentang khasiat Al-Fatihah pula.
Barang siapa membaca surah Al-Fatihah selesah shalat lima waktu sebanyak dua puluh (20) kali, yang berarti setiap hari membacaseratus (100) kali, niscaya Allah akan meluaskan rejekinya sebagai imbalan dari sisi Allah. Dan menjadi baik keadaannya sehari-hari. Diterangkan hatinya, dimudahkan segala urusannya. Dan dikabulkan permohonannya oleh Allah swt. Serta dikeluarkan dari segala kesulitan. Insya Allah.
Sungguh hal ini menjadi masukan yang berarti bagi admin.
ARtikel ini diterbitkan dalam dua bahasa: Bahasa Indonesia dan Englsih.
Untuk versi English, silahkan kunjungi artikel berikut :
http://www.muslimmagz.com/2010/06/khasiat-surat-al-fatihah.html
Sumber http://agama.kompasiana.com/2010/06/17/khasiat-surah-al-fatihah/
OPINI | 17 June 2010 | 14:08 6520 5 1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat
--------------------------------------------------------------------------------
Apa yang akan disampaikan dibawah ini adalah sebagaimana tertulis dari buku mengenai rahasia keutamaan surah Al-Fatihah oleh ustadz Musannif Effendie, terbitan AlMadinah.
Tersebut didalam Kitab Al-Fatawish-Shofiyah: “Barang siapa membiasakan setiap hari, membaca Surah Al-Fatihah empat puluh satu (41) kali sebelum shalat subuh dan dibaca bersambung dalam satu majelis, tidak mengenai kefakiran bagi dirinya. Jika dia menanggung hutang, akan terlepas dari hutang-hutangnya dengan ijin Allah. Jika dia menderita penyakit, Insya Allah akan sembuh. Jika badan terasa lemah akan menjadi kuat dengan ijin dan karunia Allah.
Barang siapa membaca surah Al-Fatihah sebanyak empat puluh satu (41) kali sebelum shalat subuh selama empat puluh hari terus-menerus, Jika istrinya mandul Insya allah dapat melahirkan dan dikaruniai anak yang shaleh. Demikian keterangan Imam Al-Hakim didalam kitabnya Asrorul-Fatihah.
Demikian pula jika dihinggapi suatu penyakit yang sudah tidak dapat lagi diatasi oleh dokter, boleh anda coba untuk melakukan amalan dzikir ini selama empat puluh (40) hari sebanyak empat puluh satu (41) kali bacaan setiap sebelum shalat shubuh. Insya Allah akan dikembaikan kesehatannya kepada anda.
Cara mengamalkannya:
•Sebelumnya bacalah dzikir Istighfar beberapa kali (100 kali lebih baik), kemudian membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw minimal 11 kali (lebih dari itu akan lebih baik).
•Setelah itu membaca kalimat dibawah ini:
“Ilaa hadh-rati habii-binaa wa syafii-’inaa nabiyyinaa muhammadinil-mushthofaa shallallaahu ‘alaihi wasallam, tsumma ilaa az-waajihii wa ahli baitihi wa zurriyyatihi syai-u lillaahi lahum - Al faatihah.”
Artinya: Kehadirat kekasih kami dan pembela kami, nabi kami Muhammad yang terpilih SAW. Kemudian kepada isteri-isterinya kaum keluarganya serta zurriatnya. Seala sesuatu karena jin Allah untuk mereka semua aku tujukan Al-Fatihah ini.
Kemudian membaca Al-Fatihah satu (1) kali.
•Kemudian membaca kalimat berikut ini:
“Ilaa arba’atil a-’immatil-mujtahidin Al-Khulafaa-irraasyidiin, saadaatinaa Abii Bakrin wa ‘Umaro wa Utsmaana wa ‘Ali, syai’u-lillaahi lahum Al Faatihah.”
Artinya: Kepada empat pemimpin Mujtahid Khalifah Allah Abu Bakr, ‘Umar, Utsman dan ‘Ali. Segala sesuatu dengan ijin Allah, Al-Fatihah ini aku tujukan kepada mereka.
Kemudian membaca Al-Fatihah satu (1) kali.
•Kemudian membaca surah Al-Ikhlash tiga (3) kali, surath Al-Falaq tiga (3) kali dan surah An-Naas tiga (3) kali. Baru setelah itu membaca surah Al-Fatihah sebanyak empat puluh satu (41) kali.
Insya Allah segala permasalahan akan terselesaikan dengan ijin Allah berkat keutamaan surah AL-Fatihah.
Suatu keterangan lain tentang khasiat Al-Fatihah pula.
Barang siapa membaca surah Al-Fatihah selesah shalat lima waktu sebanyak dua puluh (20) kali, yang berarti setiap hari membacaseratus (100) kali, niscaya Allah akan meluaskan rejekinya sebagai imbalan dari sisi Allah. Dan menjadi baik keadaannya sehari-hari. Diterangkan hatinya, dimudahkan segala urusannya. Dan dikabulkan permohonannya oleh Allah swt. Serta dikeluarkan dari segala kesulitan. Insya Allah.
Sungguh hal ini menjadi masukan yang berarti bagi admin.
ARtikel ini diterbitkan dalam dua bahasa: Bahasa Indonesia dan Englsih.
Untuk versi English, silahkan kunjungi artikel berikut :
http://www.muslimmagz.com/2010/06/khasiat-surat-al-fatihah.html
Sumber http://agama.kompasiana.com/2010/06/17/khasiat-surah-al-fatihah/
Re: Al-fatihah
ish..hahahaha..
first impression saya baca tajuk ni tadi ingatkan ada orang meninggal sebab kena baca al-fatihah..rupa2nya posting pasal keilmuan samubera al-fatihah ni yer..hehehehe..
first impression saya baca tajuk ni tadi ingatkan ada orang meninggal sebab kena baca al-fatihah..rupa2nya posting pasal keilmuan samubera al-fatihah ni yer..hehehehe..

jagat raya- Mula Aktif

-

Number of posts: 197
Age: 32
Location: bandar tasik selatan
Registration date: 2009-11-01
Re: Al-fatihah
Sekadar nyambung info yang telah dimasukan tempohari oleh Cik Maybal dan juga Tn Maza
by maybal on Fri Sep 09, 2011 5:23 am
.salam pagi Jumaat....
saya sisipkan satu artikel untuk renungan kita dipagi jumaat ini...
mudah2an kita mendapat menafaatnya....dilimpahi Alloh dengan segala pencerahan
ke kita....
SAMUDRA AL FATIHAH
Al-Fatihah – Keistimewaan dan fadilatnya
Oleh DR. ZULKIFLI MOHAMAD AL-BAKRI
SURAH ini dinamakan dengan berbagai-bagai nama seperti al-Fatihah, Um al- Kitab, as-Sab’ai al-Masthani dan lain-lain. Imam al-Qurtubi menghitung 12 nama Fatihah, sedangkan al-Alusi menyebut sebahagian ulama mengira sampai dua puluh dua nama, sama ada secara tauqif daripada nabi atau ijtihad para sahabat.
Mempunyai tujuh ayat dengan ijmak yang bersalahan ulama pada cara bilangannya, sama ada basmalah termasuk dalam ayat atau tidak.
Surah al-Fatihah termasuk surah-surah Makkiah seperti yang dinyatakan oleh al-Wahidi dalam Asbab an-Nuzul dan ath-Tha’labi oleh Ibn Abi Syaibah, Abu Naim dan al-Baihaqi.
Ada pendapat yang menganggap surah ini termasuk surah Madaniah berdasarkan kepada apa yang diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah, Abu Said bin al-A’rabi, at-Tabarani daripada Mujahid daripada Abi Hurairah : menangislah iblis ketika diturunkan al-Fatihah di Madinah.
MENGHIMPUN
Pendapat yang ketiga, ia diturunkan dua kali, Mekah dan Madinah sebagai menghimpun antara riwayat-riwayat.
Nas-nas hadis yang menunjukkan banyak kelebihan surah al-Fatihah antaranya :
1. Sebesar-besar surah dari segi kelebihannya seperti riwayat al-Bukhari daripada Abi Said bin Mu’alla.
2. Tiada tandingan dan bandingan dengan mana-mana surah dan kitab seperti Taurat, Injil, Zabur dan al-Furqan daripada surah al-Fatihah seperti riwayat Imam Ahmad daripada Ubay bin Ka’ab.
3. Dua cahaya yang digembirakan oleh malaikat iaitu al-Fatihah dan penutup surah al-Baqarah seperti riwayat Muslim daripada Ibn Abbas.
4. Penyembuh penyakit seperti terkena patukan ular, kala jengking dan lain- lain. Ini dinyatakan al-Bukhari dan Muslim daripada Abi Said al-Khudri.
5. Kelebihan Fatihah jelas apabila diwajibkan dalam setiap rakaat solat seperti riwayat al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmizi daripada Abu Hurairah.
6. Menyembuh penyakit gila seperti riwayat Imam Ahmad, Abu Daud, an- Nasa’i, Ibn Sunni, Ibn Jarir, al-Hakim yang mensahihkannya daripada Kharijah bin as-Salt at-Tamimi daripada bapa saudaranya yang datang bertemu Rasulullah s.a.w. dan pulang, kemudian lalu di perkampungan yang terdapat seorang lelaki yang dirantai dengan besi lantas kata keluarganya : Adakah kamu boleh rawatnya, kerana kamu datang daripada sahabatmu (Rasulullah s.a.w.) yang amat baik.
Aku pun membaca al-Fatihah selama tiga hari sebanyak dua kali pada waktu pagi dan petang setiap hari, aku hembus ke mukanya kemudian dengan izin Allah dia sembuh dan diberikan kepadaku 100 ekor kambing, aku datang kepada
Rasulullah s.a.w. dan menceritakannya, sabda Rasulullah s.a.w : Makanlah, siapa yang berjampi dengan bathil? Sesungguhnya kamu berjampi dengan sebenarnya.
Inilah sebahagian daripada fadilat al-Fatihah. INTI PATI DAN KANDUNGAN
Al-Fatihah mempunyai makna-makna al-Quran yang diasaskan dengan maksud- maksud secara ijmal, terdiri daripada usul ad-din dan cabang-cabangnya seperti akidah, ibadah, tasyri’, iktikad dengan Hari Akhirat, beriman dengan sifat-sifat Allah yang mulia, mengesahkannya dalam beribadat, meminta pertolongan dan doa.Selain itu memohon hidayah ke jalan yang benar di samping menetapkan iman dan jalan orang-orang solehin, menjauhkan daripada golongan yang dimurka Allah dan yang sesat. Justeru dinamakan Um al-Kitab kerana menghimpun segala maksud-maksud asas.
As-Shahid Hasan al-Banna dalam risalahnya – Mukadimah fi at-Tafsir – berkata : Tiada syak siapa yang tadabbur al-Fatihah yang mulia ini pasti dapat melihat kayanya makna dan keindahannya serta keserasiannya, antara lain dapat dilimpahi cahaya pada hatinya.
As-Shahid Syed Qutb dalam tafsirnya – Fi Zilal al-Quran antara lain berkata : Sesungguhnya surah ini mengandungi inti pati akidah Islamiyah tasawwur Islami, perasaan dan harapan doa kepada Ilahi yang diisyaratkan daripada hikmah pemilihan surah ini pada setiap rakaat solat.
As-Syeikh Abdul Rahman Habannakah al-Midani di dalam kitabnya Ma`arij at- Tafakkur membahagikan inti pati al-Fatihah kepada empat :
1. Asas iman yang wajib diimani hamba-hamba Allah yang diujinya ketika berkelana di dunia secara mesti.
2. Tuntutan Allah terhadap hamba-Nya beribadat dan bergantung kepada-Nya tanpa sekatan dengan yang lain.
3. Agama pilihan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang diuji, hanya sirat al- mustaqim yang dapat kemenangan yang disuruh pohon hidayah kepada-Nya.
4. Dua masa ujian, ujian di dunia dalam kehidupan semenjak lahir dan hingga kiamat terhadap tuntutan Allah.
Justeru dinamakan surah ini Um al-Quran kerana rangkuman segala inti pati al- Quran
TAFSIR AYAT PERTAMA
Basmalah maksudnya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Makna ayat ini ialah, akan memulakan menyebut nama Allah sebelum setiap sesuatu dengan memohon pertolongan kepada Allah dalam segala urusan, kerana Allah bersifat Maha Perkasa di atas setiap sesuatu.
Ibn Jarir berkata : Sesungguhnya Allah mendidik nabi-Nya Muhammad s.a.w. dalam melakukan segala pekerjaan hendaklah dimulakan dengan nama-nama-Nya yang mulia dan dijadikan sunah bagi sekalian makhluk-Nya sama ada percakapan, surat, kitab dan hajat-hajat.
Gesaan ini jelas dengan arahan Allah dalam ayat pertama yang diturunkan dalam surah al-`Alaq. Justeru Allah mukadimahkan ayat ini pada semua surah kecuali surah at-Taubah. Ini kerana mengikut sebahagian ulama, ayat ini untuk memohon rahmat sedangkan surah at-Taubah mengkisahkan tentang perang atau hukuman Allah.
Dicabut
Dinaskan dalam hadis riwayat Abu Daud dan Ibn Majah daripada Abi Hurairah bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda yang maksudnya : Setiap sesuatu yang tidak dimulakan dengan basmalah, ia akan terputus. Hadis ini dihasankan oleh an- Nawawi, maksud `terputus’ di sini adalah dicabut daripada kebaikan dan berkat.
Al-Alusi dalam kitabnya – Ruh al-Ma’ani berkata : Ulama khilaf adakah ayat ini khusus untuk umat ini atau tidak? Abu Bakar at-Tunisi menaqalkan ijma’ ulama bahawa Allah mukadimahkan setiap kitab-Nya dengan basmalah.
Dalam basmalah terdapat tiga nama Allah, iaitu Allah, ar-Rahman dan ar- Rahim. Allah adalah nama bagi zat yang wajib ada yang bergantung segala alam dengan-Nya seperti firman Allah s.w.t : Hai manusia, kamu semua fakir (berhajat) kepada Allah, dan Allah bersifat Maha Kaya lagi Terpuji.
Satu-satunya nama yang dikaramahkan Allah ialah nama-Nya sendiri `Allah’ yang tidak disekutukan oleh mana-mana makhluk termasuk manusia yang Islam atau bukan, yang bertamadun atau tidak. Semuanya tidak menamakan anak-anak mereka dengan nama Allah. Inilah ajaib nama ini.
Perbezaan antara Allah dan ilah, iaitu Allah menunjukkan kepada nama khas bagi zat yang Maha Suci tidak disekutukan dengan yang lain, yang bermaksud Tuhan yang diabdikan dengan sebenarnya. Sebaliknya ilah menunjukkan umum, sama-ada kepada Allah, Tuhan yang sebenar atau tuhan-tuhan lain yang bathil.
Ar-Rahman dan ar-Rahim menunjukkan rahmat Allah yang meliputi sekalian makhluk. Ar-Rahman dan ar-Rahim apabila disekalikan sebutannya memberi makna yang berbeza. Ar-Rahman lebih umum dan di dunia ini, sedangkan ar- Rahim khusus untuk ahli taat di Hari Akhirat. Sebaliknya apabila disebut ar- Rahman atau ar-Rahim sahaja, ia mewakili antara satu sama lain seperti pendapat Syeikh Abdullah Sirajuddin di dalam tafsir surah al-Fatihah.
Hikmah dikhususkan sebutan ar-Rahman dan ar-Rahim dalam basmalah kerana beberapa perkara :
1. Supaya hamba-Nya tahu bahawa Allah Tuhan mereka bersifat Rahman dan
Rahim untuk menjadikan mereka taat dan beribadah memohon kepada-Nya.
2. Nama ar-Rahman meliputi segala alam yang kesannya dapat dilihat dan dibuktikan. Dan semua makhluk seperti manusia, jin dan lain-lain dicipta dengan
rahmat Allah, justeru dengan menghayati kalimat ini menambahkan lagi ketaatan kita kepada Allah.
Kenapa disebut dengan nama Allah, bukan Allah sahaja?
Persoalan ini timbul adakah diminta harap atau doa kepada Allah atau nama Allah. Jawabnya : Dengan Allah, tetapi Allah sendiri yang menyuruh bertawassul dengan nama-Nya, justeru tidaklah menjadi masalah.
Kedua, al-Allamah Abu Su’ud membezakan antara sumpah dan minta berkat, ini kerana kenyataan seseorang dengan Allah boleh diandaikan sebagai sumpah dan juga tabarruk. Oleh itu diletakkan nama Allah untuk membezakannya. Inilah yang sahih seperti kenyataan ahli tahqiq daripada kalangan mufassirin.
*********************************************************
Ibadah – Matlamat asal ciptaan jin dan manusia
Tafsir Al-Quran & Asbabun Nuzul
Oleh DR. ZULKIFLI MOHAMAD AL-BAKRI
AYAT ketiga (AR-RAHMAN AR-RAHIM). Maksudnya : Maha Pemurah lagi
Maha Penyayang. Dua sifat ini diambil daripada rahmat, ar-Rahman atas wazan
– fa’lan – untuk menunjukkan lebih dan banyak, kerana hendak diibaratkan dengan banyaknya rahmat.
`Ar-Rahman’ – sebahagian ulama menganggap khusus untuk nama Allah dan tidak digunakan sifat yang lain, hampir-hampir menjadi nama khusus. `Ar- Rahim’ – juga diambil daripada rahmat, atas wazan – fa`ill – menunjukkan banyak tetapi lafaz `Rahman’ lebih banyak hurufnya daripada `Rahim’. Dan keputusan kaedah oleh ulama bahasa Arab bahawa bertambahnya binaan huruf menunjukkan bertambah maknanya.
Secara umumnya, Rahman memberi makna segala nikmat yang besar. Sedangkan makna Rahim segala nikmat yang seni lagi kecil. Ada pendapat yang mengatakan bahawa kedua-dua lafaz ini memberi makna yang satu kecuali yang kedua menjadi penguat kepada yang pertama. Inilah pendapat as-Sobban dan al-Jalal. Tetapi pendapat ini daif. Ibn Jarir menegaskan, tidak ada di dalam al-Quran
kalimah tambahan tanpa makna yang dimaksudkan. Himpunan antara ar-Rahman dan ar-Rahim kerana beberapa perkara:
- Penguat pujian kepada Allah dengan sifat rahmat-Nya yang memberi kesan kepada hamba-Nya.
- Meminta rahmat dan kasih sayang bagi menunjukkan sangat suka dengan nikmat Allah, ihsan dan banyak kurniaan-Nya.
- Isyarat kepada rahmat-Nya dengan mengutus nabi akhir zaman sebagai rahmat untuk sekalian alam, termasuk menurunkan al-Quran dan lain-lain.
- Isyarat kepada sempurnanya rahmat Allah yang besar dan seni terhadap hamba-Nya di dunia dan akhirat.
Kebanyakan lafaz `Rahman’ digunakan dalam al-Quran merangkumi rahmat kepada orang Islam dan bukan Islam. Sedangkan lafaz `Rahim’ digunakan untuk rahmat yang khusus bagi orang yang beriman. Justeru banyak ayat `ar-Rahim’ datang dengan ibarat `al-Ghafur’ Maha Pengampun yang tidak dapat kecuali orang yang beriman. Inilah khusus al-Quran.
Himpunan antara ar-Rahman dan ar-Rahim adalah di atas jalan takhsis (khusus) selepas umum. Inilah pendapat Sheikh Abdur Rahman Habannakah dalam tafsirnya, Ma`arij at-Tafakkur. Ibn al-Qayyim berkata: Himpunan antara ar- Rahman dan ar-Rahim mempunyai makna yang cukup indah, iaitu ar-Rahman menunjukkan sifat yang berdiri bagi Allah, sedangkan ar-Rahim menunjukkan bergantungnya dengan apa yang dirahmatinya, seolah-olah yang pertama sebagai sifat dan yang kedua sebagai perbuatan. Kemudian beliau menambah noktah ini : Kamu hampir tidak mendapati pada mana-mana kitab. Inilah pendapat yang rajih mengikut ahli tahqiq.
Faedah sebutan ar-Rahman dan ar-Rahim selepas lafaz `Rab al-`alamin’ ialah lafaz Rab menggambarkan kebesaran, ketua dan kuasa. Boleh jadi tanggapan pandangan bahawa Rab ini amat keras tanpa kasihan belas terhadap hamba-Nya yang sudah tentu diselubungi hatinya perasaan takut dan putus asa. Justeru amat munasabah didatangkan dengan jumlah ini untuk mengesahkan bahawa Rab ini bersifat Rahman dan Rahim. Abu Hayyan dalam tafsirnya, Bahru al-Muhit berkata : Dimulakan dengan sifat rububiyah jika Rab dengan makna ketua, tuan atau pemilik yang berhak diabdikan. Jadilah ia sifat perbuatan baginya. Justeru sifat Rahmaniah dan Rahimiah dinyatakan untuk membuka ruang cita-cita hamba dalam memohon keampunan sekalipun sudah tergelincir.
- Ayat keempat (MALIKI YAUMID DIN). Maksudnya : Yang menguasai hari pembalasan. `Maliki’ dengan dipanjangkan `ma’ memberi maksud pemilik, sedangkan `ma’ tanpa dipanjangkan memberi maksud raja. Kedua-dua bacaan ini mutawatir mengikut bacaan qurra’ yang sepuluh. Syeikh Abdul Rahman Habannakah berkata : Dua bacaan ini saling menyempurnakan dalam menunaikan makna yang dikehendakinya. Allah pada hari tersebut adalah raja pada setiap sesuatu dengan kerajaan-Nya yang besar, tanpa sebarang sekutu dalam kerajaan-Nya walaupun dalam bentuk gambaran sekalipun. Allah juga pemilik pada hari tersebut yang tidak disertakan oleh mana-mana makhluk dalam pemilikannya.
`Yaum’ dengan makna hari, masa, zaman dikehendaki juga dengan setiap sesuatu padanya yang maddi atau maknawi. `Ad-Din’ bermakna agama atau disebut hari balasan dan penghisaban Allah terhadap hamba-Nya. Syeikh Sirajuddin berkata : Ayat ini menegaskan beberapa perkara:
- Ingatan kepada wujud dan benarnya hari ini sebagai pembalasan.
- Ingatan kepada amalan yang baik kerana pasti dibalas mengikut amalan masing-masing.
- Hikmah yang sebenarnya kerana orang baik dan jahat tidak sama, justeru hari ini sebagai pemisah.
- Dalil bahawa semua hamba yang mukalaf dikurniakan Allah akal, fikiran, ikhtiar dan kudrat yang memungkinkan bagi mereka melakukan kebaikan dan kejahatan. As-Syahid Syed Qutb mengibaratkan ayat ini dengan gambaran yang besar lagi mendalam berhubung dengan keseluruhan iktikad Hari Akhirat yang menjadi pemisah antara dua golongan manusia yang beriman dan yang ingkar. As-Syahid Hasan al-Banna menafsirkan bahawa jika perkara yang demikian, jadilah hamba yang mukalaf mencari kebaikan dan jalan yang selamat lebih penting daripada segala-galanya. Sabda Rasulullah s.a.w. di dalam hadis riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibn Majah dan al-Hakim daripada hadis Syaddad bin Aus: “Orang yang cerdik ialah orang yang sentiasa muhasabah dirinya dan beramal untuk bekalan selepas mati.” Inilah juga kenyataan Umar al-Khattab : “Hisablah (hitunglah) dirimu sebelum kamu dihisab.”
- Ayat kelima (IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA`IN). Maksudnya : Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
`Iyyaka na’budu’- Makna ayat ini seperti kata Ibn Abbas : Kami ibadah kepada-Mu dan tidak ibadah kepada yang lain. Didahulukan kalimah `kepadamu’
daripada kalimah `kami ibadah’, bertujuan kesungguhan prihatin dan orang Arab mendahulukan yang paling penting daripada yang penting seperti jawapan al- Qurtubi. Didahulukan yang kena buat (maf`ul) daripada perbuatan memberi maksud terbatas dan takhsis kepada ini sahaja. Dalam ibarat yang lain – Ya Allah kepada-Mu saja kami ibadah dan kepada-Mu sahaja kami minta tolong. Bahasa yang digunakan adalah ramai – kami ibadah dan kami minta tolong, sedangkan mungkin pelaku ibadah seorang saja.
Abi Su’ud berkata : Ini kerana pengiktirafan hamba betapa lalai dan cuainya dia ketika berdepan di pintu Raja segala Raja (Allah) yang dimintanya pertolongan hidayah secara perseorangan, seolah-olah dia berkata : Hai Tuhan, aku hamba yang fakir lagi hina tidak layak untuk munajat-Mu secara bersendirian. Justeru aku sertakan bersama ahli tauhid dan aku berdoa bersama mereka, justeru terimalah doaku bersama mereka. Ini kerana kami semua ibadah kepada-Mu dan meminta pertolongan dengan-Mu. Syeikh Abdullah Sirajuddin dalam tafsirnya menambah sebab yang lain, iaitu digunakan `kami’ pada ibadah dan meminta tolong sebagai iklan betapa berhajatnya semua untuk ibadah kepada Allah yang menciptakan mereka.
Ibadah pada bahasa ialah kehinaan, ketundukan dan kepatuhan. Pada syarak pula ialah:
- Perlaksanaan hamba segala perbuatan dan perkataan yang disyariatkan Allah dengan disertakan ketaatan dan ketundukan untuk Tuhannya.
- Ibn Khatir mendefinisikan ibadah pada syarak dengan ibarat daripada himpunan kesempurnaan kasih sayang, tunduk dan takut.
- Ibn Jarir mendefinisikan ibadah ialah, taat, tunduk, patuh dan merendah diri sepenuhnya kepada Allah s.w.t.; mengakui dan meyakini bahawa Allah sahajalah yang layak menjadi tumpuan segala ketaatan, tunduk patuh, merendah diri, takut dan mengharap.
- Al-Alusi pula mendefinisikan ibadah ialah, tahap tertinggi daripada segala ketundukan dan kepatuhan yang tidak mungkin berlaku dari segi syarak dan akal mengerjakan ibadah selain-Nya.
Ibadah diasaskan kepada beberapa faktor:
- Ma’rifah kepada Allah dan iktikad keEsaannya.
- Taat kepada Allah dengan apa yang disuruh dan meninggalkan apa yang dilarang melalui Rasulullah s.a.w.
- Pemerhatian bahawa kesemuanya itu bagi melaksanakan kewajipan hak Allah seperti hadis Muaz yang bersama Rasulullah s.a.w. ditanya tentang hak Allah terhadap hamba dan hak hamba terhadap Allah.
Rahsia ibadah dan kesannya:
Terdapat banyak kelebihan ibadah, antaranya:
- Menghampirkan diri kepada Allah.
- Dengan beribadah, hati, roh dan jasad hamba menjadi sebati dalam ketaatan.
- Dengan beribadah dapat menukar pengabdian yang umum kepada yang khusus.
- Dengan beribadah hamba berada dalam pemeliharaan Tuhan.
- Mendapat kegembiraan daripada Allah.
- Mendapat keamanan daripada Allah.
- Dapat mengecapi kemanisan iman.
`Iyyaka nasta`in’- Oleh kerana hamba semuanya fakir dan berhajat kepada Allah Yang Maha Kaya, Kuasa dan Sempurna, justeru permintaan hendaklah diadukan kepada-Nya juga. Hadis Mu’az, Nabi bersabda : “Ya Mu`az, aku kasih kepadamu, aku wasiatkan supaya jangan kamu tinggalkan selepas solat doa ini,
`Ya Allah tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan baik dalam beribadah kepada-Mu’.” (Hadis riwayat Ahmad dan Abu Daud).
Meminta doa dan pertolongan kepada Allah merupakan arahan Allah dan Rasul- Nya melalui nas-nas al-Quran dan hadis.
Hikmah didahulukan ibadah daripada meminta tolong ialah:
- Ibadah adalah hak Allah, sedangkan meminta tolong adalah permintaan mereka.
- Doa yang didahulukan dengan ibadah amat mustajab, seperti doa orang berbuka puasa ketika berbuka adalah mustajab kerana ia dilakukan selepas beribadah, iaitu ibadah puasa.
- Ibadah merupakan amanah yang besar yang dipikul oleh manusia, meminta tolong kepada Allah nescaya Allah menolongnya sehingga dapat ditunaikan hak ibadah dan dapat keluar daripada kezaliman dan kejahilan.
- Konsep ibadah merupakan asal matlamat ciptaan jin dan manusia, justeru perlaksanaannya dengan meminta doa dan meminta pertolongan kepada Allah hingga akhir hayat.
*************************************************************
*
Sirathal mustaqim – Mengapa kita meminta hidayah? Tafsir Al-Quran & Asbabun Nuzul
Oleh DR. ZULKIFLI MOHAMAD AL-BAKRI
AYAT keenam (IHDINAS SIRATHAL MUSTAQIM). Maksudnya : Tunjukkilah kami jalan yang lurus. Ibnu al-Jauzi melalui tafsirnya, Zad al-Masir menyebut empat pendapat pada maksud ihdhina.
1. Thabit dan tetapkan kami sebagaimana pendapat Ali dan Ubay.
2. Tunjukkan kami.
3. Taufiqkan kami.
4. Ilhamkan kami.
Hidayah dalam al-Quran mengandungi beberapa makna :
- Hidayah umum bagi semua makhluk.
- Hidayah petunjuk dan mengetahui kebaikan.
- Hidayah taufiq, ilham dan masuk ke dalam hati. Yang dimaksudkan hidayah di sini ialah yang ketiga.
Selesai memuji Allah amat sesuai meminta seperti firman Allah dalam hadis qudsi : Separuh untuk-Ku dan separuh lagi untuk hamba-Ku, dan hamba-Ku apa yang diminta.
Inilah keadaan yang paling sempurna selepas puji. Kemudian meminta hajat menjadi lebih mudah ditunaikannya seperti pendapat Ibn Kathir.
- Sirathal Mustaqim. Sirath dibaca dengan sad atau sin mengikut qiraat mutawatir. Dinamakan sirath kerana perjalanan mudah tanpa menelusuri kepayahan dan kesibukan.
Lafaz sirath menunjukkan syariat, hukum-hukum, nasihat dan peringatan, segala keterangan agama yang berkaitan dengan akhlak hamba yang zahir dan batin dalam kehidupan dunia beribadat untuk Tuhan mereka.
Ibn Jarir berkata : Ijmak ummah daripada ahli tafsir semuanya bahawa sirathal mustaqim ialah jalan yang terang yang tidak bengkang bengkok. Begitu bahasa semua orang Arab.
Kemudian ulama berselisih pada mentafsirkan sirath, iaitu jalan. Sekalipun kembali kepada satu sahaja iaitu mengikut bagi Allah dan Rasul, ada riwayat menyebut kitab Allah.
Di sini disenaraikan makna lain bagi sirath :
1. Mujahid mentafsirkannya dengan kebenaran.
2. Kitab Allah seperti riwayat Ali daripada Nabi s.a.w.
3. Agama Islam seperti pendapat Ibn Mas’ud, Ibn Abbas, al-Hasan, Abu al- Aliah dan lain-lain.
4. Jalan yang membawa petunjuk kepada agama Allah, seperti riwayat Abu
Soleh daripada Ibn Abbas dan pendapat Mujahid.
5. Jalan ke syurga seperti yang dinaqalkan daripada Ibn Abbas.
Persoalannya kenapa orang Islam meminta hidayah, sedangkan mereka telah diberi hidayah?
Terdapat tiga jawapan di sini :
1. Maksudnya, tunjukkan kami sentiasa di atas sirathal mustaqim, dibuang perkataan sentiasa seperti pendapat Ibn al-Anbari.
2. Maksudnya, thabit dan tetapkan kami di atas petunjuk seperti percakapan orang Arab.
3. Maksudnya tambahkan untuk kami hidayah.
Hidayah merupakan kurniaan Allah yang paling besar untuk hamba-Nya. Dengan hidayah perjalanan hamba berubah daripada suasana yang penuh dengan maksiat
kepada limpahan cahaya iman dan ketaatan, yang akhirnya membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.
Tanpa dinafikan hakikat hidayah daripada Allah tetapi permohonannya hendaklah diteruskan kerana arahan Allah dan Rasulnya s.a.w.
Sirathal-mustaqim ialah jalan yang dipilih Allah untuk dirinya dalam perlaksanaan segala takdir, dan pilihan untuk hamba-Nya daripada agama.
Sirathal mustaqim merupakan jalan Rasulullah s.a.w. dan para nabi dahulu, dan inilah jalan yang diiltizamkam oleh golongan yang diberikan nikmat Allah daripada kalangan nabi-nabi, siddiqin, syuhada dan orang-orang solihin.
Berjalan di atas sirathal mustaqim memerlukan kepada dua perkara asas :
1. Sentiasa istiqamah, thabit dan tetap dalam melakukan perkara fardu dan sunat serta menjauhi daripada yang haram dan larangan.
2. Keikhlasan yang benar dan tawajjuh kepada Allah Tuhan Rabbul `Alamin.
Riwayat Imam Ahmad dan Ibn Majah kadhi Thaubaa bahawa Nabi s.a.w. bersabda, Istiqamahlah kamu dan jangan menghitung, dan ketahuilah sesungguhnya sebaik-baik amalanmu ialah solat. Dan tidak menjaga wuduk kecuali orang yang beriman.
Riwayat Imam Ahmad daripada Anas, sabda Rasulullah s.a.w., Tidak istiqamah iman seorang hamba sehingga istiqamah hatinya, dan tidak istiqamah hatinya sehingga istiqamah lidahnya.
Imam Muslim meriwayatkan hadis Sufian bin Abdillah al-Thaqafi, bertanya Nabi s.a.w. tentang Islam yang tidak pula ditanya kepada orang lain lagi, sabda Rasulullah s.a.w., Katakanlah, Aku beriman dengan Allah kemudian istiqamah.Justeru, gabungan daripada hidayah, iman dan istiqamah dalam kehidupan Muslim merupakan inti pati kejayaannya dalam mengikut sirathal mustaqim.
Ayat ketujuh (SIRATHAL LAZINA AN`AMTA `ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUBI `ALAIHIM WA LADDHAALIN)
Maksudnya : (iaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
-Sirathal lazina an`amta `alaihim. Selepas diminta hidayah sirathal mustaqim, diulangkan lagi maksudnya sebagai penguat dan tafsiran jalan yang diberikan nikmat oleh Allah.
Allah sendiri mentafsirkan nikmat kurniaan-Nya kepada golongan tertentu seperti maksud firman-Nya dalam surah an-Nisa’ ayat 69 dan 70 maksudnya :
Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahkan nikmat oleh Allah, iaitu para nabi, para siddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang soleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah kurnia daripada Allah, dan Allah cukup mengetahui.
Golongan yang mendapat nikmat Allah :
1. Para nabi dan rasul.
2. Para siddiqin.
3. Para syuhada.
4. Para solihin.
5. Para orang yang baik.
As-Syaukani berkata, diumumkan lafaz nikmat supaya dapat dimasukkan semua. Ayat ini sebagai dalil bahawa sebesar-besar nikmat Allah ke atas hamba-Nya
ialah nikmat hidayah dan taufiq kepada iman.
Tanpa dinafikan nikmat yang cukup banyak tidak mungkin dihitung seperti yang diketahui.
*******************************************
Amin – Penutup segala doa
Oleh DR. ZULKIFLI MOHAMAD AL-BAKRI
GHAIRIL MAGHDHUBI `ALAIHIM WA LADHAALIN. Selepas diterangkan ahli nikmat, disebut golongan yang terkecuali daripada mendapat nikmat iaitu ada dua golongan :
1. Golongan yang dimurkai Allah.
2. Golongan yang sesat. Ibn Qutaibah berkata : Sesat ialah hairan dan menyimpang daripada kebenaran.
Riwayat at-Tirmizi menyebut bahawa Rasulullah s.a.w. menamakan golongan yang dimurkai ialah Yahudi dan golongan yang sesat ialah Nasara. Hadis ini seperti kata at-Tirmizi – hasan gharib. Tafsiran ini dikuatkan dengan riwayat Abdul Razzak.
Ibn Kathir berkata : Begitulah juga pendapat Ibn Abbas, ar-Rabi’ bin Anas, Abdul Rahman bin Zaid bin Aslam dan lain-lain.
Ibn Abi Hatim berkata : Aku tidak tahu di kalangan mufassirin yang menyalahi tafsiran ini.
Amalan
Ibn Kathir membezakan antara golongan yang mendapat nikmat dengan golongan yang tidak, iaitu jalan ahli iman berdasarkan kepada kebenaran ilmu dan beramal dengannya. Sedangkan Yahudi melupuskan amalan dan Nasara pula hilang pedoman ilmu. Justeru layaklah laknat ditimpa ke atas Yahudi dan kesesatan bagi Nasrani.
Ini kerana golongan yang tahu dan meninggalkan apa yang disuruh selayaknya dimurkai, berlainan dengan yang tidak mengetahui disangkanya benar tetapi bukan sebenarnya, ini adalah sesat.
Sebenarnya kedua-dua golongan ini Yahudi dan Nasara adalah sesat dan dimurkai, kecuali sifat yang lebih khusus murka ke atas Yahudi dan sesat bagi Nasara kerana thabit dengan nas-nas hadis dan athar.
Ayat ini membahagikan tiga golongan manusia :
1. Golongan yang mendapat nikmat Allah.
2. Golongan yang mendapat kemurkaan Allah.
3. Golongan yang sesat dan menyimpang daripada ajaran Allah.
Moga-moga Allah masukkan kita dalam golongan nikmat-Nya dengan sentiasa dapat hidayah dan taufik di atas landasan yang sebenarnya.
Kenapa Allah menisbahkan kepada-Nya pada nikmat, seperti ayat `yang telah Engkau kurnia nikmat’ tetapi pada kemurkaan dan kesesatan tidak dinisbahkan kepadaNya seperti `yang Engkau telah murka dan sesatkan ?’
As-Syeikh as-Sobuni di dalam Sofwah at-Tafasir menjawab : yang demikian itu untuk mengajar hamba beradab dengan Allah, iaitu kejahatan dan keburukan tidak dinisbahkan kepada Allah secara beradab.
¥ AMIN, maksudnya : Perkenankanlah.
Menurut sunah, selepas dibaca al-Fatihah hendaklah dibaca `amin’ berdasarkan dalil riwayat Ashab as-Sunan, Imam Ahmad dan lainnya daripada Wail bin Hujr daripada Rasulullah s.a.w. yang menyuruh dibaca panjang `aamin’.
Dalam riwayat Muslim, Abu Daud, an-Nasai dan lainnya daripada Abi Musa al- Asy’ari, sabda Rasulullah s.a.w. : Apabila pada ayat akhir Fatihah, maka letakkanlah `amin’ nescaya diterima Allah bagimu.
Imam an-Nawawi berkata : Ini gesaan yang amat besar agar diaminkan. Kelebihannya jelas berdasarkan riwayat Syaikhan, Ashab as-Sunan dan lainnya daripada Abi Hurairah bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda : Apabila imam menyebut amin, hendaklah kamu aminkan bersama, kerana sesiapa yang aminnya bersamaan dengan amin malaikat, nescaya diampunkan baginya dosa yang terdahulu.
Mengikut ulama, amin diertikan dengan “Ya Allah terimalah doa kami”. Inilah pendapat al-Hasan dan az-Zajjaj.
Ia boleh dibaca panjang atau pendek mengikut bahasa Arab.
Al-Hafiz al-Munziri berkata : Dikatakan amin merupakan satu nama daripada nama-nama Allah. Inilah juga pendapat Mujahid, Hilal bin Yasaf dan Ja’far bin Muhammad.
Dan dikatakan maknanya : Ya Allah perkenankan. Kalimah
Ada pendapat menyatakan maksud amin ialah, begitulah yang diharap. Seperti yang dihikayatkan daripada Ibn al-Anbari daripada Ibn Abbas dan al-Hasan.
Ulama-ulama nahu menyatakan amin sebagai fi`el (nama perbuatan). Ia kalimah yang bukan daripada al-Quran secara ijmak. Justeru disunatkan pemisahan antaranya dengan akhir surah al-Fatihah dengan berhenti seketika.
Mengikut riwayat Abu Daud dengan sanad yang hasan daripada Abi Zuhair an- Namiri, sahabat Rasulullah s.a.w. yang apabila mendengar orang berdoa ia berkata : khatamkanlah doamu dengan amin kerana amin seperti cop di atas surah.
Ini dikuatkan lagi dengan riwayat ad-Dailami daripada Anas yang menyebut : sesiapa yang mengkhatamkan bacaan Fatihah dengan amin, nescaya tidak kekal di langit malaikat yang hampir, kecuali meminta ampun untuknya.
At-Tabarani di dalam kitabnya ad-Doa’, dan Ibn Mardawaih dengan sanad yang daif daripada Abi Hurairah berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : Amin, khatam Tuhan Rab al-Alamin di atas lisan hamba-hamba-Nya yang beriman.
Al-Allamah al-Munawi dalam syarah hadis ini berkata : Dengan makna bahawa amin mencegah doa daripada rosak dan ditolak, seperti metrai di atas surah menegah daripada dizahirkan ke tangan orang yang tidak layak.
Orang-orang yang menghendaki sesuatu dan mengaminkannya secara bersekutu akan mendapatkannya dengan doa.
Inilah yang diriwayatkan daripada Abdul Razzak, Ibn Jarir dan Abu as-Syeikh daripada Ikrimah katanya : Nabi Musa berdoa sedangkan Nabi Harun mengaminkan dan Allah memakbulkan untuk kedua-duanya.
Bacaan Fatihah menjadi syarat sah solat mengikut kebanyakan ulama seperti Malik, Shafie dan Ahmad. Sedangkan Mazhab Hanafi dan Abu Thur menganggap tidak wajib, tetapi riwayat Bukhari dan Muslim, hadis Ubadah bin as-Somit daripada Nabi s.a.w. sabdanya : Tidak sah solat tanpa bacaan Fatihah. Justeru pendapat jumhur lebih kuat dari segi dalilnya.
Selepas menyelami makna-makna dan maksud di sebalik tabir ayat demi ayat dalam al-Fatihah, didapati kalam Allah tidak mungkin dapat difahami dengan sepenuhnya oleh akal manusia sekalipun kebijaksanaannya dikurniakan. Inilah mukjizat al-Quran.
Makna dan maksud yang tinggi nilainya dan fahamannya merumuskan dasar-dasar kehidupan Muslim sama ada dari segi akidah, iman, syariat, akhlak hingga kepada tawajjuh kepadanya dalam permohonan hidayah dan istiqamah di atas jalan yang lurus.
Mukadimah dengan sebutan nama Allah sebagai pembuka bicara dan perbuatan orang-orang Islam yang hanya bergantung kepada-Nya sahaja dalam harapan dan pertolongan.
Luahan daripada lubuk hati kesyukuran yang mutlak kepada Allah di atas segala nikmat-Nya dijelmakan dalam ayat yang kedua.
Sifat-sifat Tuhan dipaparkan satu persatu bagi menggambarkan kekuasaan, kebesaran, kerahmatan, pemilikan mutlak dan kerajaan pada Hari Pembalasan.
Pengistiharan kehambaan untuk diabdikan hanya kepada-Nya sahaja, begitu juga permohonan dan pertolongan diungkap selepas lidah dibasahi dengan pujian.
Kemudian pengkhususan permohonan hidayah dilafazkan supaya sentiasa thabit di atas keimanan dan perjalanan orang-orang solihin. Tambahan dengan penjelasan hidayah kepada golongan yang Allah kurniakan nikmat.
Sebaliknya meminta berlindung daripada golongan yang dimurka dan sesat dalam melayari kehidupan dan dijauhi daripada jalan-jalan mereka agar sentiasa dalam inayah Allah s.w.t. Terangkum di dalamnya kisah umat terdahulu
Termakbul
Ditutup dengan khatimah doa – amin, semoga segala kehendak itu termakbul dan dimustajabkan Allah. Justeru surah ini dinamakan Um al-Kitab kerana terkandung di dalamnya segala maksud-maksud asas.
As-Syeikh Hasan al-Banna dalam penutup tafsir surah al-Fatihah mengungkap kata : Bersungguhlah kamu membaca dalam solat dan lainnya dengan perlahan dan penuh perhatian, khusyuk dan menghinakan diri, berhenti di setiap kepala ayat (tempat waqaf) dan berilah hak-hak bacaan mengikut tajwid tanpa menyusahkan dan memayahkan diri sehingga banyak menyibukkan lafaz-lafaz daripada makna-makna. Ini boleh menolong kefahaman dan tiadalah sesuatu yang lebih manfaat untuk hati daripada membaca al-Quran dengan tadabbur dan khusyuk.
------------------------
by maza9071 on Sun Sep 11, 2011 6:13 am
.sekilas SAMUDRA AL FATIHAH tambahan info

Setiap kali membaca al-Fatihah dalam solat, kita sebagai hamba sebenarnya berkomunikasi dengan Allah
"Allah ta’aala berfirman: "Aku membagi shalat (Al-Fatihah) antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bahagian; dan untuk hamba-Ku apa yang dimintanya.
Bila hamba-Ku mengucapkan: 'Alhamdulillahi rabbil 'alamiin' , Allah berfirman: 'Hamba-Ku telah memuji-Ku'.
Dan apabila hamba-Ku mengucapkan: 'Arrahmaanirrahiim' Allah berfirman: Hamba-ku telah menyanjung-Ku.
Apabila hamba-Ku mengucapkan: 'Maalikiyaumiddin', Berfirman Allah swt.: Hamba-Ku telah memuja-Ku, dan adakalanya Dia berfirman: "Hamba-Ku telah menyerahkan persoalannya kepada-Ku."
Dan ketika hamba-Nya mengatakan 'Iyyakana'budu wa iyyaka nasta'in' Berfirman Allah swt.: "Inilah antara Aku dan Hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya.
Dan apabila hamba-Ku mengucapkan: 'Ihdinashshiraatal mustaqiim, shiraathalladzina an'amta 'alaihim ghairil maghdluu bi'alahim wa ladhoolliin'. Allah berfirman: "Inilah untuk hamba-ku dan untuk hamba-Ku apa yang dimintanya". ( H.R. Muslim, Malik, Abu Daud, turmudziy, An-Nasaai.).
Bermunajat dengan Ummul Kitab
Kita memuji Allah Rabb semesta alam. Rabb yang diantaranya bermakna sebagai pencipta, pemilik, dan pengatur alam semesta ini. Maka dengan ‘Allhamdulillahi rabbil ‘aalamiin’ kita memuji Allah dan mengesakan Allah sebagai pencipta, pemilik, dan pengatur alam semesta. Inilah yang diistilah sebagai tauhid rububiyah. Dengan keyakinan ini terputuslah kebergantungan hamba kepada selain Allah, seiring dengan tumbuhnya tawakkal kepada Allah.
Kita menggungkan Allah dengan sifat kasih dan sayangnya, yang dengan sifat inilah kita dan semua alam ini mendapatkan kenikmatan-Nya. Bahkan ujian yang kita terima adalah bentuk lain dari kasih dan sayang Allah ta’ala. Maka dengan ayat ini kita mengagungkan Allah atas sifat kasih dan sayangnya.
Mengakui Allah ta’ala sebagai raja di hari pembalasan. Sebenarnya Allah adalah Raja di hari yang telah berlalu, sedang kita lalui, dan juga hari-hari yang akan datang, namun pada hari ini, hari dimana Allah membalas semua amal hamba-Nya secara adil tampak jelaslah sifat ini…tersadarlah hamba yang sempat mengklaim sifat ini atau sekedar sebagian dari sifat ini ketika didunia. Pada titik inipun kita mengingat kembali konsep ‘ad-diin’ yang berarti ‘pembalasan secara adil’, bahwa semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan, akan dibalas secara adil. Dengan konsep ini, kita takut melakukan kemaksiyatan sekecil apapun sebaliknya begitu bersemangat pada kebaikan seringan apapun…karena kita yakin tidak ada yang hilang begitu saja..semuanya dinilai dan dibalas secara adil.
Menyatakan penghambaan kita dengan ‘iyyaaka na’budu’ ..’hanya kepada Mu lah kami menyembah’ sebagai deklarasi kita bahwa rasa cinta, takut, dan harap, serta semua tindakan yang muncul dari perasaan tersebut kita tujukan kepada Allah ta’ala. Sebagai tindak lanjut dari pengakuan rububiyah kita pada-Nya, karena hanya zat yang mencipta, memiliki, dan mengatur alam semesta inilah yang pantas untuk dijadikan sebagai tujuan tunggal dari semua persembahan ibadah kita.
Dilanjut dengan ‘iyyakanasta’iin’ sebagai bentuk permintaan tolong kita kepada Allah ta’ala. Pengakuan hamba yang lemah bahwa ia sangat memerlukan pertolongan Allah ta’ala , rabb dan tujuan ibadahnya. Bahkan lebih jauh, kita menyatakan bahwa Allah lah satu-satunya tempat kita meminta pertolongana.
Memohon ‘shiraathal mustaqiim’ yang bermakna kita meminta ditunjuki jalan yang lurus dan keistiqamahan diatas jalan tersebut, memohon untuk ditunjuki dalan kebenaran dan kemampuan untuk mengamalkan bahkan memperjuangkan kebenaran tersebut.
Itulah jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, jalan yang mengumpulkan ilmu dan amalb. Tidak menjadi orang yang dimurkai (maghduub) karena mengenal kebenaran namun tidak menjalankan apalagi memperjuangkannya, atau bersegera melakukan amal tanpa memiliki ilmu sebagai dasar amal tersebut sehingga akhirnya ia tersesat (dholliin) dan sia-sia semua amalnyac.
Semoga Allah menganugerahkan kenikmatan bermunajat dalam surat yang mulia ini, membuahkan ilmu dan amal serta keistiqamahan diatas keduanya.
Rujukan Umum :
1. Tafsir Ibnu Katsir
2. Tafsir As Sa’di [Taisir Al Kariim Ar Rahmaan fii Tafsiir Kalaam Al Manaan]
Keterangan tambahan :
a Dengan tetap bersyukur dan berterimakasih kepada makhluk yang telah Allah jadikan perantara datangnya pertolongan tersebut.
b Simak surat An Nisaa ayat 69.
c Simak surat Al Kahfi ayat 104..
by maybal on Fri Sep 09, 2011 5:23 am
.salam pagi Jumaat....
saya sisipkan satu artikel untuk renungan kita dipagi jumaat ini...
mudah2an kita mendapat menafaatnya....dilimpahi Alloh dengan segala pencerahan
ke kita....
SAMUDRA AL FATIHAH
Al-Fatihah – Keistimewaan dan fadilatnya
Oleh DR. ZULKIFLI MOHAMAD AL-BAKRI
SURAH ini dinamakan dengan berbagai-bagai nama seperti al-Fatihah, Um al- Kitab, as-Sab’ai al-Masthani dan lain-lain. Imam al-Qurtubi menghitung 12 nama Fatihah, sedangkan al-Alusi menyebut sebahagian ulama mengira sampai dua puluh dua nama, sama ada secara tauqif daripada nabi atau ijtihad para sahabat.
Mempunyai tujuh ayat dengan ijmak yang bersalahan ulama pada cara bilangannya, sama ada basmalah termasuk dalam ayat atau tidak.
Surah al-Fatihah termasuk surah-surah Makkiah seperti yang dinyatakan oleh al-Wahidi dalam Asbab an-Nuzul dan ath-Tha’labi oleh Ibn Abi Syaibah, Abu Naim dan al-Baihaqi.
Ada pendapat yang menganggap surah ini termasuk surah Madaniah berdasarkan kepada apa yang diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah, Abu Said bin al-A’rabi, at-Tabarani daripada Mujahid daripada Abi Hurairah : menangislah iblis ketika diturunkan al-Fatihah di Madinah.
MENGHIMPUN
Pendapat yang ketiga, ia diturunkan dua kali, Mekah dan Madinah sebagai menghimpun antara riwayat-riwayat.
Nas-nas hadis yang menunjukkan banyak kelebihan surah al-Fatihah antaranya :
1. Sebesar-besar surah dari segi kelebihannya seperti riwayat al-Bukhari daripada Abi Said bin Mu’alla.
2. Tiada tandingan dan bandingan dengan mana-mana surah dan kitab seperti Taurat, Injil, Zabur dan al-Furqan daripada surah al-Fatihah seperti riwayat Imam Ahmad daripada Ubay bin Ka’ab.
3. Dua cahaya yang digembirakan oleh malaikat iaitu al-Fatihah dan penutup surah al-Baqarah seperti riwayat Muslim daripada Ibn Abbas.
4. Penyembuh penyakit seperti terkena patukan ular, kala jengking dan lain- lain. Ini dinyatakan al-Bukhari dan Muslim daripada Abi Said al-Khudri.
5. Kelebihan Fatihah jelas apabila diwajibkan dalam setiap rakaat solat seperti riwayat al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmizi daripada Abu Hurairah.
6. Menyembuh penyakit gila seperti riwayat Imam Ahmad, Abu Daud, an- Nasa’i, Ibn Sunni, Ibn Jarir, al-Hakim yang mensahihkannya daripada Kharijah bin as-Salt at-Tamimi daripada bapa saudaranya yang datang bertemu Rasulullah s.a.w. dan pulang, kemudian lalu di perkampungan yang terdapat seorang lelaki yang dirantai dengan besi lantas kata keluarganya : Adakah kamu boleh rawatnya, kerana kamu datang daripada sahabatmu (Rasulullah s.a.w.) yang amat baik.
Aku pun membaca al-Fatihah selama tiga hari sebanyak dua kali pada waktu pagi dan petang setiap hari, aku hembus ke mukanya kemudian dengan izin Allah dia sembuh dan diberikan kepadaku 100 ekor kambing, aku datang kepada
Rasulullah s.a.w. dan menceritakannya, sabda Rasulullah s.a.w : Makanlah, siapa yang berjampi dengan bathil? Sesungguhnya kamu berjampi dengan sebenarnya.
Inilah sebahagian daripada fadilat al-Fatihah. INTI PATI DAN KANDUNGAN
Al-Fatihah mempunyai makna-makna al-Quran yang diasaskan dengan maksud- maksud secara ijmal, terdiri daripada usul ad-din dan cabang-cabangnya seperti akidah, ibadah, tasyri’, iktikad dengan Hari Akhirat, beriman dengan sifat-sifat Allah yang mulia, mengesahkannya dalam beribadat, meminta pertolongan dan doa.Selain itu memohon hidayah ke jalan yang benar di samping menetapkan iman dan jalan orang-orang solehin, menjauhkan daripada golongan yang dimurka Allah dan yang sesat. Justeru dinamakan Um al-Kitab kerana menghimpun segala maksud-maksud asas.
As-Shahid Hasan al-Banna dalam risalahnya – Mukadimah fi at-Tafsir – berkata : Tiada syak siapa yang tadabbur al-Fatihah yang mulia ini pasti dapat melihat kayanya makna dan keindahannya serta keserasiannya, antara lain dapat dilimpahi cahaya pada hatinya.
As-Shahid Syed Qutb dalam tafsirnya – Fi Zilal al-Quran antara lain berkata : Sesungguhnya surah ini mengandungi inti pati akidah Islamiyah tasawwur Islami, perasaan dan harapan doa kepada Ilahi yang diisyaratkan daripada hikmah pemilihan surah ini pada setiap rakaat solat.
As-Syeikh Abdul Rahman Habannakah al-Midani di dalam kitabnya Ma`arij at- Tafakkur membahagikan inti pati al-Fatihah kepada empat :
1. Asas iman yang wajib diimani hamba-hamba Allah yang diujinya ketika berkelana di dunia secara mesti.
2. Tuntutan Allah terhadap hamba-Nya beribadat dan bergantung kepada-Nya tanpa sekatan dengan yang lain.
3. Agama pilihan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang diuji, hanya sirat al- mustaqim yang dapat kemenangan yang disuruh pohon hidayah kepada-Nya.
4. Dua masa ujian, ujian di dunia dalam kehidupan semenjak lahir dan hingga kiamat terhadap tuntutan Allah.
Justeru dinamakan surah ini Um al-Quran kerana rangkuman segala inti pati al- Quran
TAFSIR AYAT PERTAMA
Basmalah maksudnya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Makna ayat ini ialah, akan memulakan menyebut nama Allah sebelum setiap sesuatu dengan memohon pertolongan kepada Allah dalam segala urusan, kerana Allah bersifat Maha Perkasa di atas setiap sesuatu.
Ibn Jarir berkata : Sesungguhnya Allah mendidik nabi-Nya Muhammad s.a.w. dalam melakukan segala pekerjaan hendaklah dimulakan dengan nama-nama-Nya yang mulia dan dijadikan sunah bagi sekalian makhluk-Nya sama ada percakapan, surat, kitab dan hajat-hajat.
Gesaan ini jelas dengan arahan Allah dalam ayat pertama yang diturunkan dalam surah al-`Alaq. Justeru Allah mukadimahkan ayat ini pada semua surah kecuali surah at-Taubah. Ini kerana mengikut sebahagian ulama, ayat ini untuk memohon rahmat sedangkan surah at-Taubah mengkisahkan tentang perang atau hukuman Allah.
Dicabut
Dinaskan dalam hadis riwayat Abu Daud dan Ibn Majah daripada Abi Hurairah bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda yang maksudnya : Setiap sesuatu yang tidak dimulakan dengan basmalah, ia akan terputus. Hadis ini dihasankan oleh an- Nawawi, maksud `terputus’ di sini adalah dicabut daripada kebaikan dan berkat.
Al-Alusi dalam kitabnya – Ruh al-Ma’ani berkata : Ulama khilaf adakah ayat ini khusus untuk umat ini atau tidak? Abu Bakar at-Tunisi menaqalkan ijma’ ulama bahawa Allah mukadimahkan setiap kitab-Nya dengan basmalah.
Dalam basmalah terdapat tiga nama Allah, iaitu Allah, ar-Rahman dan ar- Rahim. Allah adalah nama bagi zat yang wajib ada yang bergantung segala alam dengan-Nya seperti firman Allah s.w.t : Hai manusia, kamu semua fakir (berhajat) kepada Allah, dan Allah bersifat Maha Kaya lagi Terpuji.
Satu-satunya nama yang dikaramahkan Allah ialah nama-Nya sendiri `Allah’ yang tidak disekutukan oleh mana-mana makhluk termasuk manusia yang Islam atau bukan, yang bertamadun atau tidak. Semuanya tidak menamakan anak-anak mereka dengan nama Allah. Inilah ajaib nama ini.
Perbezaan antara Allah dan ilah, iaitu Allah menunjukkan kepada nama khas bagi zat yang Maha Suci tidak disekutukan dengan yang lain, yang bermaksud Tuhan yang diabdikan dengan sebenarnya. Sebaliknya ilah menunjukkan umum, sama-ada kepada Allah, Tuhan yang sebenar atau tuhan-tuhan lain yang bathil.
Ar-Rahman dan ar-Rahim menunjukkan rahmat Allah yang meliputi sekalian makhluk. Ar-Rahman dan ar-Rahim apabila disekalikan sebutannya memberi makna yang berbeza. Ar-Rahman lebih umum dan di dunia ini, sedangkan ar- Rahim khusus untuk ahli taat di Hari Akhirat. Sebaliknya apabila disebut ar- Rahman atau ar-Rahim sahaja, ia mewakili antara satu sama lain seperti pendapat Syeikh Abdullah Sirajuddin di dalam tafsir surah al-Fatihah.
Hikmah dikhususkan sebutan ar-Rahman dan ar-Rahim dalam basmalah kerana beberapa perkara :
1. Supaya hamba-Nya tahu bahawa Allah Tuhan mereka bersifat Rahman dan
Rahim untuk menjadikan mereka taat dan beribadah memohon kepada-Nya.
2. Nama ar-Rahman meliputi segala alam yang kesannya dapat dilihat dan dibuktikan. Dan semua makhluk seperti manusia, jin dan lain-lain dicipta dengan
rahmat Allah, justeru dengan menghayati kalimat ini menambahkan lagi ketaatan kita kepada Allah.
Kenapa disebut dengan nama Allah, bukan Allah sahaja?
Persoalan ini timbul adakah diminta harap atau doa kepada Allah atau nama Allah. Jawabnya : Dengan Allah, tetapi Allah sendiri yang menyuruh bertawassul dengan nama-Nya, justeru tidaklah menjadi masalah.
Kedua, al-Allamah Abu Su’ud membezakan antara sumpah dan minta berkat, ini kerana kenyataan seseorang dengan Allah boleh diandaikan sebagai sumpah dan juga tabarruk. Oleh itu diletakkan nama Allah untuk membezakannya. Inilah yang sahih seperti kenyataan ahli tahqiq daripada kalangan mufassirin.
*********************************************************
Ibadah – Matlamat asal ciptaan jin dan manusia
Tafsir Al-Quran & Asbabun Nuzul
Oleh DR. ZULKIFLI MOHAMAD AL-BAKRI
AYAT ketiga (AR-RAHMAN AR-RAHIM). Maksudnya : Maha Pemurah lagi
Maha Penyayang. Dua sifat ini diambil daripada rahmat, ar-Rahman atas wazan
– fa’lan – untuk menunjukkan lebih dan banyak, kerana hendak diibaratkan dengan banyaknya rahmat.
`Ar-Rahman’ – sebahagian ulama menganggap khusus untuk nama Allah dan tidak digunakan sifat yang lain, hampir-hampir menjadi nama khusus. `Ar- Rahim’ – juga diambil daripada rahmat, atas wazan – fa`ill – menunjukkan banyak tetapi lafaz `Rahman’ lebih banyak hurufnya daripada `Rahim’. Dan keputusan kaedah oleh ulama bahasa Arab bahawa bertambahnya binaan huruf menunjukkan bertambah maknanya.
Secara umumnya, Rahman memberi makna segala nikmat yang besar. Sedangkan makna Rahim segala nikmat yang seni lagi kecil. Ada pendapat yang mengatakan bahawa kedua-dua lafaz ini memberi makna yang satu kecuali yang kedua menjadi penguat kepada yang pertama. Inilah pendapat as-Sobban dan al-Jalal. Tetapi pendapat ini daif. Ibn Jarir menegaskan, tidak ada di dalam al-Quran
kalimah tambahan tanpa makna yang dimaksudkan. Himpunan antara ar-Rahman dan ar-Rahim kerana beberapa perkara:
- Penguat pujian kepada Allah dengan sifat rahmat-Nya yang memberi kesan kepada hamba-Nya.
- Meminta rahmat dan kasih sayang bagi menunjukkan sangat suka dengan nikmat Allah, ihsan dan banyak kurniaan-Nya.
- Isyarat kepada rahmat-Nya dengan mengutus nabi akhir zaman sebagai rahmat untuk sekalian alam, termasuk menurunkan al-Quran dan lain-lain.
- Isyarat kepada sempurnanya rahmat Allah yang besar dan seni terhadap hamba-Nya di dunia dan akhirat.
Kebanyakan lafaz `Rahman’ digunakan dalam al-Quran merangkumi rahmat kepada orang Islam dan bukan Islam. Sedangkan lafaz `Rahim’ digunakan untuk rahmat yang khusus bagi orang yang beriman. Justeru banyak ayat `ar-Rahim’ datang dengan ibarat `al-Ghafur’ Maha Pengampun yang tidak dapat kecuali orang yang beriman. Inilah khusus al-Quran.
Himpunan antara ar-Rahman dan ar-Rahim adalah di atas jalan takhsis (khusus) selepas umum. Inilah pendapat Sheikh Abdur Rahman Habannakah dalam tafsirnya, Ma`arij at-Tafakkur. Ibn al-Qayyim berkata: Himpunan antara ar- Rahman dan ar-Rahim mempunyai makna yang cukup indah, iaitu ar-Rahman menunjukkan sifat yang berdiri bagi Allah, sedangkan ar-Rahim menunjukkan bergantungnya dengan apa yang dirahmatinya, seolah-olah yang pertama sebagai sifat dan yang kedua sebagai perbuatan. Kemudian beliau menambah noktah ini : Kamu hampir tidak mendapati pada mana-mana kitab. Inilah pendapat yang rajih mengikut ahli tahqiq.
Faedah sebutan ar-Rahman dan ar-Rahim selepas lafaz `Rab al-`alamin’ ialah lafaz Rab menggambarkan kebesaran, ketua dan kuasa. Boleh jadi tanggapan pandangan bahawa Rab ini amat keras tanpa kasihan belas terhadap hamba-Nya yang sudah tentu diselubungi hatinya perasaan takut dan putus asa. Justeru amat munasabah didatangkan dengan jumlah ini untuk mengesahkan bahawa Rab ini bersifat Rahman dan Rahim. Abu Hayyan dalam tafsirnya, Bahru al-Muhit berkata : Dimulakan dengan sifat rububiyah jika Rab dengan makna ketua, tuan atau pemilik yang berhak diabdikan. Jadilah ia sifat perbuatan baginya. Justeru sifat Rahmaniah dan Rahimiah dinyatakan untuk membuka ruang cita-cita hamba dalam memohon keampunan sekalipun sudah tergelincir.
- Ayat keempat (MALIKI YAUMID DIN). Maksudnya : Yang menguasai hari pembalasan. `Maliki’ dengan dipanjangkan `ma’ memberi maksud pemilik, sedangkan `ma’ tanpa dipanjangkan memberi maksud raja. Kedua-dua bacaan ini mutawatir mengikut bacaan qurra’ yang sepuluh. Syeikh Abdul Rahman Habannakah berkata : Dua bacaan ini saling menyempurnakan dalam menunaikan makna yang dikehendakinya. Allah pada hari tersebut adalah raja pada setiap sesuatu dengan kerajaan-Nya yang besar, tanpa sebarang sekutu dalam kerajaan-Nya walaupun dalam bentuk gambaran sekalipun. Allah juga pemilik pada hari tersebut yang tidak disertakan oleh mana-mana makhluk dalam pemilikannya.
`Yaum’ dengan makna hari, masa, zaman dikehendaki juga dengan setiap sesuatu padanya yang maddi atau maknawi. `Ad-Din’ bermakna agama atau disebut hari balasan dan penghisaban Allah terhadap hamba-Nya. Syeikh Sirajuddin berkata : Ayat ini menegaskan beberapa perkara:
- Ingatan kepada wujud dan benarnya hari ini sebagai pembalasan.
- Ingatan kepada amalan yang baik kerana pasti dibalas mengikut amalan masing-masing.
- Hikmah yang sebenarnya kerana orang baik dan jahat tidak sama, justeru hari ini sebagai pemisah.
- Dalil bahawa semua hamba yang mukalaf dikurniakan Allah akal, fikiran, ikhtiar dan kudrat yang memungkinkan bagi mereka melakukan kebaikan dan kejahatan. As-Syahid Syed Qutb mengibaratkan ayat ini dengan gambaran yang besar lagi mendalam berhubung dengan keseluruhan iktikad Hari Akhirat yang menjadi pemisah antara dua golongan manusia yang beriman dan yang ingkar. As-Syahid Hasan al-Banna menafsirkan bahawa jika perkara yang demikian, jadilah hamba yang mukalaf mencari kebaikan dan jalan yang selamat lebih penting daripada segala-galanya. Sabda Rasulullah s.a.w. di dalam hadis riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibn Majah dan al-Hakim daripada hadis Syaddad bin Aus: “Orang yang cerdik ialah orang yang sentiasa muhasabah dirinya dan beramal untuk bekalan selepas mati.” Inilah juga kenyataan Umar al-Khattab : “Hisablah (hitunglah) dirimu sebelum kamu dihisab.”
- Ayat kelima (IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA`IN). Maksudnya : Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
`Iyyaka na’budu’- Makna ayat ini seperti kata Ibn Abbas : Kami ibadah kepada-Mu dan tidak ibadah kepada yang lain. Didahulukan kalimah `kepadamu’
daripada kalimah `kami ibadah’, bertujuan kesungguhan prihatin dan orang Arab mendahulukan yang paling penting daripada yang penting seperti jawapan al- Qurtubi. Didahulukan yang kena buat (maf`ul) daripada perbuatan memberi maksud terbatas dan takhsis kepada ini sahaja. Dalam ibarat yang lain – Ya Allah kepada-Mu saja kami ibadah dan kepada-Mu sahaja kami minta tolong. Bahasa yang digunakan adalah ramai – kami ibadah dan kami minta tolong, sedangkan mungkin pelaku ibadah seorang saja.
Abi Su’ud berkata : Ini kerana pengiktirafan hamba betapa lalai dan cuainya dia ketika berdepan di pintu Raja segala Raja (Allah) yang dimintanya pertolongan hidayah secara perseorangan, seolah-olah dia berkata : Hai Tuhan, aku hamba yang fakir lagi hina tidak layak untuk munajat-Mu secara bersendirian. Justeru aku sertakan bersama ahli tauhid dan aku berdoa bersama mereka, justeru terimalah doaku bersama mereka. Ini kerana kami semua ibadah kepada-Mu dan meminta pertolongan dengan-Mu. Syeikh Abdullah Sirajuddin dalam tafsirnya menambah sebab yang lain, iaitu digunakan `kami’ pada ibadah dan meminta tolong sebagai iklan betapa berhajatnya semua untuk ibadah kepada Allah yang menciptakan mereka.
Ibadah pada bahasa ialah kehinaan, ketundukan dan kepatuhan. Pada syarak pula ialah:
- Perlaksanaan hamba segala perbuatan dan perkataan yang disyariatkan Allah dengan disertakan ketaatan dan ketundukan untuk Tuhannya.
- Ibn Khatir mendefinisikan ibadah pada syarak dengan ibarat daripada himpunan kesempurnaan kasih sayang, tunduk dan takut.
- Ibn Jarir mendefinisikan ibadah ialah, taat, tunduk, patuh dan merendah diri sepenuhnya kepada Allah s.w.t.; mengakui dan meyakini bahawa Allah sahajalah yang layak menjadi tumpuan segala ketaatan, tunduk patuh, merendah diri, takut dan mengharap.
- Al-Alusi pula mendefinisikan ibadah ialah, tahap tertinggi daripada segala ketundukan dan kepatuhan yang tidak mungkin berlaku dari segi syarak dan akal mengerjakan ibadah selain-Nya.
Ibadah diasaskan kepada beberapa faktor:
- Ma’rifah kepada Allah dan iktikad keEsaannya.
- Taat kepada Allah dengan apa yang disuruh dan meninggalkan apa yang dilarang melalui Rasulullah s.a.w.
- Pemerhatian bahawa kesemuanya itu bagi melaksanakan kewajipan hak Allah seperti hadis Muaz yang bersama Rasulullah s.a.w. ditanya tentang hak Allah terhadap hamba dan hak hamba terhadap Allah.
Rahsia ibadah dan kesannya:
Terdapat banyak kelebihan ibadah, antaranya:
- Menghampirkan diri kepada Allah.
- Dengan beribadah, hati, roh dan jasad hamba menjadi sebati dalam ketaatan.
- Dengan beribadah dapat menukar pengabdian yang umum kepada yang khusus.
- Dengan beribadah hamba berada dalam pemeliharaan Tuhan.
- Mendapat kegembiraan daripada Allah.
- Mendapat keamanan daripada Allah.
- Dapat mengecapi kemanisan iman.
`Iyyaka nasta`in’- Oleh kerana hamba semuanya fakir dan berhajat kepada Allah Yang Maha Kaya, Kuasa dan Sempurna, justeru permintaan hendaklah diadukan kepada-Nya juga. Hadis Mu’az, Nabi bersabda : “Ya Mu`az, aku kasih kepadamu, aku wasiatkan supaya jangan kamu tinggalkan selepas solat doa ini,
`Ya Allah tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan baik dalam beribadah kepada-Mu’.” (Hadis riwayat Ahmad dan Abu Daud).
Meminta doa dan pertolongan kepada Allah merupakan arahan Allah dan Rasul- Nya melalui nas-nas al-Quran dan hadis.
Hikmah didahulukan ibadah daripada meminta tolong ialah:
- Ibadah adalah hak Allah, sedangkan meminta tolong adalah permintaan mereka.
- Doa yang didahulukan dengan ibadah amat mustajab, seperti doa orang berbuka puasa ketika berbuka adalah mustajab kerana ia dilakukan selepas beribadah, iaitu ibadah puasa.
- Ibadah merupakan amanah yang besar yang dipikul oleh manusia, meminta tolong kepada Allah nescaya Allah menolongnya sehingga dapat ditunaikan hak ibadah dan dapat keluar daripada kezaliman dan kejahilan.
- Konsep ibadah merupakan asal matlamat ciptaan jin dan manusia, justeru perlaksanaannya dengan meminta doa dan meminta pertolongan kepada Allah hingga akhir hayat.
*************************************************************
*
Sirathal mustaqim – Mengapa kita meminta hidayah? Tafsir Al-Quran & Asbabun Nuzul
Oleh DR. ZULKIFLI MOHAMAD AL-BAKRI
AYAT keenam (IHDINAS SIRATHAL MUSTAQIM). Maksudnya : Tunjukkilah kami jalan yang lurus. Ibnu al-Jauzi melalui tafsirnya, Zad al-Masir menyebut empat pendapat pada maksud ihdhina.
1. Thabit dan tetapkan kami sebagaimana pendapat Ali dan Ubay.
2. Tunjukkan kami.
3. Taufiqkan kami.
4. Ilhamkan kami.
Hidayah dalam al-Quran mengandungi beberapa makna :
- Hidayah umum bagi semua makhluk.
- Hidayah petunjuk dan mengetahui kebaikan.
- Hidayah taufiq, ilham dan masuk ke dalam hati. Yang dimaksudkan hidayah di sini ialah yang ketiga.
Selesai memuji Allah amat sesuai meminta seperti firman Allah dalam hadis qudsi : Separuh untuk-Ku dan separuh lagi untuk hamba-Ku, dan hamba-Ku apa yang diminta.
Inilah keadaan yang paling sempurna selepas puji. Kemudian meminta hajat menjadi lebih mudah ditunaikannya seperti pendapat Ibn Kathir.
- Sirathal Mustaqim. Sirath dibaca dengan sad atau sin mengikut qiraat mutawatir. Dinamakan sirath kerana perjalanan mudah tanpa menelusuri kepayahan dan kesibukan.
Lafaz sirath menunjukkan syariat, hukum-hukum, nasihat dan peringatan, segala keterangan agama yang berkaitan dengan akhlak hamba yang zahir dan batin dalam kehidupan dunia beribadat untuk Tuhan mereka.
Ibn Jarir berkata : Ijmak ummah daripada ahli tafsir semuanya bahawa sirathal mustaqim ialah jalan yang terang yang tidak bengkang bengkok. Begitu bahasa semua orang Arab.
Kemudian ulama berselisih pada mentafsirkan sirath, iaitu jalan. Sekalipun kembali kepada satu sahaja iaitu mengikut bagi Allah dan Rasul, ada riwayat menyebut kitab Allah.
Di sini disenaraikan makna lain bagi sirath :
1. Mujahid mentafsirkannya dengan kebenaran.
2. Kitab Allah seperti riwayat Ali daripada Nabi s.a.w.
3. Agama Islam seperti pendapat Ibn Mas’ud, Ibn Abbas, al-Hasan, Abu al- Aliah dan lain-lain.
4. Jalan yang membawa petunjuk kepada agama Allah, seperti riwayat Abu
Soleh daripada Ibn Abbas dan pendapat Mujahid.
5. Jalan ke syurga seperti yang dinaqalkan daripada Ibn Abbas.
Persoalannya kenapa orang Islam meminta hidayah, sedangkan mereka telah diberi hidayah?
Terdapat tiga jawapan di sini :
1. Maksudnya, tunjukkan kami sentiasa di atas sirathal mustaqim, dibuang perkataan sentiasa seperti pendapat Ibn al-Anbari.
2. Maksudnya, thabit dan tetapkan kami di atas petunjuk seperti percakapan orang Arab.
3. Maksudnya tambahkan untuk kami hidayah.
Hidayah merupakan kurniaan Allah yang paling besar untuk hamba-Nya. Dengan hidayah perjalanan hamba berubah daripada suasana yang penuh dengan maksiat
kepada limpahan cahaya iman dan ketaatan, yang akhirnya membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.
Tanpa dinafikan hakikat hidayah daripada Allah tetapi permohonannya hendaklah diteruskan kerana arahan Allah dan Rasulnya s.a.w.
Sirathal-mustaqim ialah jalan yang dipilih Allah untuk dirinya dalam perlaksanaan segala takdir, dan pilihan untuk hamba-Nya daripada agama.
Sirathal mustaqim merupakan jalan Rasulullah s.a.w. dan para nabi dahulu, dan inilah jalan yang diiltizamkam oleh golongan yang diberikan nikmat Allah daripada kalangan nabi-nabi, siddiqin, syuhada dan orang-orang solihin.
Berjalan di atas sirathal mustaqim memerlukan kepada dua perkara asas :
1. Sentiasa istiqamah, thabit dan tetap dalam melakukan perkara fardu dan sunat serta menjauhi daripada yang haram dan larangan.
2. Keikhlasan yang benar dan tawajjuh kepada Allah Tuhan Rabbul `Alamin.
Riwayat Imam Ahmad dan Ibn Majah kadhi Thaubaa bahawa Nabi s.a.w. bersabda, Istiqamahlah kamu dan jangan menghitung, dan ketahuilah sesungguhnya sebaik-baik amalanmu ialah solat. Dan tidak menjaga wuduk kecuali orang yang beriman.
Riwayat Imam Ahmad daripada Anas, sabda Rasulullah s.a.w., Tidak istiqamah iman seorang hamba sehingga istiqamah hatinya, dan tidak istiqamah hatinya sehingga istiqamah lidahnya.
Imam Muslim meriwayatkan hadis Sufian bin Abdillah al-Thaqafi, bertanya Nabi s.a.w. tentang Islam yang tidak pula ditanya kepada orang lain lagi, sabda Rasulullah s.a.w., Katakanlah, Aku beriman dengan Allah kemudian istiqamah.Justeru, gabungan daripada hidayah, iman dan istiqamah dalam kehidupan Muslim merupakan inti pati kejayaannya dalam mengikut sirathal mustaqim.
Ayat ketujuh (SIRATHAL LAZINA AN`AMTA `ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUBI `ALAIHIM WA LADDHAALIN)
Maksudnya : (iaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
-Sirathal lazina an`amta `alaihim. Selepas diminta hidayah sirathal mustaqim, diulangkan lagi maksudnya sebagai penguat dan tafsiran jalan yang diberikan nikmat oleh Allah.
Allah sendiri mentafsirkan nikmat kurniaan-Nya kepada golongan tertentu seperti maksud firman-Nya dalam surah an-Nisa’ ayat 69 dan 70 maksudnya :
Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahkan nikmat oleh Allah, iaitu para nabi, para siddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang soleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah kurnia daripada Allah, dan Allah cukup mengetahui.
Golongan yang mendapat nikmat Allah :
1. Para nabi dan rasul.
2. Para siddiqin.
3. Para syuhada.
4. Para solihin.
5. Para orang yang baik.
As-Syaukani berkata, diumumkan lafaz nikmat supaya dapat dimasukkan semua. Ayat ini sebagai dalil bahawa sebesar-besar nikmat Allah ke atas hamba-Nya
ialah nikmat hidayah dan taufiq kepada iman.
Tanpa dinafikan nikmat yang cukup banyak tidak mungkin dihitung seperti yang diketahui.
*******************************************
Amin – Penutup segala doa
Oleh DR. ZULKIFLI MOHAMAD AL-BAKRI
GHAIRIL MAGHDHUBI `ALAIHIM WA LADHAALIN. Selepas diterangkan ahli nikmat, disebut golongan yang terkecuali daripada mendapat nikmat iaitu ada dua golongan :
1. Golongan yang dimurkai Allah.
2. Golongan yang sesat. Ibn Qutaibah berkata : Sesat ialah hairan dan menyimpang daripada kebenaran.
Riwayat at-Tirmizi menyebut bahawa Rasulullah s.a.w. menamakan golongan yang dimurkai ialah Yahudi dan golongan yang sesat ialah Nasara. Hadis ini seperti kata at-Tirmizi – hasan gharib. Tafsiran ini dikuatkan dengan riwayat Abdul Razzak.
Ibn Kathir berkata : Begitulah juga pendapat Ibn Abbas, ar-Rabi’ bin Anas, Abdul Rahman bin Zaid bin Aslam dan lain-lain.
Ibn Abi Hatim berkata : Aku tidak tahu di kalangan mufassirin yang menyalahi tafsiran ini.
Amalan
Ibn Kathir membezakan antara golongan yang mendapat nikmat dengan golongan yang tidak, iaitu jalan ahli iman berdasarkan kepada kebenaran ilmu dan beramal dengannya. Sedangkan Yahudi melupuskan amalan dan Nasara pula hilang pedoman ilmu. Justeru layaklah laknat ditimpa ke atas Yahudi dan kesesatan bagi Nasrani.
Ini kerana golongan yang tahu dan meninggalkan apa yang disuruh selayaknya dimurkai, berlainan dengan yang tidak mengetahui disangkanya benar tetapi bukan sebenarnya, ini adalah sesat.
Sebenarnya kedua-dua golongan ini Yahudi dan Nasara adalah sesat dan dimurkai, kecuali sifat yang lebih khusus murka ke atas Yahudi dan sesat bagi Nasara kerana thabit dengan nas-nas hadis dan athar.
Ayat ini membahagikan tiga golongan manusia :
1. Golongan yang mendapat nikmat Allah.
2. Golongan yang mendapat kemurkaan Allah.
3. Golongan yang sesat dan menyimpang daripada ajaran Allah.
Moga-moga Allah masukkan kita dalam golongan nikmat-Nya dengan sentiasa dapat hidayah dan taufik di atas landasan yang sebenarnya.
Kenapa Allah menisbahkan kepada-Nya pada nikmat, seperti ayat `yang telah Engkau kurnia nikmat’ tetapi pada kemurkaan dan kesesatan tidak dinisbahkan kepadaNya seperti `yang Engkau telah murka dan sesatkan ?’
As-Syeikh as-Sobuni di dalam Sofwah at-Tafasir menjawab : yang demikian itu untuk mengajar hamba beradab dengan Allah, iaitu kejahatan dan keburukan tidak dinisbahkan kepada Allah secara beradab.
¥ AMIN, maksudnya : Perkenankanlah.
Menurut sunah, selepas dibaca al-Fatihah hendaklah dibaca `amin’ berdasarkan dalil riwayat Ashab as-Sunan, Imam Ahmad dan lainnya daripada Wail bin Hujr daripada Rasulullah s.a.w. yang menyuruh dibaca panjang `aamin’.
Dalam riwayat Muslim, Abu Daud, an-Nasai dan lainnya daripada Abi Musa al- Asy’ari, sabda Rasulullah s.a.w. : Apabila pada ayat akhir Fatihah, maka letakkanlah `amin’ nescaya diterima Allah bagimu.
Imam an-Nawawi berkata : Ini gesaan yang amat besar agar diaminkan. Kelebihannya jelas berdasarkan riwayat Syaikhan, Ashab as-Sunan dan lainnya daripada Abi Hurairah bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda : Apabila imam menyebut amin, hendaklah kamu aminkan bersama, kerana sesiapa yang aminnya bersamaan dengan amin malaikat, nescaya diampunkan baginya dosa yang terdahulu.
Mengikut ulama, amin diertikan dengan “Ya Allah terimalah doa kami”. Inilah pendapat al-Hasan dan az-Zajjaj.
Ia boleh dibaca panjang atau pendek mengikut bahasa Arab.
Al-Hafiz al-Munziri berkata : Dikatakan amin merupakan satu nama daripada nama-nama Allah. Inilah juga pendapat Mujahid, Hilal bin Yasaf dan Ja’far bin Muhammad.
Dan dikatakan maknanya : Ya Allah perkenankan. Kalimah
Ada pendapat menyatakan maksud amin ialah, begitulah yang diharap. Seperti yang dihikayatkan daripada Ibn al-Anbari daripada Ibn Abbas dan al-Hasan.
Ulama-ulama nahu menyatakan amin sebagai fi`el (nama perbuatan). Ia kalimah yang bukan daripada al-Quran secara ijmak. Justeru disunatkan pemisahan antaranya dengan akhir surah al-Fatihah dengan berhenti seketika.
Mengikut riwayat Abu Daud dengan sanad yang hasan daripada Abi Zuhair an- Namiri, sahabat Rasulullah s.a.w. yang apabila mendengar orang berdoa ia berkata : khatamkanlah doamu dengan amin kerana amin seperti cop di atas surah.
Ini dikuatkan lagi dengan riwayat ad-Dailami daripada Anas yang menyebut : sesiapa yang mengkhatamkan bacaan Fatihah dengan amin, nescaya tidak kekal di langit malaikat yang hampir, kecuali meminta ampun untuknya.
At-Tabarani di dalam kitabnya ad-Doa’, dan Ibn Mardawaih dengan sanad yang daif daripada Abi Hurairah berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : Amin, khatam Tuhan Rab al-Alamin di atas lisan hamba-hamba-Nya yang beriman.
Al-Allamah al-Munawi dalam syarah hadis ini berkata : Dengan makna bahawa amin mencegah doa daripada rosak dan ditolak, seperti metrai di atas surah menegah daripada dizahirkan ke tangan orang yang tidak layak.
Orang-orang yang menghendaki sesuatu dan mengaminkannya secara bersekutu akan mendapatkannya dengan doa.
Inilah yang diriwayatkan daripada Abdul Razzak, Ibn Jarir dan Abu as-Syeikh daripada Ikrimah katanya : Nabi Musa berdoa sedangkan Nabi Harun mengaminkan dan Allah memakbulkan untuk kedua-duanya.
Bacaan Fatihah menjadi syarat sah solat mengikut kebanyakan ulama seperti Malik, Shafie dan Ahmad. Sedangkan Mazhab Hanafi dan Abu Thur menganggap tidak wajib, tetapi riwayat Bukhari dan Muslim, hadis Ubadah bin as-Somit daripada Nabi s.a.w. sabdanya : Tidak sah solat tanpa bacaan Fatihah. Justeru pendapat jumhur lebih kuat dari segi dalilnya.
Selepas menyelami makna-makna dan maksud di sebalik tabir ayat demi ayat dalam al-Fatihah, didapati kalam Allah tidak mungkin dapat difahami dengan sepenuhnya oleh akal manusia sekalipun kebijaksanaannya dikurniakan. Inilah mukjizat al-Quran.
Makna dan maksud yang tinggi nilainya dan fahamannya merumuskan dasar-dasar kehidupan Muslim sama ada dari segi akidah, iman, syariat, akhlak hingga kepada tawajjuh kepadanya dalam permohonan hidayah dan istiqamah di atas jalan yang lurus.
Mukadimah dengan sebutan nama Allah sebagai pembuka bicara dan perbuatan orang-orang Islam yang hanya bergantung kepada-Nya sahaja dalam harapan dan pertolongan.
Luahan daripada lubuk hati kesyukuran yang mutlak kepada Allah di atas segala nikmat-Nya dijelmakan dalam ayat yang kedua.
Sifat-sifat Tuhan dipaparkan satu persatu bagi menggambarkan kekuasaan, kebesaran, kerahmatan, pemilikan mutlak dan kerajaan pada Hari Pembalasan.
Pengistiharan kehambaan untuk diabdikan hanya kepada-Nya sahaja, begitu juga permohonan dan pertolongan diungkap selepas lidah dibasahi dengan pujian.
Kemudian pengkhususan permohonan hidayah dilafazkan supaya sentiasa thabit di atas keimanan dan perjalanan orang-orang solihin. Tambahan dengan penjelasan hidayah kepada golongan yang Allah kurniakan nikmat.
Sebaliknya meminta berlindung daripada golongan yang dimurka dan sesat dalam melayari kehidupan dan dijauhi daripada jalan-jalan mereka agar sentiasa dalam inayah Allah s.w.t. Terangkum di dalamnya kisah umat terdahulu
Termakbul
Ditutup dengan khatimah doa – amin, semoga segala kehendak itu termakbul dan dimustajabkan Allah. Justeru surah ini dinamakan Um al-Kitab kerana terkandung di dalamnya segala maksud-maksud asas.
As-Syeikh Hasan al-Banna dalam penutup tafsir surah al-Fatihah mengungkap kata : Bersungguhlah kamu membaca dalam solat dan lainnya dengan perlahan dan penuh perhatian, khusyuk dan menghinakan diri, berhenti di setiap kepala ayat (tempat waqaf) dan berilah hak-hak bacaan mengikut tajwid tanpa menyusahkan dan memayahkan diri sehingga banyak menyibukkan lafaz-lafaz daripada makna-makna. Ini boleh menolong kefahaman dan tiadalah sesuatu yang lebih manfaat untuk hati daripada membaca al-Quran dengan tadabbur dan khusyuk.
------------------------
by maza9071 on Sun Sep 11, 2011 6:13 am
.sekilas SAMUDRA AL FATIHAH tambahan info
Setiap kali membaca al-Fatihah dalam solat, kita sebagai hamba sebenarnya berkomunikasi dengan Allah
"Allah ta’aala berfirman: "Aku membagi shalat (Al-Fatihah) antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bahagian; dan untuk hamba-Ku apa yang dimintanya.
Bila hamba-Ku mengucapkan: 'Alhamdulillahi rabbil 'alamiin' , Allah berfirman: 'Hamba-Ku telah memuji-Ku'.
Dan apabila hamba-Ku mengucapkan: 'Arrahmaanirrahiim' Allah berfirman: Hamba-ku telah menyanjung-Ku.
Apabila hamba-Ku mengucapkan: 'Maalikiyaumiddin', Berfirman Allah swt.: Hamba-Ku telah memuja-Ku, dan adakalanya Dia berfirman: "Hamba-Ku telah menyerahkan persoalannya kepada-Ku."
Dan ketika hamba-Nya mengatakan 'Iyyakana'budu wa iyyaka nasta'in' Berfirman Allah swt.: "Inilah antara Aku dan Hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya.
Dan apabila hamba-Ku mengucapkan: 'Ihdinashshiraatal mustaqiim, shiraathalladzina an'amta 'alaihim ghairil maghdluu bi'alahim wa ladhoolliin'. Allah berfirman: "Inilah untuk hamba-ku dan untuk hamba-Ku apa yang dimintanya". ( H.R. Muslim, Malik, Abu Daud, turmudziy, An-Nasaai.).
Bermunajat dengan Ummul Kitab
Kita memuji Allah Rabb semesta alam. Rabb yang diantaranya bermakna sebagai pencipta, pemilik, dan pengatur alam semesta ini. Maka dengan ‘Allhamdulillahi rabbil ‘aalamiin’ kita memuji Allah dan mengesakan Allah sebagai pencipta, pemilik, dan pengatur alam semesta. Inilah yang diistilah sebagai tauhid rububiyah. Dengan keyakinan ini terputuslah kebergantungan hamba kepada selain Allah, seiring dengan tumbuhnya tawakkal kepada Allah.
Kita menggungkan Allah dengan sifat kasih dan sayangnya, yang dengan sifat inilah kita dan semua alam ini mendapatkan kenikmatan-Nya. Bahkan ujian yang kita terima adalah bentuk lain dari kasih dan sayang Allah ta’ala. Maka dengan ayat ini kita mengagungkan Allah atas sifat kasih dan sayangnya.
Mengakui Allah ta’ala sebagai raja di hari pembalasan. Sebenarnya Allah adalah Raja di hari yang telah berlalu, sedang kita lalui, dan juga hari-hari yang akan datang, namun pada hari ini, hari dimana Allah membalas semua amal hamba-Nya secara adil tampak jelaslah sifat ini…tersadarlah hamba yang sempat mengklaim sifat ini atau sekedar sebagian dari sifat ini ketika didunia. Pada titik inipun kita mengingat kembali konsep ‘ad-diin’ yang berarti ‘pembalasan secara adil’, bahwa semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan, akan dibalas secara adil. Dengan konsep ini, kita takut melakukan kemaksiyatan sekecil apapun sebaliknya begitu bersemangat pada kebaikan seringan apapun…karena kita yakin tidak ada yang hilang begitu saja..semuanya dinilai dan dibalas secara adil.
Menyatakan penghambaan kita dengan ‘iyyaaka na’budu’ ..’hanya kepada Mu lah kami menyembah’ sebagai deklarasi kita bahwa rasa cinta, takut, dan harap, serta semua tindakan yang muncul dari perasaan tersebut kita tujukan kepada Allah ta’ala. Sebagai tindak lanjut dari pengakuan rububiyah kita pada-Nya, karena hanya zat yang mencipta, memiliki, dan mengatur alam semesta inilah yang pantas untuk dijadikan sebagai tujuan tunggal dari semua persembahan ibadah kita.
Dilanjut dengan ‘iyyakanasta’iin’ sebagai bentuk permintaan tolong kita kepada Allah ta’ala. Pengakuan hamba yang lemah bahwa ia sangat memerlukan pertolongan Allah ta’ala , rabb dan tujuan ibadahnya. Bahkan lebih jauh, kita menyatakan bahwa Allah lah satu-satunya tempat kita meminta pertolongana.
Memohon ‘shiraathal mustaqiim’ yang bermakna kita meminta ditunjuki jalan yang lurus dan keistiqamahan diatas jalan tersebut, memohon untuk ditunjuki dalan kebenaran dan kemampuan untuk mengamalkan bahkan memperjuangkan kebenaran tersebut.
Itulah jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, jalan yang mengumpulkan ilmu dan amalb. Tidak menjadi orang yang dimurkai (maghduub) karena mengenal kebenaran namun tidak menjalankan apalagi memperjuangkannya, atau bersegera melakukan amal tanpa memiliki ilmu sebagai dasar amal tersebut sehingga akhirnya ia tersesat (dholliin) dan sia-sia semua amalnyac.
Semoga Allah menganugerahkan kenikmatan bermunajat dalam surat yang mulia ini, membuahkan ilmu dan amal serta keistiqamahan diatas keduanya.
Rujukan Umum :
1. Tafsir Ibnu Katsir
2. Tafsir As Sa’di [Taisir Al Kariim Ar Rahmaan fii Tafsiir Kalaam Al Manaan]
Keterangan tambahan :
a Dengan tetap bersyukur dan berterimakasih kepada makhluk yang telah Allah jadikan perantara datangnya pertolongan tersebut.
b Simak surat An Nisaa ayat 69.
c Simak surat Al Kahfi ayat 104..
Re: Al-fatihah
Re: KhAsIaT SuRaH@aYaT al-QuRaN
by ibtisam on Wed Dec 09, 2009 3:14 pm
KHASIAT SURAH AL-FATIHAH
Untuk Hajat :
Baca Al-Fatihah sebanyak 7 kali setiap selesai solat. Setiap kali baca, sampai
“ ia kanak budu wa i’ya kanas ta in”
(hanya kepada-Mu tempat aku meminta dan memohon pertolongan)
berhenti sekejap dan niat hajat dalam hati, sesudah itu teruskan bacaan.
Penawar Penyakit :
Untuk di buat penawar, baca Al-Fatihah pada sebekas air 7 kali selepas solat, buat minum dan sapukan di muka. Setiap kali air hendak habis, tambahkan air. Kalau boleh, jangan habiskan, tinggallah walaupun sedikit air di dalam bekas tersebut. Insyaallah jika di amalkan, segala jenis penyakit dapat disembuhkan dengan Allah S.W.T..
Menyembuhkan Penyakit Mata Yang Kabur (Rabun)
Sabda Nabi Muhammad S.A.W.
"Barangsiapa yang ingin menyembuhkan kelemahan pandangannya (kabur/rabun) maka hendaklah dilakukan:-
1. Memandang bulan pada awal bulan, jika tidak kelihatan atau terhalang oleh awan dan lain-lain hal, lakukan pada malam kedua, juga tidak dapat, cuba pada malam ketiga atau begitu seterusnya hingga nampak kelihatan bulan itu.
2.Apabila telah kelihatan, hendaklah ia menyapukan tangan kanannya kemata dengan membaca Al-Fatihah sebanyak 10 kali.
3.Sesudah itu mengucapkan pula sebanyak 7 kali doa ini:
"Al-Fatihah itu menjadi ubat tiap-tiap penyakit dengan rahmat Mu ya Tuhan yang
pengasih penyayang."
4. Lalu mengucapkan "Yaa Rabbi" sebanyak 5 kali.
5. Terakhir mengucapkan pula doa ini sebanyak 1 kali:
"Ya Allah sembuhkanlah, Engkaulah yang menyembuhkan, Ya Allah sihatkanlah,
Engkaulah yang menyihatkan".
Mengubati Sakit Gigi Dan Lain-Lain:
~ Untuk dirinya sendiri - letakkan jari pada tempat yang sakit lalu membaca Al-Fatihah dan
berdoa sebanyak 7 kali:
"Ya Allah, hilangkan daripada keburukan dan kekejian yang aku dapati dengan doa Nabi-
Mu yang jujur (al- Amin) dan tetap disisi-Mu".
~ Mengubati penyakit gigi orang lain - selesai membaca Al-Fatihah maka berdoa 7 kali:
"Ya Allah, hilangkan daripada orang ini keburukan dan kekejian yang aku dapati dengan
doa Nabi-Mu yang jujur (al- Amin) dan tetap disisi-Mu".
Mengubati Sakit Disebabkan Oleh Sengatan Kala
Ambil sebuah tempat bersih lalu diisi air dan sedikit garam lalu dibacakan padanya Surah Al-Fatihah sebanyak 7 kali lalu diberi minum pada orang yang tersengat kala itu, Insyaallah ia akan sembuh.
Ikhtiar Menghilangkan Sifat Pelupa
Tulislah surat Al-Fatihah dengan huruf Arab pada tempat putih dan suci lalu dihapuskan dengan air dan diberi minum pada orang yang pelupa, maka ia akan hilang sifat pelupanya dengan izin Allah s.w.t.
*Nota :
Jika Dibenci Oleh Seseorang Melampau-Lampau Atau Tanpa Sebab Yang Nyata
Cuba sedekahkan Al-fatihah kepada orang itu. Insya-Allah, kebenciannya akan berkurangan atau hilang.
Lain-Lain Khasiat Al-Fatihah. Antaranya :
1. Sesiapa membaca surah Al-Fatihah dalam keadaan berwuduk sebanyak 70 kali setiap hari selama tujuh hari lalu ditiupkan pada air yang suci lalu diminum maka ia akan memperolehi ilmu dan hikmah serta hatinya dibersihkan dari fikiran rosak.
2. Sesiapa yang membaca 'Al-Fatihah' diwaktu hendak tidur, Surah 'Al-Ikhlas' sebanyak 3 kali dan Mu'awwidzatain maka ia akan aman dari segala hal selain ajal.
3. Siapa berhajat (berkeinginan sesuatu) kepada Allah s.w.t.maka olehnya dibaca surah Al-Fatihah sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunat Subuh dan sembahyang fardu Subuh sampai 40 hari (tidak Lebih) kemudian memohon kepada Allah s.w.t. maka Insyaallah ia penuhi keperluan hidupnya.
4. Barangsiapa membaca Fatihah berserta Bismillah diantara sunat Subuh dan fardu Subuh dengan Istiqomah maka kalau ia inginkan pangkat terkabullah ia dan kalau ia fakir maka akan kaya serta jika ia punya hutang maka mampu membayarnya dan kalau ia sakit maka akan sembuh serta kalau ia punya anak maka anaknya itu menjadi anak yang soleh, berkat surah Al-Fatihah.
5. Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 20kali setiap selesai sembahyang fardu lima waktu maka Allah s.w.t. luaskan rezekinya, baiki akhlaknya, mudahkan urusannya, hilangkan keperihatinannya dan kesusahannya, anugerahkan apa yang ia angan-angankan, dapatkan berbagai berkat dan kemuliaan, jadikan ia berwibawa, berpangkat luhur, berpenghidupan baik dan ia pula anak-anaknya terlindung dari kemudharatan dan kerosakan serta dianugerahkan kebahagiaan dan sebagainya.
6. Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 125 kali selesai sembahyang Subuh maka ia peroleh maksudnya dan ia ketemukan apa yang dicari-cari serta sebaiknya ia panjatkan doa yang bermaksud:
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran Surah Al-Fatihah dan rahsianya, supaya dimudahkan bagiku semua urusanku, sama ada urusan dunia atau urusan akirat, supaya dimakbulkan permohonanku dan ditunaikan hajatku..........."
7. Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah diwaktu sahur (tengah malam) sebanyak 41 kali maka Allah s.w.t.bukakan pintu rezekinya dan Dia mudahkan urusannya tanpa kepayahan dan kesulitan. Selesai bacaan Al-Fatihah tersebut dan sebaiknya berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al-Fatihah dan rahsianya, supaya Engkau bukakan bagiku pintu-pintu rahmatMu, kurnia-Mu dan rezeki-Mu. Dan Engkau mudahkan setiap urusanku, murahkanlah bagiku rezekiMu yang banyak lagi berkat tanpa kekurangan dan tanpa susah payah, sesungguhnya Engkau berkuasa atas setiap sesuatu. Aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al-Fatihah dan rahsianya, berikan apa yang kuhajati........"
Diriwayatkan dari Syeikh Muhyiddin Ibnul Arabi didalam kitab 'Qaddasallaahusirrahu':
"Siapa yang punya maksud maka sebaiknya ia membaca surat Al-Fatihah sebanyak 40 kali sehabis sembahyang Maghrib dan sunatnya, selesai itu ia ajukan permohonan hajatnya kepada Allah s.w.t."
8. Surat Al-Fatihah boleh mengubati penyakit mata, sakit gigi, sakit perut dan lain-lainnya dengan dibacakan sebanyak 41 kali.
9. Ikhtiar mengubati penyakit : Baca SurahAl-Fatihah sebanyak 40 kali pada tempat berisi air, lalu air itu diusap-usapkan pada kedua belah tangan, kedua belah kaki, muka, kepala dan seluruh badan, lalu diminum, Insyaallah menjadi sembuh.
10. Kalau Surah Al-Fatihah itu ditulis dengan huruf-huruf terpisah lalu dileburkan dengan air suci dan diminumkan kepada sisakit, maka dengan iradah Allah s.w.t. ia akan sembuh.
DOA PELEMBUT HATI
Doa asas yang digunakan untuk melembutkan hati seseorang ada kaitannya dengan peristiwa sejarah Sayyidina Umar, iaitu ayat yang dirampas oleh Sayyidina Umar daripada adiknya. Bila ayat ini dibaca, hatinya terus menjadi lembut lalu memeluk Islam (Ayat tersebut adalah ayat 1-5 surah Taha). Di antara bahan-bahan ciptaan Allah yang paling keras di dunia ini ialah besi tetapi dapat dielmbutkan oleh Nabi Daud a.s. Doa yang ada kaitannya dengan Nabi Allah Daud inilah yang digunakan sebagai kombinasi dengan doa pelembut hati
Mengikut aturannya, bacalah:
- BACA SURAH AL-FATIHAH
الفاتحة
- BACA AYAT DI BAWAH:
لَوْ اَنْزَلْنَا هَـذَا اَلْقُرْآنَ.............الخ
- BACA AYAT 1-5 SURAH TAHA
(di bawah hanya disertakan maksud - baca ayat asalnya tanpa tarjim)
1. Thaahaa.
2. Kami tidak menurunkan Al Quran Ini kepadamu agar kamu menjadi susah;
3. Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
4. Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang Tinggi.
5. (yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah. yang bersemayam di atas 'Arsy.
kemudian baca doa pelembut hati di bawah
اَللَّّهُمَّ لَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ لَيِّنْتَ لِدَاْوُدَ الْحَدِيدْ
"Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Kamu melembutkan Daud (akan) besi"
- KEMUDIAN TIUPKAN KE AIR
Doa di atas boleh digunakan untuk semua orang yang keras hati, sentiasa melawan dan tidak menurut kata. Ini termasuklah untuk melembutkan diri sendiri. Untuk kegunaan diri sendiri, letakkan tangan kanan di dada iaitu di bahagian hati dan baca doa di atas. Kemudian tarik nafas perlahan-lahan hingga habis dan lepaskan. Untuk kegunaan orang lain, ketika membaca doa, letakkan tangan kanan di dada iaitu di bahagian hati orang yang meminta pertolongan tadi. Bagi orang yang meminta doa pelembut hati melalui wakil, air diberikan untuk diminum.
* di ruangan ……..letakkan nama orang yang hendak dilembutkan hati / diri sendiri
-selamat mencuba-
Sumber -
http://putera.forumotion.com/t6093-khasiat-surahayat-al-quran
by ibtisam on Wed Dec 09, 2009 3:14 pm
KHASIAT SURAH AL-FATIHAH
Untuk Hajat :
Baca Al-Fatihah sebanyak 7 kali setiap selesai solat. Setiap kali baca, sampai
“ ia kanak budu wa i’ya kanas ta in”
(hanya kepada-Mu tempat aku meminta dan memohon pertolongan)
berhenti sekejap dan niat hajat dalam hati, sesudah itu teruskan bacaan.
Penawar Penyakit :
Untuk di buat penawar, baca Al-Fatihah pada sebekas air 7 kali selepas solat, buat minum dan sapukan di muka. Setiap kali air hendak habis, tambahkan air. Kalau boleh, jangan habiskan, tinggallah walaupun sedikit air di dalam bekas tersebut. Insyaallah jika di amalkan, segala jenis penyakit dapat disembuhkan dengan Allah S.W.T..
Menyembuhkan Penyakit Mata Yang Kabur (Rabun)
Sabda Nabi Muhammad S.A.W.
"Barangsiapa yang ingin menyembuhkan kelemahan pandangannya (kabur/rabun) maka hendaklah dilakukan:-
1. Memandang bulan pada awal bulan, jika tidak kelihatan atau terhalang oleh awan dan lain-lain hal, lakukan pada malam kedua, juga tidak dapat, cuba pada malam ketiga atau begitu seterusnya hingga nampak kelihatan bulan itu.
2.Apabila telah kelihatan, hendaklah ia menyapukan tangan kanannya kemata dengan membaca Al-Fatihah sebanyak 10 kali.
3.Sesudah itu mengucapkan pula sebanyak 7 kali doa ini:
"Al-Fatihah itu menjadi ubat tiap-tiap penyakit dengan rahmat Mu ya Tuhan yang
pengasih penyayang."
4. Lalu mengucapkan "Yaa Rabbi" sebanyak 5 kali.
5. Terakhir mengucapkan pula doa ini sebanyak 1 kali:
"Ya Allah sembuhkanlah, Engkaulah yang menyembuhkan, Ya Allah sihatkanlah,
Engkaulah yang menyihatkan".
Mengubati Sakit Gigi Dan Lain-Lain:
~ Untuk dirinya sendiri - letakkan jari pada tempat yang sakit lalu membaca Al-Fatihah dan
berdoa sebanyak 7 kali:
"Ya Allah, hilangkan daripada keburukan dan kekejian yang aku dapati dengan doa Nabi-
Mu yang jujur (al- Amin) dan tetap disisi-Mu".
~ Mengubati penyakit gigi orang lain - selesai membaca Al-Fatihah maka berdoa 7 kali:
"Ya Allah, hilangkan daripada orang ini keburukan dan kekejian yang aku dapati dengan
doa Nabi-Mu yang jujur (al- Amin) dan tetap disisi-Mu".
Mengubati Sakit Disebabkan Oleh Sengatan Kala
Ambil sebuah tempat bersih lalu diisi air dan sedikit garam lalu dibacakan padanya Surah Al-Fatihah sebanyak 7 kali lalu diberi minum pada orang yang tersengat kala itu, Insyaallah ia akan sembuh.
Ikhtiar Menghilangkan Sifat Pelupa
Tulislah surat Al-Fatihah dengan huruf Arab pada tempat putih dan suci lalu dihapuskan dengan air dan diberi minum pada orang yang pelupa, maka ia akan hilang sifat pelupanya dengan izin Allah s.w.t.
*Nota :
Jika Dibenci Oleh Seseorang Melampau-Lampau Atau Tanpa Sebab Yang Nyata
Cuba sedekahkan Al-fatihah kepada orang itu. Insya-Allah, kebenciannya akan berkurangan atau hilang.
Lain-Lain Khasiat Al-Fatihah. Antaranya :
1. Sesiapa membaca surah Al-Fatihah dalam keadaan berwuduk sebanyak 70 kali setiap hari selama tujuh hari lalu ditiupkan pada air yang suci lalu diminum maka ia akan memperolehi ilmu dan hikmah serta hatinya dibersihkan dari fikiran rosak.
2. Sesiapa yang membaca 'Al-Fatihah' diwaktu hendak tidur, Surah 'Al-Ikhlas' sebanyak 3 kali dan Mu'awwidzatain maka ia akan aman dari segala hal selain ajal.
3. Siapa berhajat (berkeinginan sesuatu) kepada Allah s.w.t.maka olehnya dibaca surah Al-Fatihah sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunat Subuh dan sembahyang fardu Subuh sampai 40 hari (tidak Lebih) kemudian memohon kepada Allah s.w.t. maka Insyaallah ia penuhi keperluan hidupnya.
4. Barangsiapa membaca Fatihah berserta Bismillah diantara sunat Subuh dan fardu Subuh dengan Istiqomah maka kalau ia inginkan pangkat terkabullah ia dan kalau ia fakir maka akan kaya serta jika ia punya hutang maka mampu membayarnya dan kalau ia sakit maka akan sembuh serta kalau ia punya anak maka anaknya itu menjadi anak yang soleh, berkat surah Al-Fatihah.
5. Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 20kali setiap selesai sembahyang fardu lima waktu maka Allah s.w.t. luaskan rezekinya, baiki akhlaknya, mudahkan urusannya, hilangkan keperihatinannya dan kesusahannya, anugerahkan apa yang ia angan-angankan, dapatkan berbagai berkat dan kemuliaan, jadikan ia berwibawa, berpangkat luhur, berpenghidupan baik dan ia pula anak-anaknya terlindung dari kemudharatan dan kerosakan serta dianugerahkan kebahagiaan dan sebagainya.
6. Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 125 kali selesai sembahyang Subuh maka ia peroleh maksudnya dan ia ketemukan apa yang dicari-cari serta sebaiknya ia panjatkan doa yang bermaksud:
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran Surah Al-Fatihah dan rahsianya, supaya dimudahkan bagiku semua urusanku, sama ada urusan dunia atau urusan akirat, supaya dimakbulkan permohonanku dan ditunaikan hajatku..........."
7. Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah diwaktu sahur (tengah malam) sebanyak 41 kali maka Allah s.w.t.bukakan pintu rezekinya dan Dia mudahkan urusannya tanpa kepayahan dan kesulitan. Selesai bacaan Al-Fatihah tersebut dan sebaiknya berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al-Fatihah dan rahsianya, supaya Engkau bukakan bagiku pintu-pintu rahmatMu, kurnia-Mu dan rezeki-Mu. Dan Engkau mudahkan setiap urusanku, murahkanlah bagiku rezekiMu yang banyak lagi berkat tanpa kekurangan dan tanpa susah payah, sesungguhnya Engkau berkuasa atas setiap sesuatu. Aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al-Fatihah dan rahsianya, berikan apa yang kuhajati........"
Diriwayatkan dari Syeikh Muhyiddin Ibnul Arabi didalam kitab 'Qaddasallaahusirrahu':
"Siapa yang punya maksud maka sebaiknya ia membaca surat Al-Fatihah sebanyak 40 kali sehabis sembahyang Maghrib dan sunatnya, selesai itu ia ajukan permohonan hajatnya kepada Allah s.w.t."
8. Surat Al-Fatihah boleh mengubati penyakit mata, sakit gigi, sakit perut dan lain-lainnya dengan dibacakan sebanyak 41 kali.
9. Ikhtiar mengubati penyakit : Baca SurahAl-Fatihah sebanyak 40 kali pada tempat berisi air, lalu air itu diusap-usapkan pada kedua belah tangan, kedua belah kaki, muka, kepala dan seluruh badan, lalu diminum, Insyaallah menjadi sembuh.
10. Kalau Surah Al-Fatihah itu ditulis dengan huruf-huruf terpisah lalu dileburkan dengan air suci dan diminumkan kepada sisakit, maka dengan iradah Allah s.w.t. ia akan sembuh.
DOA PELEMBUT HATI
Doa asas yang digunakan untuk melembutkan hati seseorang ada kaitannya dengan peristiwa sejarah Sayyidina Umar, iaitu ayat yang dirampas oleh Sayyidina Umar daripada adiknya. Bila ayat ini dibaca, hatinya terus menjadi lembut lalu memeluk Islam (Ayat tersebut adalah ayat 1-5 surah Taha). Di antara bahan-bahan ciptaan Allah yang paling keras di dunia ini ialah besi tetapi dapat dielmbutkan oleh Nabi Daud a.s. Doa yang ada kaitannya dengan Nabi Allah Daud inilah yang digunakan sebagai kombinasi dengan doa pelembut hati
Mengikut aturannya, bacalah:
- BACA SURAH AL-FATIHAH
الفاتحة
- BACA AYAT DI BAWAH:
لَوْ اَنْزَلْنَا هَـذَا اَلْقُرْآنَ.............الخ
- BACA AYAT 1-5 SURAH TAHA
(di bawah hanya disertakan maksud - baca ayat asalnya tanpa tarjim)
1. Thaahaa.
2. Kami tidak menurunkan Al Quran Ini kepadamu agar kamu menjadi susah;
3. Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
4. Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang Tinggi.
5. (yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah. yang bersemayam di atas 'Arsy.
kemudian baca doa pelembut hati di bawah
اَللَّّهُمَّ لَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ لَيِّنْتَ لِدَاْوُدَ الْحَدِيدْ
"Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Kamu melembutkan Daud (akan) besi"
- KEMUDIAN TIUPKAN KE AIR
Doa di atas boleh digunakan untuk semua orang yang keras hati, sentiasa melawan dan tidak menurut kata. Ini termasuklah untuk melembutkan diri sendiri. Untuk kegunaan diri sendiri, letakkan tangan kanan di dada iaitu di bahagian hati dan baca doa di atas. Kemudian tarik nafas perlahan-lahan hingga habis dan lepaskan. Untuk kegunaan orang lain, ketika membaca doa, letakkan tangan kanan di dada iaitu di bahagian hati orang yang meminta pertolongan tadi. Bagi orang yang meminta doa pelembut hati melalui wakil, air diberikan untuk diminum.
* di ruangan ……..letakkan nama orang yang hendak dilembutkan hati / diri sendiri
-selamat mencuba-
Sumber -
http://putera.forumotion.com/t6093-khasiat-surahayat-al-quran
Re: Al-fatihah

Khasiat Al-Fatihah
(From Dr. Fatma’s tafsir Al-Quran class How to use the Surah Al Fatihah)
1. To make someone (YOUR Husband, your children) think of you all the time
* Read the Al-Fatihah 14 times before going to sleep.
2. For terminal diseases:
* Read the Al-Fatihah 41 times and blow it in the water. Drink and take a bath with that water.
3. For the mentally ill:
* Read the Al-Fatihah 7 times while rubbing the person’s head once in the morning and once at night, everyday without fail.
4. When in extreme pain:
* Read the Al-Fatihah 3 times and blow it in a glass of water and drink it.Then, read the Al-Fatihah while rubbing the area that is in pain.
5. For babies who cry at night or at any time:
* Read the Al-Fatihah 7 times while rubbing the baby’s head.
6. For injury : ex: Cut, Bee sting, Bleeding, Finger got slammed by the door
* Read the Al-Fatihah 3 or 7 times, using your thumb, take your saliva from the “langit-langit” of your mouth and rub it onto the injured area.
All of the above INSYAALLAH will work with several conditions:
* Believe that the Al-Fatihah is the best “penawar” for everything
* Read it with full “khusyuk”
* Tawakal to Allah
* Use it with GOOD “niat” /intentions.
Untuk yg berhajat: (percepatkan jodoh, memanjangkan jodoh,dikurniakan cahaya mata, sembuhkan penyakit, elakkan dari malapetaka, diampunkan dosa dan sebagainya):
* Dilakukan pada hari Jumaat selepas sembahyang Asar sehinggalah masuknye waktu Maghrib.
* Duduk menghadap kiblat
* Lakukannye dgn khusyuk dan yakin yg Allah akan membantu kita
* Bacalah Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Allah berulang-ulang sepanjang-panjang kita duduk selepas sembahyang asar sehinggalah masuknye waktu maghrib.
* Masuk sahaja waktu Maghrib, di kala the first “Allahuakbar” dilaungkan, terus lah angkat tangan dan berdoa kepada Allah yg MAHA berkuasa dgn apa yg dihajati.
* Buat sebanyak 3 Jumaat berturut turut.
Mintalah yg baik baik. Niat biar baik. InsyaAllah akan dimakbulkan oleh Allah.
Wallahu’aklam.
Sumber
http://hannadiah-ansorullah.blogspot.com/2010/06/khasiat-al-fatihah.html
Re: Al-fatihah
Beberapa Khasiat Dari Surah Al Fatihah
Bismillahirrahmanirrahim
Salam semua, hari ni pak cik demam sikit. Ya la, itu hari kena rendam dengan pegawai pak cik dalam longkang besar. Best woo.. ada ikan masuk dalam punggung. Hehehe… tapi demam bukan bererti blog ini terus akan berhenti dari posting baru
Hari ni, tengok dia punya tajuk pun da tau, kita akan membincangkan mengenai khasiat dari surah Al Fatihah. Korang baca baca je dalam solat tapi tak tau nak pakai surah Al Fatihah yang sangat rahsia sebenarnya. Bacalah surah Al Fatihah tu molek molek sikit noo…. Bagi pak cik kebanyakan surah al Fatihah ni lebih kepada prinsip penyembuhan. Ok, teruslah kita melompat apakah khasiat dan surah al Fatihah tu sendiri :-
1.Dalam kesakitan, macam tiba tiba kena lempang ke, member siku rusuk ke, baca al Fatihah 3 kali dan tiup pada air dalam cawan, kemudian minum dan usap kat tempat yang sakit tu seraya membaca surah al Fatihah sebanyak 3 kali lagi.
2.Untuk mengubati penyakit gila, or orang sakit mental, baca 7 kali sambil usap usap kepala dia pagi dan petang, nescaya besok dia boleh bermain badminton 3.Tulis surah al Fatihah secara terpisah pisah hurufnya, kemudian leburkan dengan air kosong, kemudian minum, insya ALLAH, penyakit apa pun sembuh dengan izinnya.
Fuh, hebatnya dan banyaknya khasiat serta fadhilat surah al Fatihah. Terujanya saya. Rasa cam nak buka kunci surah Al Fatihah je.
Sumber
http://berkatrezeki.com/blog/2010/10/beberapa-khasiat-dari-surah-al-fatihah/
Bismillahirrahmanirrahim
Salam semua, hari ni pak cik demam sikit. Ya la, itu hari kena rendam dengan pegawai pak cik dalam longkang besar. Best woo.. ada ikan masuk dalam punggung. Hehehe… tapi demam bukan bererti blog ini terus akan berhenti dari posting baru
Hari ni, tengok dia punya tajuk pun da tau, kita akan membincangkan mengenai khasiat dari surah Al Fatihah. Korang baca baca je dalam solat tapi tak tau nak pakai surah Al Fatihah yang sangat rahsia sebenarnya. Bacalah surah Al Fatihah tu molek molek sikit noo…. Bagi pak cik kebanyakan surah al Fatihah ni lebih kepada prinsip penyembuhan. Ok, teruslah kita melompat apakah khasiat dan surah al Fatihah tu sendiri :-
1.Dalam kesakitan, macam tiba tiba kena lempang ke, member siku rusuk ke, baca al Fatihah 3 kali dan tiup pada air dalam cawan, kemudian minum dan usap kat tempat yang sakit tu seraya membaca surah al Fatihah sebanyak 3 kali lagi.
2.Untuk mengubati penyakit gila, or orang sakit mental, baca 7 kali sambil usap usap kepala dia pagi dan petang, nescaya besok dia boleh bermain badminton
Fuh, hebatnya dan banyaknya khasiat serta fadhilat surah al Fatihah. Terujanya saya. Rasa cam nak buka kunci surah Al Fatihah je.
Sumber
http://berkatrezeki.com/blog/2010/10/beberapa-khasiat-dari-surah-al-fatihah/
Re: Al-fatihah
Kelebihan Surah Al Fatihah Beserta Kuncinya
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH pak cik mulakan post. Hari ni gigi pak cik sakit gila. Karies gigi pak cik makin melarat wooo.. Hehe.. dasar pemalas gile nak gie dental. Minggu lepas da jumpa da.. Tampal satu je.
Hari ni imam dalam masjid pak cik cerita pasal kelebihan surah al fatihah. Bertambah lah info pak cik pasal surah al Fatihah. Kadang kadang kita ni baca je, tapi tak tau pun sebab nuzul dia, makna surah dia, kenapa dia diberikan surah Al Fatihah, semua tu kita terlupa nak amik “port”.
Bila cerita pasal kelebihan surah Al Fatihah, pak cik teringat yang dulu pak cik pernah belajar pasal kunci surah Al Fatihah ni. Kalo korang da dapat kunci surah Al Fatihah ni, memang korang boleh buat beberapa perkara di bawah :-
1.Berjumpa dengan khadam Surah Al Fatihah, nama dia Saiyid Ar-Rofroful Ukhdhoir
2.Untuk jurus pukulan maut seperti membalikkan santet, dan membakar jin
Jadi, korang berminat tak nak tau kelebihan surah al fatihah ni beserta kunci dia? Ok, pak cik share kan tatacara dia kat sini. Semoga ia bermanfaat untuk korang semua.
1.Hari Ahad :- Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdu Lillahi Rabbil Alamin (616x)
2.Hari Isnin:- Bismillahirrahmanirrahim, Arrahmaanirrahiiim (619x)
3.Hari Selasa:-Bismillahirrahmanirrahim, Maaliki Yaumid Diin (142x)
4.Hari Rabu:- Bismillahirrahmanirrahim, Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’in (856x)
5.Hari Khamis :-Bismillahirrahmanirrahim, Ihdinas Sirotol Mustaqim(1073x)
6.Hari Jumaat :- Bismillahirrahmanirrahim, Siraatol laziiina an’am ta’alaihim, (1837x)
7.Hari Sabtu:- Bismillahirrahmanirrahim,ghairil maghdhuuubi alaihim walad Dhooollin(4233x)
Selepas zikir solat maghrib dan subuh, biasakan membaca doa ini :-
YAA QOOHIRU YAA AZIIZU YA ALLAH YAA MUJIB. AQSAMTU ‘ALAIKUM YAA MALAA’IKATIR RUHAANIYIIN MINAL U’LWIYYAT WASSUFLIYYAAT, WA YAA KHOODIMU FAATIHATIL KITAB, AJIIBUUNII WA A’IINUUNII FII JAMII’I HAWAAIJII. ALUUHAN ALUUHAN, AL ‘AJLU AL ‘AJLU, AS SAA’AH AS SAA’H, BIHAQQI SAB’IL MATSAANI WAL QUR’AANIL ‘AZHIIM. WA BIHAQQIL ASROORI WAL BAROKAATI FIIHIMA, WA BIHAQQI MAATA’TAQIDUUNAHU MINAL ‘AZHOMATI WALBURHAAN, WA BI HURMATI SAYYIDINA MUHAMMADIN ALAIHISSHOLAATU WASSALAAM, ALLAHUMMA SAKHIRLII ‘ABDAKA ARROFROFUL KULLI SYAIIN QODIR
Untuk kunci pukulan maut pula, baca surah al Fatihah 3 kali atau sekali dalam sekali nafas, kemudian diikuti dengan ayat kunci :-
YAA MAALIKA YAUMIDDIN, IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA’IN.
Semoga kelebihan surah al Fatihah beserta kuncinya dapat memberi manfaat dalam hidup anda semua.
Sumber http://berkatrezeki.com/blog/2010/11/kelebihan-surah-al-fatihah-beserta-kuncinya/
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH pak cik mulakan post. Hari ni gigi pak cik sakit gila. Karies gigi pak cik makin melarat wooo.. Hehe.. dasar pemalas gile nak gie dental. Minggu lepas da jumpa da.. Tampal satu je.
Hari ni imam dalam masjid pak cik cerita pasal kelebihan surah al fatihah. Bertambah lah info pak cik pasal surah al Fatihah. Kadang kadang kita ni baca je, tapi tak tau pun sebab nuzul dia, makna surah dia, kenapa dia diberikan surah Al Fatihah, semua tu kita terlupa nak amik “port”.
Bila cerita pasal kelebihan surah Al Fatihah, pak cik teringat yang dulu pak cik pernah belajar pasal kunci surah Al Fatihah ni. Kalo korang da dapat kunci surah Al Fatihah ni, memang korang boleh buat beberapa perkara di bawah :-
1.Berjumpa dengan khadam Surah Al Fatihah, nama dia Saiyid Ar-Rofroful Ukhdhoir
2.Untuk jurus pukulan maut seperti membalikkan santet, dan membakar jin
Jadi, korang berminat tak nak tau kelebihan surah al fatihah ni beserta kunci dia? Ok, pak cik share kan tatacara dia kat sini. Semoga ia bermanfaat untuk korang semua.
1.Hari Ahad :- Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdu Lillahi Rabbil Alamin (616x)
2.Hari Isnin:- Bismillahirrahmanirrahim, Arrahmaanirrahiiim (619x)
3.Hari Selasa:-Bismillahirrahmanirrahim, Maaliki Yaumid Diin (142x)
4.Hari Rabu:- Bismillahirrahmanirrahim, Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’in (856x)
5.Hari Khamis :-Bismillahirrahmanirrahim, Ihdinas Sirotol Mustaqim(1073x)
6.Hari Jumaat :- Bismillahirrahmanirrahim, Siraatol laziiina an’am ta’alaihim, (1837x)
7.Hari Sabtu:- Bismillahirrahmanirrahim,ghairil maghdhuuubi alaihim walad Dhooollin(4233x)
Selepas zikir solat maghrib dan subuh, biasakan membaca doa ini :-
YAA QOOHIRU YAA AZIIZU YA ALLAH YAA MUJIB. AQSAMTU ‘ALAIKUM YAA MALAA’IKATIR RUHAANIYIIN MINAL U’LWIYYAT WASSUFLIYYAAT, WA YAA KHOODIMU FAATIHATIL KITAB, AJIIBUUNII WA A’IINUUNII FII JAMII’I HAWAAIJII. ALUUHAN ALUUHAN, AL ‘AJLU AL ‘AJLU, AS SAA’AH AS SAA’H, BIHAQQI SAB’IL MATSAANI WAL QUR’AANIL ‘AZHIIM. WA BIHAQQIL ASROORI WAL BAROKAATI FIIHIMA, WA BIHAQQI MAATA’TAQIDUUNAHU MINAL ‘AZHOMATI WALBURHAAN, WA BI HURMATI SAYYIDINA MUHAMMADIN ALAIHISSHOLAATU WASSALAAM, ALLAHUMMA SAKHIRLII ‘ABDAKA ARROFROFUL KULLI SYAIIN QODIR
Untuk kunci pukulan maut pula, baca surah al Fatihah 3 kali atau sekali dalam sekali nafas, kemudian diikuti dengan ayat kunci :-
YAA MAALIKA YAUMIDDIN, IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA’IN.
Semoga kelebihan surah al Fatihah beserta kuncinya dapat memberi manfaat dalam hidup anda semua.
Sumber http://berkatrezeki.com/blog/2010/11/kelebihan-surah-al-fatihah-beserta-kuncinya/
Similar topics» kelebihan bismillah, al-fatihah, ayat kursi
» Surah Al-Fatihah
» Surah Al-Fatihah and the Prayer
» Surah 1: Al-Fatihah
» Al-fatihah
» Surah Al-Fatihah
» Surah Al-Fatihah and the Prayer
» Surah 1: Al-Fatihah
» Al-fatihah
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum
